
Alden dan Renata mengunjungi sebuah taman hiburan baru. Mereka berjalan berkeliling dan mencoba beberapa wahana yang menarik di sana.
Alden tambah senang melihat Renata yang tersenyum setelah beberapa waktu sebelumnya wanita itu tampak murung.
Dua jam kemudian mereka keluar dari taman hiburan.
“Renata kita mampir sebentar ke sebuah restoran. Aku lapar...”ucap Alden yang merasa perutnya sudah kosong di saat siang hari.
“Ya...”jawab Renata singkat sambil mengangguk.
Alden melaju mobilnya menuju ke sebuah restoran. Di tengah perjalanan Renata merasa ada mobil lain yang mengikuti mereka saat ini.
“Mobil siapa itu ya...”batinnya saat melihat dari kaca spion mobil.
Sharp Eye yang dari tadi diam akhirnya bicara.
“ding... ding...bahaya...bahaya... ”alarm sistem tanda bahaya tiba-tiba berbunyi.
Sharp Eye seketika terkejut dan memeriksa apa yang sebenarnya terjadi di sistem. Dia pun melihat notifikasi yang muncul di sistem.
“Noah bahaya... dari sistem memperingatkan jika hari ini adalah hari kematian Alden. Dan sistem memberimu tugas baru jika kau berhasil membantu Alden, kau akan mendapatkan poin tambahan saat misi berakhir.”ucap Sharp Eye membaca notifikasi pada sistem dan menjelaskannya pada Noah.
“Jadi... mobil hitam yang mengikuti di belakang itu adalah pembunuhnya...”jawab Noah coba menghubungkan cerita si elang dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Noah saat ini mengambil alih tubuh Renata kembali setelah keadaan dalam bahaya.
“Alden... apa kau lihat mobil hitam di belakang kita ? Ku rasa mobil itu mengikuti kita dari tadi telah keluar dari taman hiburan...”ucap Noah memberitahu Alden supaya waspada.
Alden langsung melihat ke spion kaca dan dia melihat ada beberapa mobil lagi di belakang mobil hitam tadi yang juga mengikutinya.
__ADS_1
“Sial... siapa mereka sebenarnya... dan kenapa mengikuti ku !?”ucap Alden masih menatap kaca spion mobilnya. Dia pun memikirkan sebuah cara untuk meringkus mereka.
Alden teringat ada gedung tua tak terpakai di jalanan sekitar menuju ke restoran. Dan dia berniat memancing mereka di sana.
“Renata... mungkin kita akan sedikit terlambat menuju ke restoran. Aku mau mampir dulu ke suatu tempat sebelum ke sana.”ucap Alden beralih menatap Renata.
“Ya... tak apa... aku juga belum terlalu lapar.”jawabnya sambil menatap Alden dan tersenyum kecil.
Di mobil hitam dan beberapa mobil ini yang mengikuti mobil Alden tampak seorang lelaki merasakan suatu keanehan.
“Kenapa target tiba-tiba memelankan mobilnya ? Apa dia mengetahui jika kita mengikutinya...?”ucap seorang pria bertato pada temannya.
“Kalau dia sudah tahu maka dia pasti akan kabur dan kita harus segera bertindak lebih cepat agar dia tidak lolos dari kita !”balas pria bertato lainnya.
“Baiklah kalau begitu kita kepung dia sekarang !”ucap pria bertato kemudian memberi kode pada yang lainnya dan dalam hitungan menit lima mobil hitam meluncur dengan cepat mengikuti Alden.
“Mereka sekarang menampakkan dirinya dan terang-terangan mengejar kita.”ucap Renata yang sedari tadi tak henti-hentinya mengawasi pergerakan mobil yang mengikuti mereka dari kaca spion mobil.
Karena mobil yang mengejar tadi menambah kecepatan dengan terpaksa dia pun meningkatkan kecepatannya menuju ke gudang tua yang berjarak tinggal beberapa meter saja dari arahnya sekarang.
“Kurasa dia bodoh malah menuju ke tempat kosong seperti itu.”ucap pria bertato pada temannya yang mengikuti Alden sampai ke dekat gudang tua.
“Kita ikuti saja dia ke sana, hal itu akan mempermudah kita menghabisinya. Siapa yang akan menolongnya di tempat seperti itu bodoh sekali ?!“jawab pria bertato lainnya sambil tertawa lebar.
Seorang pria bertato memberikan kode lagi dan dengan cepat mobil lainnya mengepung Alden dan membuat mobil Arden berhenti tepat di depan gudang tua.
“Renata...kau di sini saja apapun yang terjadi kau jangan keluar tunggu sampai aku kembali, ingat itu.”ucap Alden menatap Renata dengan serius sambil memegang tangannya.
Lelaki itu kemudian keluar dari mobil dan mengunci mobil meninggalkan Renata.
__ADS_1
Di luar mobil Alden tiga puluh orang lagi bertato keluar dari lima mobil hitam dan berdiri mengepung Alden.
Alden menatap satu persatu para pria bertato yang mengepungnya namun dia sama sekali tak mengenal satupun dari mereka.
“Katakan padaku siapa kalian... dan apa mau kalian ?”ucap Alden dia ingin mengetahui identitas mereka.
Tak ada jawaban dan setelahnya turun seorang lelaki berjas hitam dari sebuah mobil dan menghampirinya.
“Kau... jadi kau yang menyuruh mereka ?”ucap Alden melihat sosok pria yang dikenalnya dan juga merupakan teman dekat ayahnya.
“Kali ini kau akan tamat di sini... aku ingin lihat bagaimana ayahmu jika mengetahui bisnisnya mati di sini.”jawab lelaki itu lalu membuang rokok yang disaatnya dan menginjaknya dan sepatu.
“Habisi dia sekarang !”perintah lelaki itu.
“Siap boz... !”jawab semua pria bertato serempak. Dan mereka segera beraksi mengajar Alden secara berdamai-ramai.
“Bajingan kau Bastian... jika aku menang aku akan balas menghajar mu !”teriak Alden menatap teman dekat ayahnya itu sambil melawan para lelaki bertato.
“Mungkin jika hanya tiga orang saja kok bisa mengalahkannya dengan mudah... tapi jika kau dikeroyok seperti ini mustahil sekali kau bisa menang...!”jawab Bastian sambil tersenyum lebar dan kemudian berjalan pergi meninggalkannya masuk ke mobil dan meninggalkan tempat itu.
“bak... buk... bak... !”baku hantam mulai terjadi. Alden menendang dan memukul beberapa pria bertato dan membuat mereka jatuh terjengkal ke tanah.
Namun mereka kembali berdiri dan melakukan perlawanan kembali pada Alden.
“Aku harus mengalahkannya secara terpisah jika berlama-lama yang terus seperti ini jadi pastikan aku akan kalah...”batin Alden.
Lelaki itu kemudian berlari masuk ke gudang tua dan beberapa pria bertato mengejarnya ke sana.
“Hey jangan harap kau mau kabur dari kami ya !?”teriak pria bertato lainnya dan ikut mengejar Alden.
__ADS_1
Sementara Renata yang melihat dari mobil khawatir pada kondisi Alden.
BERSAMBUNG....