Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 68 Menemui Wanita Lain


__ADS_3

Beberapa hari berlalu. Rianty mencoba membuka blokir semua kartu kreditnya namun hal itu tak bisa dilakukannya.


“Argh.... !”teriak Rianty yang kesal setelah menelepon para petugas bank kemudian membanting ponselnya ke tempat tidur.


Andre baru selesai mandi dan masuk ke kamar merasa heran melihat sikap Rianty.


“Rianty... ada apa... ? Kenapa kau terlihat marah seperti itu ?”tanya Andre sambil menutup pintu.


Rianty kemudian duduk dengan kesal di tempat tidur.


“Andre aku kesal pada ayahku... dia memblokir semua kartu kredit ku makanya aku tidak bisa menggunakannya tadi...”ucap Rianty menjelaskan kekesalannya pada Andre. Dia pun tidak tahu bagaimana hidupnya setelahnya tanpa kartu kredit yang aktif.


“Apa... semua kartu kredit mu diblokir...”ucap Andre lebih terkejut daripada Rianty. Kenapa tidak itu artinya berarti dirinya lah yang harus menanggung semua kebutuhan hidup dan keperluan Rianty.


“Ku harap itu hanya sementara dan semoga saja beberapa saat lagi Kartu kredit mu sudah dibuka blokirnya.”jawab Andre menanggapi sambil menenangkan Rianty.


Setelah berganti baju dan mengambil tas kerja Andre keluar dari kamar. Dia kemudian mengendarai mobilnya dan menuju ke universitas tempatnya bekerja.


Sore hari setelah pulang bekerja Andre tak langsung pulang ke rumah. Lelaki itu tampak menuju ke suatu tempat. Dia berhenti di sebuah rumah.


“brak... !”Andre turun dari mobil dan menutup pintunya.


Tak lama kemudian dari dalam rumah keluarlah seorang gadis berpakaian seksi menghampiri dirinya dan menyambut kedatangannya.


“Ayo kita masuk ke dalam...”ucap sang gadis sambil menarik dasi Andre dan menggodanya.


Andre tidak menolak dan tampak senang dengan godaan gadis tadi. mereka berdua kemudian masuk ke rumah di dalam kamar.

__ADS_1


“Sudah lama sekali rasanya kau tidak pernah kemari sayang...”ucap gadis itu duduk di pangkuan Andre sambil melepas dasinya.


“Ya kau kan tahu giliran mu di hari apa Mitha...”balas Andre sambil memeluk pinggang gadis itu.


Tanpa bicara panjang lebar mereka berdua pun melepas kerinduan setelah beberapa waktu tidak bertemu di balik selimut.


Sesaat kemudian mereka berdua duduk dan memakai pakaian mereka.


“Andre...bagaimana... kau sudah mendapatkan berapa banyak dari Renata dan Rianty ?”tanya Martha duduk di samping Andre sambil menaruh dagunya di pundak lelaki itu.


Andre tempat membuang nafas panjang baru bicara.


“Martha... semuanya tidak berjalan sesuai rencana kita...”jawab Andre sambil tertunduk karena apa yang direncanakannya gagal total.


“Maksud mu... ???” tanya Martha tidak paham.


“Jadi rencana kita untuk punya rumah baru dan menikah gagal... ?”balas Martha yang harus kecewa setelah menunggu lama.


“Jika begitu kau harus segera mendepak Rianty dari rumahmu dan cari target baru lagi.”ucap Martha memberi solusi untuk bergerak cepat.


Andre pun hanya menanggapi dengan angkutan lalu mengalihkan topik pembicaraan. Mereka berbincang hingga malam.


“Martha sepertinya ini sudah terlalu malam dan aku terlambat pulang. Aku pulang dulu sekarang.”ucap Andre berpamitan setelah melihat jam dinding selain itu juga takut jika Rianty akan curiga padanya.


Tak beberapa lama kemudian lelaki itu masuk ke mobil dan meluncur menuju ke rumahnya.


Di rumah Andre, Rianty duduk di kamar menatap jam dinding menunggu kepulangan Andre.

__ADS_1


“Kenapa sudah jam 21.00 Andre belum pulang juga... ?”gumam Rianty yang mulai mencemaskan Andre setelah beberapa kali gadis itu menghubungi nomor ponselnya dan ternyata tidak aktif.


Sepuluh menit kemudian Andre masuk ke rumah. Dia berjalan dengan pelan tanpa bersuara menuju ke kamarnya.


“Semoga saja Rianty sudah tidur...” batinnya.


Andre masuk ke kamar dan dia terkejut saat melihat Rianty yang masih bangun dan menunggu dirinya.


“Andre... kau ke mana saja... aku sudah menunggumu sedari tadi.”ucap Rianty langsung berdiri dan memeluk Andre.


Gadis itu mencium aroma parfum lain di baju Andre.


“Oh... ya aku ada sedikit kerjaan di kampus. Aku lembur karena membantu beberapa dosen lain membantu mereka sebagai dosen pembimbing skripsi.”jawab Andre bohong agar gadis itu tidak curiga padanya.


“Lalu... aku mencium aroma parfum lain yang tipis di baju mu...”ucap Rianty sambil mengendus baju Andre.


“Tidak sayang... mungkin hidungmu hanya sensitif saja karena kau sedang hamil. Aku ketulusan dengan banyak orang Jadi wajar saja beberapa aroma dari mereka terus menempel di tubuh secara tidak sengaja.”ucap Andre menyangkal dan meyakinkan Rianty.


Namun Rianty masih tampak meragukan ucapan Andre dan curiga padanya. Tapi dia tak punya bukti kuat tentang kecurigaan yang itu.


Andre yang tak ingin terbongkar jika dirinya barusan menemui kekasihnya, mengalihkan topik pembicaraan.


“Rianty... hari ini kau tampak cantik sekali. Dan itu membuatku ingin...”ucap Andre berbisik lirih di telinga Rianty dengan mesra yang membuat gadis itu teralihkan pikirannya dan menyambut ajakan Andre.


Dengan cepat Andre menggendong tubuh Rianty lalu membaringkannya di tempat tidur. Tak lama kemudian tampaklah dua pasang kaki yang bertumpuk di balik selimut.


Rianty pun hanyut dalam pewayangan cinta Andre malam itu dan melunturkan semua kecurigaannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2