Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 145 Melacak Nomor


__ADS_3

Luna sedang sarapan pagi di ruang makan setelah mandi. Ia bertemu dengan pelayan rumah yang sedang membersihkan ruangan.


“Bi... dimana tuan, apa bibi melihatnya ?”ucap Luna sambil menggigit daging panggang.


“Tuan ada di ruangan sebelah, nona.”jawab sang bibi singkat kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.


Luna menoleh ke ruangan sebelah kemudian kembali menatap isi piringnya dan melanjutkan makannya.


“Apa yang dia lakukan di ruang baca sana ? Ah sudahlah paling-paling dia membaca koran dan majalah seputar bisnis seperti biasanya.”batin Luna tak peduli pada suaminya dan terus melanjutkan melahap makanan yang ada di depannya sampai habis.


Kembali ke Noah yang saat ini membaca semua pesan yang berhasil diekstrak oleh Fasty.


Terlihat semua pesan itu tampil dalam slide yang ada di depannya.


“klik... klik...”Noah lihat satu persatu pesan dan membacanya.


“Dasar tante tua dia tak pernah mengirimi Tomy pesan romantis atau perhatian dan sejenisnya sekedar untuk menanyakan kabar, namun dia malah hampir setiap menit mengirim pesan pada s brengsek Nathan.”gumam Noah melompat kesal dan membaca pesan berikutnya.


Mayoritas pesan yang ia baca berupa pesan berisi perhatian dan ucapan sayang untuk Nathan. Noah terus membaca pesan hingga dia berhenti pada sebuah pesan.


“Nathan... setiap malam bersamamu rasanya bagaikan di surga lapis ketujuh jika dibandingkan dengan Tomy yang bagaikan di neraka karena bagian tak penting di tubuhnya lebih kecil dari punyamu.”Gumam Noah membaca isi pesan dan membuat matanya terbakar.


“Dasar tante tua tidak tahu diri. Dia pikir dia cantik apa berani menghina aku seperti itu !”ucap Noah naik pitam dan langsung membuka celananya, melihat isinya.


“Ohh... benar juga ini bukan tubuhku sendiri dan ini tubuh Tomy. Memang ini berukuran lebih kecil dari punya ku.”gumam Noah lalu menutup kembali celananya.


Dia lalu fokus membaca isi pesan dan menemukan pesan yang menarik perhatiannya.

__ADS_1


“Oh... jadi si Nathan ini bukan seorang lajang dan dia sudah menikah. Bagaimana ya jika istrinya sampai tahu hubungan gelap suaminya dengan Luna ?”ucap Noah tersenyum lebar setelah membaca pesan balasan dari Nathan.


Ia pun tiba-tiba terlintas sebuah ide nakal. Lelaki itu kemudian berdiri dan menghampiri Fasty yang hampir selesai mengekstrak isi flash disk.


“Fasty bisakah kau melacak nomor ponsel istrinya Nathan ?”tanya Noah.


“Untuk hal seperti itu dibutuhkan alat yang canggih dan kau tau sendiri poin Sylvia saat ini sekarat.”jawab Fasty menghentikan pekerjaannya sebentar dan menatap Noah.


Noah terlihat kecewa namun bukanlah namanya jika gampang menyerah.


“Oh dasar gadis boros ini menghabiskan semua poinnya apa dia tidak kesulitan menjalankan misinya ? Lalu apa ada alternatif lain untuk melacak nomor istri Nathan ?”tanya Noah sambil mengumpat Sylvia.


“Ya seperti yang ku lakukan saat ini. Kau bisa menggabungkan beberapa item untuk menjalankan sebuah fungsi.”jawab Fasty menjelaskan.


Lagi-lagi Noah hanya menghela nafas panjang. Ia pun kemudian duduk dan meminta Fasty mengeluarkan semua item yang sudah dibeli oleh Sylvia.


“Busyet... gadis itu membeli banyak sekali item dengan harga murah. Kenapa tidak membeli beberapa saja dengan harga yang tinggi namun bisa meng-cover semua tugas ?”batin Noah merasa jengah dengan sikap Sylvia dan tiba-tiba membuatnya menginginkan Sharp Eye kembali ke sisinya.


“Sepertinya tiga item ini bisa digunakan untuk melacak nomor ponsel istri Nathan.”gumam Noah setelah menemukan beberapa item dari banyak yang item yang ada.


Noah bekerja sendiri tidak seperti biasanya yang sering dibantu oleh Sharp Eye. Ia pun dengan susah payah menggunakan tiga item tadi dan setelah beberapa lama akhirnya dia berhasil menggunakannya.


“Ding.... !”muncul sebuah nomor ponsel di layar sistem. Noah tak percaya dengan apa yang dilihatnya ternyata tanpa bantuan Sharp Eye dia pun bisa melacak dan menemukan nomor yang dicarinya.


Fasty selesai mengekstrak data dari flash disk dan menghampiri Noah untuk memberikannya.


“Kenapa kau tersenyum sendiri seperti itu ?”tanya Fasty merasa heran dengan sikap Noah.

__ADS_1


“Hey Fasty coba lihat ini. Aku berhasil menemukan nomor istri Nathan.”ucap Noah sambil melambaikan tangan.


Fasty mendekat dan menetap ke layar sistem. Dalam hati Iya memuji Noah yang kinerjanya lebih cepat daripada Sylvia.


“Ya... oh ini flash disk milik Luna yang sudah selesai ku ekstrak.”ucap Fasty menyerahkan flashdisk yang dibawanya pada Noah.


Noah menerima flash disk itu, menyimpannya dan akan mengembalikannya nanti setelah beraksi.


“klik... klik...”Noah mencoba mengirimkan pesan pada nomor yang tampil di layar sistem.


Di lain tempat Melody, istri Nathan sedang berada di luar rumah dan menyirami bunga-bunga cantik yang mekar di pagi hari.


“Ding.... !” terdengar nada pesan masuk. Gadis itu kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku baju dan melihatnya.


Dia nampak terkejut setelah menepati pesan masuk yang diterimanya ternyata kosong, selain itu dia tidak mengenal nomor pengirim pesan itu.


“Siapa ini sebenarnya ?”gumam Melody lalu menghapus pesan tadi. Namun beberapa detik setelahnya dia kembali menerima pesan dari nomor yang sama.


Melody membuka kembali pesan yang barusan masuk dan terkejut saat melihatnya.


“Ini kan foto Nathan dan teman baiknya Luna yang biasa sering ia ajak main ke sini ?!”gumam nya merasa terkejut melihat pose foto mereka yang duduk bersebelahan dan Luna memeluk Nathan dari samping.


“Maaf ini siapa dan apa tujuan anda mengirimkan gambar seperti ini padaku ?”ucap Melody membaca pesan yang ia tulis sebelum mengirimkannya.


“klik... !”Melody mengirimkan pesannya.


Dari lain tempat Noah menerima balasan dari Melody dan tersenyum lebar membacanya.

__ADS_1


“Umpan yang kau lemparkan sudah ditangkap. Tinggal menyebar jaring saja setelahnya.”gumamnya sambil menatap layar sistem.


BERSAMBUNG....


__ADS_2