Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 40 Pulang Ke Rumah Andre


__ADS_3

Setelah kepergian Andre dan ibunya, Renata melihat ayahnya masih dalam kondisi terbakar emosi dan mencoba untuk menenangkan nya.


“Ayah... sudahlah tak usah pedulikan mereka, yang terpenting aku sudah tak apa-apa sekarang.”ucap Renata sambil memegang tangan ayahnya.


“Tapi nak... ayah masih tidak terima dengan perkataan ibu mertuamu tadi.”balas nya sambil menarik nafas dalam-dalam.


Ibu menghampiri ayah dan mencoba untuk menenangkan nya.


“Ayah sudahlah... jangan mengotori pikiranmu dengan hal seperti itu.”ucap ibu sambil menariknya dan mengajaknya untuk duduk.


Ayah dan ibu Renata duduk sejenak sambil memikirkan sebuah solusi untuk mengatasi masalah Renata.


Ayah berdiri dan menghampiri Renata kembali setelah menemukan sebuah solusi.


“Renata ayah sudah putuskan setelah ini kau pulanglah dan tinggal bersama kami kembali.”ucapnya yang tidak ingin putrinya kembali mendapatkan perlakuan dasar dari mertuanya.


“Kalau aku kembali ke rumah berarti aku tidak bisa memberi pelajaran pada mereka...”batin Noah setelah mempertimbangkannya.


“Iya nak...lebih baik kau pulang lagi bersama kami.” ucap ibunya yang memperkuat pendapat suaminya.


“Aku senang sekali ayah dan ibu peduli pada ku dan mengajak ku pulang. Tapi maaf ayah ibu... aku tidak bisa karena aku bagaimanapun juga akan mengikuti suamiku ke mana pun dia pergi.”balas Renata menolak ajakan kedua orang tuanya dan lebih memilih tinggal bersama suami dan ibu mertuanya dengan tujuan untuk mengungkap aib nya yang selama ini tersimpan rapi.


Kedua orang tua Renata pun tak bisa berbuat apa-apa dan tak bisa memaksanya.


Tiga hari kemudian Andre datang ke rumah sakit untuk menjemput Renata dan mengajaknya pulang kembali ke rumah.

__ADS_1


Lelaki itu mengemasi barang yang dibawa oleh istrinya dan bersiap untuk pulang.


“Renata aku sudah mengemasi semua barang mu. Ayo kita pulang sekarang.”ucap Andre menghampiri istrinya.


Dia kemudian membantu Renata berjalan keluar dari rumah sakit menuju ke mobilnya.


Tak berapa lama kemudian mereka tiba di rumah mereka yang merupakan pemberian dari ayahnya Renata.


“tap... tap...tap...”suara Andre dan Renata yang berjalan memasuki rumah.


Di dalam rumah ada ibunya Andre yang kerudung bersantai melihat tayangan telenovela di televisi.


“Andre... kau sudah pulang ?”ucap ibunya saat melihat kedatangannya bersama Renata.


Wanita itu masih tidak suka dan selalu ingin marah saja bila melihat Renata.


“Tapi bu... Renata masih belum pulih 100% dan dia masih lemah.”ucap Andre membantah ibunya.


“Hmm... Andre jangan kau pernah melupakannya. Aku ini ibumu yang telah melahirkan mu. Dan kau harus berbakti pada ibumu.”ucap ibunya sengaja seperti itu supaya Andre mengikuti perintahnya.


Andre pun tak bisa membantah perkataan ibunya. Dia pun akhirnya melepas tangannya dari bahu Renata.


“Renata benar kata ibu kau terlalu manja. Sakit mu hanya begitu saja tapi seakan-akan kau seperti terluka parah saja. Sekarang kau coba jalan sendiri ke kamar mu.”ucap Andre sambil berjalan menjauh dari istrinya dan menghampiri ibunya.


“Andre...kau selalu saja lebih mendengarkan perkataan ibumu daripada mendengarkan perkataan istrimu.”ucap Renata mencoba berjalan pelan menepi ke dinding agar tidak jatuh.

__ADS_1


“Karena kau terlalu memanjakan istrimu, jadi istrimu berani membantah mu seperti itu.”ucap ibunya Andre lagi untuk memprovokasi lelaki itu.


“Ya benar bu... mulai sekarang aku akan tegas dan keras pada Renata.”balas Andre mendengarkan dan mengikuti perintah ibunya.


Sementara itu Renata hanya diam dan menatap mereka berdua saja Sampean terus pelajaran pelan menuju ke kamarnya.


Setelah dua orang itu jauh dari dirinya dan tak melihatnya, dia berjalan biasa dan sama sekali tidak merasakan sakit.


Sesampainya di kamar, dia pun duduk di tempat tidur setelah menutup pintu kamarnya.


Sharp Eye yang sedari tadi diam dan hanya melihat saja kini mulai bicara.


“Noah... bagaimana rencana mu selanjutnya, apa kau akan membiarkan mereka berdua tetap seperti itu ?”tanya elang itu terbang berputar mengitari Noah.


“Ya tunggu saja aku akan mengungkap dan membalasnya. Hal itu mudah sekali bagiku.”balas Noah dengan entengnya.


Noah pun merebahkan dirinya di tempat tidur dan tertidur pulas setelah terkena efek dari obat tidur yang masih tersisa di tubuhnya.


Di luar kamar Renata, Noah Ya sudah selesai mengobrol dengan ibunya berjalan menuju ke ruang kosong yang ada di rumahnya.


Dia mengeluarkan ponsel dari sagu bajunya ingus dari tadi bergetar.


“Kau sangat tidak sabaran sekali...”gumam Andre menata ponselnya dan terburu-buru untuk menerima panggilan yang masuk.


Andre tampak tersenyum dan mengobrol lama di telepon dengan seorang wanita.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2