Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 118 Ke Luar Kota


__ADS_3

Beberapa hari kemudian David mau pakai barangnya dan berangkat ke luar kota selama beberapa hari. Dia sengaja membiarkan rumah kosong dan meninggalkan Lilia seorang diri karena ingin menangkap basah gadis itu.


David berada di depan rumah dengan membawa beberapa koper. Dia berdiri menunggu sopir yang sudah mempersiapkan mobil untuknya.


“Sayang cepatlah kembali.”ucap Lilia yang berdiri di samping David dan membawakan beberapa koper yang tertinggal di dalam.


“Ya tentu saja jika urusannya selesai aku akan segera pulang. Jaga rumah baik-baik.”ucap David berpamitan pada Lilia.


Mobil yang menjemput David datang dan lelaki itu segera masuk ke mobil.


“Hati-hati sayang... cepat kembali.”ucap Lilia melambaikan tangan sebelum kaca mobil tertutup.


Sopir segera menutup kaca mobil saat sampai di depan gerbang pintu rumah David.


“broom....”mobil meluncur di jalanan di tengah keramaian.


“Antar aku ke hotel Maxi.”ucap David memberikan perintah saat di tengah jalan.


“Baik tuan.”jawab sang sopir tanpa banyak bertanya dan segera melajukan mobil yang menuju ke hotel yang dimaksud.


Hotel Maxi merupakan hotel berkelas bintang lima yang berada di perbatasan dengan kota lain.


Sopir pribadi David mengendarai dengan kecepatan stabil dan dua puluh menit kemudian dia tiba di sebuah hotel yang megah.


“klik....”Sopir membukakan pintu mobil dan David segera turun.


Sopir mengeluarkan barang-barang bawaan David dari Bekasi dan membawanya mengikutinya masuk ke hotel.


Setelah lelaki itu mendapatkan kamar, sopir segera memindahkan barang bawaan David ke kamar.


“Ingat jangan beritahukan pada Lilia jika aku berada di sini.”ucap David di depan pintu kamar ruang nomor 89.


“Baik tuan.”jawab sopir singkat. Ia pun segera berpamitan dan undur diri dari Maxi hotel dan kembali ke kediaman David.

__ADS_1


David menata barang-barang yang dibawanya. Satu jam berikutnya Dia merasakan lelah dan merebahkan dirinya di tempat tidur.


Malam hari di rumah David. Saat ini Lilia berada seorang diri dalam David yang besar sekali. Dia pun merasakan kesepian.


“Lalu apa yang bisa kulakukan tanpa David ada di sampingku ?”gumam Lilia sambil menyadarkan tubuhnya ke dinding di kamarnya.


Ia pun teringat jika David sebelumnya sempat bilang padanya akan kembali dalam waktu lima hari kedepan.


“Kira-kira Apa yang sedang dilakukan Edwin saat ini ?”gumam Lilia yang merasa rindu pada kekasihnya di saat tak ada David di sampingnya.


Gadis itu mengambil ponsel dan segera menghubungi nomor Edwin.


“kring... kring... kring...”baru tiga deringan Edwin mengangkatnya.


“Sayang kau ada di mana sekarang ?”tanya Lilia saat telepon sudah tersambung.


“Aku di rumah seorang diri. Irise pergi menginap di rumah ibunya.” jawab Edwin menjelaskan situasi saat ini.


“David juga keluar kota selama lima hari. Apa kau mau bertemu denganku malam ini ?”tanya Lilia dengan muka bersinar dan senyum lebar menghiasi wajahnya.


“Apa... kau bilang David tak ada di rumah ? Benarkah ? Sepertinya Tuhan tahu jika ada sepasang kekasih yang sudah menahan rindu beberapa lama.”balas Edwin tersenyum lebar karena Bagai mendapat angin surga.


“Tapi di mana kita bertemu ?”tanya Lilia karena tak mungkin mereka bertemu di rumah David.


“Kau tunggu di luar dan aku akan datang menjemput mu. Kita akan mencoba villa baru ku.”balas Edwin.


Edwin segera menutup telepon setelah Lilia menyetujui sarannya. Ia pun segera keluar dari rumah dan menuju ke garasi.


“broom....”Edwin mengendarai mobil menuju ke rumah David.


Tepat di saat dia sampai, Lilia membuka pintu gerbang dan keluar dari sana.


“Ayo masuk...”ucap Edwin segera membuka pintu dan linear langsung duduk di sebelahnya sebelum ada orang lain yang mengetahui.

__ADS_1


Mobil kembali meluncur meninggalkan rumah David dan menuju ke villa yang ada di dekat kaki gunung sekitar tiga puluh kilo meter dari rumah David.


“Kita sudah sampai.”ucap Edwin memarkir mobil. Mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke Villa.


“Sepertinya nyaman sekali tinggal di sini.”celetuk Lilia setelah berkeliling melihat seisi ruangan.


Mereka berdua kemudian mengobrol di ruang tamu sambil menyalakan DVD dan memutar film thriller kesukaan Edwin.


Hingga malam tiba mereka berdua masuk ke kamar dan Menghabiskan malam bersama.


Di lain tempat di sebuah kamar hotel terlihat David sedang memonitor CCTV yang ada di rumah.


“Jadi Lilia saat ini kau masih sedang menghabiskan malam bersama dengan Edwin yang menjemput mu.”gumam David menatap rekaman CCTV dari ponselnya. Lelaki itu kemudian mematikan rekaman CCTV yang dia lihat dan menikmati makan malam yang disediakan oleh hotel.


Di lain tempat di rumah Ibunya Irise terlihat Irise sedang duduk di halaman depan dengan menatap layar monitor yang menampilkan tayangan rekaman Edwin dan Lilia saat ini.


Secara tak sengaja Alland lewat di depan rumah ibunya Irise. Dia melihat mobil Irise yang terparkir di sana dan menghentikan mobilnya.


Terlihat Alland duduk di samping Irise dan melihat tayangan dari laptop Irise bersama.


“Oh... sudah matikan saja tayangan itu.”ucap Alland merasa risih saat menontonnya.


“Kau yakin tak ingin melihatnya ?”ucap Irise menegaskan kembali.


Melihat Alland benar-benar merasa muak, Irise segera menutup laptopnya.


“Jadi Apa rencana mu selanjutnya?”tanya Alland sambil meminum jus berry yang di sajikan oleh ibunya Irise.


“Sebentar lagi semuanya akan berakhir.”jawab Irise ikut menikmati jus berry yang ada di depannya.


Alland dan Irise kemudian mengobrol ringan membahas hal lain dan sesekali mereka tampak tersenyum.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2