
Noah masuk ke sebuah rumah makan setelah memarkirkan mobilnya. Dia kemudian duduk di tempat yang kosong di sudut ruangan, jauh dari yang lainnya.
Ada daftar menu di meja dan dia mengambilnya kemudian membacanya.
Seorang pelayan datang menghampirinya.
“Nona mau pesan apa ?”tanya pelayan wanita itu pada Noah.
Noah masih membacanya lagi karena bingung mau memilih apa.
“Tolong paket C saja...”jawab Noah setelah membaca daftar.
“Baik.... mohon di tunggu.”jawab pelayan tadi mencatat pesanan Noah kemudian pergi dari meja tempat Noah berada.
Sharp Eye yang sedari tadi ada di meja hanya dia menatap Noah.
“Kau mau apa ke sini...”tanya Sharp Eye akhirnya bicara.
Noah hanya tersenyum kemudian mengeluarkan laptop yang di bawanya dan menaruhnya ke meja.
“Aku ingin kau menampilkan tayangan Lilia bersama David.”jawabnya dengan santai.
“Sudah aku juga Kau pasti memintaku untuk menampilkan tayangan mereka.”jawab elang itu tersenyum kecut.
Sharp Eye kemudian menampilkan tayangan Lilia pada laptop yang di bawa Noah.
Noah menyadarkan bahunya ke kursi sambil menatap pada laptopnya.
Di laptop itu tampak Lilia masih bersama David di dalam mobil dalam perjalanan pulang menuju ke rumah Lilia.
“Tak perlu mengantarku sampai ke rumah tuan... em... maksud ku sayang tak perlu mengantarku...”ucap Lilia terlihat gugup bukan karena dia mau diantar oleh David tapi takutnya Edwin sudah ada di rumahnya dan dia belum sempat memberitahunya.
“Tak apa... aku hanya akan mengantarmu saja tidak akan mampir karena sudah sore sekali.”balas David bersikeras dan memaksa.
Lilia pun tak bisa menolak lagi dan akhirnya hanya menurut saja.
__ADS_1
“Sudah sampai...”ucap David matikan mobilnya di depan rumah Lilia.
“Terima kasih sayang...”balas Lilia kemudian mencium pipi David lalu turun dari mobil.
Noah yang melihat tayangan itu ku merasa mual sendiri.
“Apa gadis itu tidak merasa jijik bersikap romantis pada lelaki yang usianya 30 tahun lebih tua dari dirinya...”celetuk Noah merasa gatal tangannya dan rasanya ingin membanting laptopnya saja.
Beberapa meter di belakang mobil David ada mobil Edwin yang akan masuk ke rumah Lilia.
“Tunggu sebentar bukankah itu mobilnya lelaki tua itu ?”gumam Edwin saat melihat mobil David berada di depan rumah Lilia.
Dia hafal nopol mobil ayah mertuanya itu.
“Sialan... si tua itu ada di sini rupanya. Aku tidak boleh ketahuan.”batinnya seketika menghentikan mobilnya.
Edwin memundurkan mobilnya jauh dari rumah Lilia agar tidak ketahuan.
Sepuluh menit kemudian mobil David keluar dari rumah Lilia kembali menuju ke rumah.
“Nona... ini pesanan nya...”ucap seorang pelayan membawakan menu makanan yang dipesan olehnya.
“Ya terima kasih...”jawab Noah.
Setelah pelayan tadi pergi Noah kembali menyaksikan tayangan di laptopnya.
Tampak Edwin kembali melajukan mobilnya ke rumah Lilia tepat lima menit setelah mobil David sudah tak terlihat lagi.
Lilia Kembali keluar rumah setelah mendengar suara mobil lain yang berhenti di depan rumahnya.
“Edwin... ??”ucap gadis itu setelah melihat Edwin turun dari mobil dan berjalan menghampirinya.
“Untung saja ayahnya Irise sudah pergi dari sini jika tidak mereka berdua akan bertemu dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi...”batin Lilia merasa lega karena mereka berdua tidak bertemu.
Edwin sedikit kacau emosinya setelah mendapati Lilia memakai sebuah cincin baru di jari manisnya.
__ADS_1
“Kau habis keluar bersama si tua itu... dan kau mendapatkan cincin darinya ??”tanya Edwin seketika karena merasa terbakar api cemburu.
“Sayang...ini tidak seperti yang kau bayangkan. Aku hanya berusaha membantumu saja.”balas gadis itu memberikan penjelasan agar Edwin tidak marah padanya.
Lilia pun menggandeng tangan David dan mengajaknya segera masuk ke rumah.
Sementara itu di rumah makan. Alland yang kebetulan lewat di depan rumah makan setelah ada meeting dengan klien nanti sejenak saat melihat mobil Irise.
“Bukankah itu mobil gadis yang ku tabrak... maksud ku si Irise itu... ?”gumamnya yang masih ingat dengan jelas mobil milik Irise yang pernah ditabraknya.
Alland masuk ke rumah makan itu dan memarkirkan mobilnya. Setelah turun dari mobil dia berjalan dan mencari keberadaan Irise.
“Ternyata memang dia... dan dia ada di sana...”gumamnya setelah menemukan keberadaan Irise.
Lelaki itu kemudian berjalan menuju ke tempat Irise berada. Alland berhenti di belakang Irise yang sedang asyik melihat tayangan di sebuah laptop.
Tanpa sengaja lelaki itu pun melihat tayangan Edwin yang sedang bermesraan dengan Lilia.
“Siapa yang Irise lihat ini...”batin Alland penasaran.
“Dasar suami tak tahu malu. Sudah meracuni ku masih berselingkuh di belakang ku. Akan ku buat kau menerima balasan yang setimpal.”gumamnya dengan kesal.
“puk...”Noah merasa ada yang menepuk bahunya dan dia pun menoleh ke belakang.
“Alland... sejak kapan kau ada di belakang ku ?”ucap Noah seketika terkejut melihat kedatangan Alland yang tidak diketahuinya.
Dia pun segera menutup laptopnya agar lelaki itu tak melihat tayangan di laptopnya.
“Maaf mengagetkan mu. Aku tak sengaja melihat mobilmu terparkir di depan. Boleh aku duduk di sebelah mu ?”tanya Alland sambil menarik kembali tangannya dari bahu Noah.
“Ya tentu... kau boleh duduk di sini.”jawabnya.
Alland duduk di samping Noah dengan tenang sambil membaca daftar menu makanan. Sedangkan Noah sedikit canggung karena khawatir lelaki itu sudah melihat tayangan yang dia lihat tadi.
BERSAMBUNG....
__ADS_1