Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 76 Reaksi Obat


__ADS_3

Sebuah Sinar terang yang menyilaukan mata melahap tubuh Noah dan menghisapnya kemudian melemparkannya menuju ke dunia lain.


“Noah bersiaplah... !”teriak Sharp Eye yang ikut masuk ke arah sinar yang menelan arwah Noah.


“Aaaargh... !”Noah berteriak saat tubuhnya berputar dan terus berputar dalam sebuah sinar.


“zaaap.... !”Noah keluar dari sinar yang melahap nya.


Noah berdiri dan melihat sosok seorang wanita yang saat ini berada di tempat tidur. Wanita itu sedang tertidur sendiri di kamarnya.


“Noah sekarang cepat kau masuk ke tubuh Irise sebelum dia bangun.”ucap Sharp Eye memberi perintah.


Noah hanya menatap elang yang ada di pundaknya dan tidak menjawabnya. Dia berjalan menghampiri Irise lalu menyentuh tangannya.


Secara otomatis arwahnya masuk ke dalam tubuh wanita itu.


“Hai Irise... aku Noah... mulai saat ini aku akan membantumu mengatasi masalah mu sampai tuntas.”ucap Noah pada pemilik tubuh itu lalu menjelaskan semua hal permasalahan yang dialami oleh Irise.


“Terima kasih mau membantuku.”jawab Irise sambil tersenyum dan memberikan izin pada Noah mengambil alih tubuhnya sampai beberapa waktu.


“tap.... tap... tap...”


Noah mendengar suara dalam langkah kaki dari luar ruangan. Dia pun duduk sebentar di tempat tidur hingga kesadarannya penuh setelah itu dia berjalan keluar dari kamar.


Di luar ruangan tampak Edwin masuk ke ruang tamu dan menutup kembali pintunya. Lelaki berusia 29 tahun itu tertegun saat melihat istrinya keluar dan berjalan menuju ke arahnya.


“Edwin... kau baru pulang malam begini, dari mana saja kau ?”ucap Irise bertanya sambil melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 23.00.


“Ya sayang.... aku lembur di kantor karena banyak tugas dan kau tahu aku ketiduran di sana dan baru terbangun.”jawab Edwin menjelaskan pada istrinya.


Wanita itu hanya diam dan mengikuti Edwin berjalan masuk ke kamar.


“Dasar lelaki tidak mungkin kau lembur sampai malam seperti ini, pasti kau baru pulang dari rumah Lilia.”batin Noah.


“Edwin tunggu aku...”ucapnya berjalan cepat mengejar Edwin yang meninggalkan dirinya dan masuk ke kamar.

__ADS_1


Edwin sama sekali tak menggubris perkataan Irise dan tak menjawab panggilan nya.


Di dalam kamar Edwin melepas baju kerjanya dan berganti piyama. Sementara Irise duduk di tempat tidur.


“kring... kring... kring...” suara ponsel Edwin yang berdering.


Irise menatap Edwin yang tampak bingung namun mencoba untuk tenang di tengah kegelisahannya.


“Pasti itu Lilia yang telepon...”batin Edwin menatap ponselnya yang dia taruh di meja dekat dengan pintu kamar.


“Sayang telepon dari siapa malam-malam begini...”tanya Irise menatap Edwin lagi.


“Mungkin itu dari kantor...”jawabnya lalu berdiri dan mengambil ponsel.


“Siapa orang dari kantor yang masih terjaga jam segini ? bukannya mereka sudah pada tidur ?”tanya wanita itu curiga.


“Aku juga tidak tahu aku akan mengangkatnya dulu.”jawab Edwin lalu keluar dari kamar dan menutup pintu.


Di luar kamar, Edwin mengangkat telepon.


“Sayang... jangan begitu...aku mengkhawatirkan dirimu. Ya sudah kalau begitu kalau kau sudah sampai di rumah.”balas Lilia kemudian mematikan telepon setelah mengetahui kekasihnya sudah sampai rumah.


Sementara itu Irise yang tadi duduk di tempat tidur saat ini berdiri di balik pintu dan mendengarkan percakapan Edwin.


“klak...”Edwin memutar gagang pintu.


Irise segera berjalan mundur dan kembali duduk di tempat tidur.


Edwin masuk kembali ke kamar setelah menutup pintu.


“Edwin... siapa yang menelepon mu ? Aku seperti mendengar suara seorang wanita tadi...”ucap Irise bertanya.


Edwin tampak pucat dan mencoba menyangkalnya.


“Wanita apa.... ?Itu tadi telepon dari Anton...”jawab lagi itu menutupi kebohongannya.

__ADS_1


“Wanita ini... kenapa semakin cerewet saja... bisa bahaya kalau dia tahu aku menjadi hubungan dengan Lilia.”batin Edwin merasa tidak senang dengan pertanyaan Lilia yang curiga pada nya. Dia pun mengambil tindakan agar wanita itu tak banyak bertanya padanya.


“Sayang... kau sudah minum obatmu belum ?”tanya Edwin sambil tersenyum kecil.


“Belum... tapi aku merasa baik-baik saja dan tidak pusing saat ini.”jawab Lilia.


“Kau harus tetap meminum obat itu meskipun kau tidak pusing agar vertigo mu segera sembuh.”balas Edwin.


Lelaki itu kemudian berjalan menuju ke kotak obat yang ada di sudut ruangan. Dia mengambil sebotol obat lalu kembali dan duduk di samping Irise.


“Ayo minumlah obatnya...”ucap Edwin sambil mengeluarkan satu butir obat dari botol obat dan menaruh ke tangan Irise.


“Tapi aku rasa tubuhku baik-baik saja dan tidak memerlukan obat...”balas Irise menolak.


Edwin bersikeras memaksa wanita itu akan meminumnya.


“Ayo minum saja agar kau segera sembuh...”ucap Edwin terus memaksanya, bahkan dia mengambil pil itu dan memasukkannya ke mulut Iris.


Edwin terdiri dan mengembalikan botol obat kembali ke tempatnya.


Sementara itu Irise merasakan kepalanya pusing hebat setelah meminum obat tadi.


“Argh.... Edwin.... kenapa setelah minum obat kepala ku jadi pusing ?”ucap Lilia yang merasa kepalanya seolah ditusuk-tusuk dan sakit sekali.


Wanita itu memegang kepalanya yang terasa berat.


“Itu wajar sayang... berarti obat itu bereaksi.”balas Edwin santai sambil berbalik dan berjalan kembali menghampiri Irise.


Saat Edwin tiba di dekat Irise, wanita itu sudah pingsan di tempat tidur.


“Noah... Noah... bangun kau kenapa tidak mengambil alih tubuh Irise ?”ucap Sharp Eye yang terbang menghampiri Noah dan mematok kepalanya namun dia tetap tak sadarkan diri.


“hahaha...”Edwin senyum lebar melihat Irise yang sudah pingsan. Dia pun keluar dari kamar itu dan masuk ke kamar lain untuk tidur.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2