
Keesokan paginya Andre bangun kesiangan. Karena semalam tidak bisa tidur dan baru tidur setelah pukul 04.00 dini hari. Sementara Noah yang sudah bangun sedari tadi berjalan menghampiri suaminya Renata.
“Sekarang sekujur tubuhmu sudah merah semua...apa yang bisa kau lakukan dengan tubuh seperti itu...”ucap Noah sambil tersenyum lebar saat melihat sekujur tubuh Andre yang bentol-bentol merah.
Noah yang sudah puas melihat Andre yang belum menyadari jika seluruh tubuhnya bentol segera keluar dari kamarnya. Dia kemudian masuk ke dapur.
Di sana dia berpapasan dengan ibu mertuanya Renata.
“Pagi sekali dia sudah bangun dan tumben jam segini dia sudah masuk ke dapur, mau apa dia ?”batin wanita itu saat melihat Renata tampak mencari sesuatu dari dapur.
wanita itu sedang malas bicara dengan menantunya. Dia pun tak mempedulikan apa yang dilakukan oleh Renata dan keluar dari dapur.
Setelah mencari sebuah panci dicarinya, Noah segera mengisinya dengan air dan menaruhnya di atas kompor.
“Hey Noah untuk apa kau merebus air ?”tanya Sharp Eye yang terbang mengikutinya sampai ke dapur.
“Tentu saja ini untuk Andre, lelaki paling pede di dunia.”jawab Noah sambil tersenyum lebar.
Sharp Eye yang tidak mengerti mau diapakan air itu hanya diam saja dan menunggu Noah beraksi nanti.
Satu jam berikutnya, ibunya Andre yang merasa putranya belum bangun memutuskan untuk memeriksanya di kamar.
“kriek...” wanita itu membuka pintu dan masuk ke kamar. Disana dia melihat Andre yang masih tertidur pulas.
Dia merasa aneh saja kenapa putranya tidak tidur di kasur tetapi malah di kursi dan lagi sudah siang belum bangun.
Ibunya Andre membalik tumbuh Andre yang saat itu sedang tidur miring ke kanan. Betapa terkejutnya dia saat melihat sekujur tubuh Andre merah dan bentol.
__ADS_1
“Andre... bangun sudah siang. Apa kau tak berangkat kerja ?”ucap sang Ibu sambil menepuk bahunya untuk membangunkan Andre.
Andre membuka mata setelah mendengar suara ibunya.
“Ibu...”ucapnya kemudian duduk dan melihat jam dinding yang menunjukkan jika dia hampir terlambat.
“Terima kasih Ibu sudah membangunkan aku. Aku harus bergegas sekarang.”balasnya sambil berdiri.
Ibu Andre menahannya sebentar saat dia akan melangkah.
“Andre ada apa dengan dirimu kenapa sekujur tubuhmu merah begini ?”tanya ibunya.
Andre melihat tubuhnya dan barulah dia sadar jika sekujur tubuhnya merah, dan dia mulai merasakan gatal lagi.
“Apa aku salah minum obat ya...”ucap Andre terkejut sambil menatap ibunya.
“Apa yang kau bawa Renata ?”tanya ibu mertuanya saat melihat Renata meletakkan sebaskom air ke meja.
“Oh ibu... aku sengaja membawakan air hangat ke sini untuk suami ku tercinta. Karena tadi ku lihat sekujur tubuhnya merah dan air hangat akan sedikit meredakan gatal maupun ruamnya.”balas Noah menahan senyum melihat baskom air yang sudah dicampur dengan garam.
“Ya begitu seharusnya kau menjadi istri... sebelum suamimu meminta kau sudah memberikan perawatan untuknya.”balas wanita itu tersenyum lebar kemudian pergi dari kamar meninggalkan mereka berdua.
Noah menghampiri Andre yang berdiri kemudian menariknya dan membaringkannya ke tempat tidur.
“Andre... aku akan menyeka tubuhmu. Menurut penelitian air hangat bisa meredakan gatal. Maka cobalah sekarang.”ucap Noah kemudian mengambil sebaskom air hangat yang dia letakkan di meja dan menaruhnya di tempat tidur di sampingnya.
Andre yang merasakan gatal mulai menyerang menurut saja pada kata Renata dan sama sekali tak curiga padanya.
__ADS_1
“pyuk.... pyuk... pyuk...”Noah mulai mencipratkan sedikit air garam ke punggung Andre kemudian meratakannya dengan handuk basah ke seluruh tubuhnya.
“Sayang kenapa rasanya bertambah gatal setelah terkena air hangat ini dan rasanya sedikit lengket...”tanya Andre menoleh ke belakang dan menatap Renata yang masih mengusap tubuhnya dengan handuk.
“Berarti air ini mulai bekerja pada tubuhmu. Setelah ini aku akan mengeringkan tubuhmu dan mengoleskan salep pada tubuhmu.”balas Noah sambil tersenyum kecil menatap lelaki itu.
Andre hanya menurut saja dan tak ada pikiran negatif sama sekali pada istrinya malahan dia berpikir wanita itu sungguh bodoh dan mudah dibodohi, mau saja dia merawatnya meskipun dia punya hubungan dengan wanita lain.
Setelah selesai mengeringkan seluruh tubuh Andre, Noah mengeluarkan salep yang dibelinya dari toko item system dan mulai mengoleskannya pada tubuh Andre.
“Andre sudah selesai. Kau tinggal ganti baju saja.”ucap Noah kemudian berdiri dan membawa baskom keluar dari kamar menuju ke dapur.
Sementara itu Andre segera memakai baju untuk berangkat kerja. Dia merasa gatalnya sedikit reda setelah Renata mengoleskan salep pada tubuhnya.
“Ibu aku berangkat dulu...”ucap Andre berpamitan pada ibunya. Dia berjalan keluar dari rumah dan masuk ke mobil kemudian menuju ke Universitas tempatnya bekerja.
Di tengah jalan dia merasakan tubuhnya panas terbakar.
“Kenapa sekarang tubuh ku terasa panas terbakar... dan ini...”gumamnya saat melihat ruam merah di tubuhnya kini berubah menjadi coklat seperti terbakar.
Dia pun yang panik dan mengkhawatirkan kondisi tubuhnya meminta izin untuk tidak masuk kerja hari ini dan segera menuju ke rumah sakit untuk melakukan perawatan.
BERSAMBUNG....
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Dear all readers... Terima kasih atas dukungannya. baca juga karya lainnya berjudul Pembalasan Sang Penakluk.
__ADS_1
❤️❤️