Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 172 Diluar Rencana


__ADS_3

Kevin terlihat lemas melihat proyek pembangunan yang awalnya ramai ini menjadi sepi karena satu persatu para kliennya keluar dari sana meninggalkan dirinya.


“Apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa semuanya mendadak berubah seperti ?”gumam lelaki itu tak percaya pada apa yang dia lihat.


Merasa ada yang salah dan ada yang tidak beres dia pun memanggil semua karyawannya dan juga semua pekerjaan yang ada di sana dan meminta keterangan pada semua yang ada di sana.


“Apa kau bilang sebagian bahan material sengaja dicampur dengan bahan material yang kualitasnya jauh dari standard ?”ucap Kevin tak percaya pada apa yang diucapkan oleh stafnya barusan apalagi itu atas permintaan dari Freya.


“bugh.... !”Kevin Yang kesal meluapkan semua amarahnya dengan memukul dinding. Dia tidak tahu kenapa dan apa alasannya sampai Freya melakukan hal itu padanya.


Beberapa saat kemudian setelah tangannya terlihat merah dan memar lelaki itu pun bergegas keluar dari proyek pembangunan dan langsung menuju ke mobilnya.


“broom....”mobil yang dikendarai Kevin meluncur menuju ke rumah dengan kecepatan tinggi.


Sementara itu di rumah terlihat Freya yang sedari tadi mondar-mandir ke wastafel.


“hoek... hoek... hoek...”Freya muntah berkali-kali hingga perutnya terasa perih dan kakinya lemas.


“Ooh... ada apa denganku sebenarnya ? sebelumnya aku baik-baik saja.”gumam Freya sambil membersihkan bibirnya dengan air bersih.


Bibi pelayan rumah saat itu melewati Freya dan berhenti sebentar setelah melihat Freya yang kembali muntah.


“Bi...tolong ambilkan aku obat anti muntah.”ucap Freya menoleh pada bibi.


“Nona sepertinya nona tidak memerlukan obat itu. Bibi curiga itu karena....”ucap sang bibi sambil tersenyum lebar.


“Maksud bibi apa ?”balas Freya tak paham dengan perkataan pelayannya.


“Dari gejala yang nona tunjukkan, nona tidak sakit melainkan sedang hamil.”jawab sang bibi.


Freya terlihat terkejut dan tak percaya dengan apa yang berasal diucapkan oleh sang bibi. Dia pun meminta pelayanan itu untuk membelikannya tes pack kehamilan.


“Ini nona, coba nona periksa sekarang.”ucap sang bibi setelah keluar dari apotek membelikan pesanan Freya.


Freya segera masuk ke kamar mandi untuk memeriksanya.


“Ooh.... tidaaak.... kenapa bisa begini ?”pekik Freya tak percaya dengan test pack yang dipegangnya yang menunjukkan strip merah dua garis dan membuatnya lemas seketika.


“Kevin kurang ajar ! Ini semua salahnya hingga aku seperti ini !”ucap Freya tak siap mengandung anak Kevin dengan soalnya masih belum selesai antara dirinya dengan dia.

__ADS_1


Freya keluar dari kamar mandi dan berjalan gontai menuju ke kamarnya.


“Bagaimana ini... aku hamil benih Kevin. Aku ingin menggugurkannya saja tapi kasihan janin tak bersalah ini.”ucap Freya sambil memegang perutnya dan bersandar ke dinding.


Freya menitikkan air matanya terus-menerus hingga membuatnya tertidur.


“Klak... !”tak lama kemudian Kevin tiba di rumah. Dia masuk ke rumah dan mencari istrinya.


“Freya... Freya di mana kau ? keluar... !”ucapnya dengan berteriak bersiap melepaskan semua amarahnya pada gadis itu.


Kevin tak melihat istrinya itu ada di manapun.


“Tuan...nona ada di kamarnya setelah keluar dari kamar mandi dan belum keluar dari tadi.”ucap bibi memberitahu keberadaan Freya.


Lelaki itu kemudian masuk ke kamar mandi dan betapa terkejutnya dia saat menemukan alat test pack berada di sana.


“Apa... garis merah dua ? Astaga... apa ini punya Freya.”pekik Kevin terkejut sekali.


Dia pun segera bergegas keluar dan masuk ke kamar. Di sana, terlihat Freya yang sedang tertidur di kasur dengan bekas air mata yang masih membasahi pipinya.


Kevin yang semula akan meluapkan semua amarahnya pada Freya atas apa yang telah dia perbuat pada perusahaannya, mendadak sirna sudah setelah dia mengetahui Freya mengandung anaknya.


Kevin membangun kan Freya dan membuat gadis itu membuka matanya.


“Aku tahu jauh di lubuk hatimu kau masih mencintai diriku. Aku minta maaf pada mu atas semua perbuatan yang telah kulakukan padamu. Aku berjanji tak akan mengulanginya lagi. Aku mohon pada mu untuk memberiku kesempatan kedua dan kita mulai lagi semuanya dari awal, demi anak kita nanti.”ucap Kevin menyambung perkataannya tadi sambil menunjukkan hasil test pack pada Freya.


Freya menatap lelaki di depannya lekat-lekat. Baru kali ini dia merasa tersentuh dengan ketulusan hati Kevin yang membuat dinding batu di hatinya hancur seketika.


“Kevin... aku pegang janjimu. Jika setelah ini kau membuatku menangis lagi maka aku akan membalas semua perlakuan mu padaku.”jawab Freya berdiri dan menghampiri suaminya itu.


Kevin menarik tubuh Freya merapat ke tubuhnya dan mencium bibirnya sambil memeluknya erat-erat.


“Ding.... ! Mission complète !!!”notifikasi dari sistem yang menyatakan jika Sylvia menyelesaikan misinya dengan baik.


“Sampai jumpa Sylvia. Misi berikutnya... aku siap...!”ucap Sylvia tersenyum lebar keluar dari tubuh Freya.


Gadis itu mendapatkan poin dari misi yang dijalankan saat ini dan berpindah ke waktu lain menjalankan misi berikutnya.


Di lain tempat, tiga bulan berikutnya terlihat Noah yang melewati hari-harinya seorang diri tanpa kehadiran seorang wanita di sisinya. Sejak saat itu dia tak pernah mempermainkan wanita lagi bahkan menjalin hubungan dengan mereka.

__ADS_1


“Bagaimana kabar Sylvia ? Apa dia sudah menyelesaikan misinya ?”batin Noah yang entah kenapa dia hanya teringat pada satu wanita saja sampai saat ini setelah pertemuan singkat mereka.


Lelaki itu mencoba mencari tubuh asli Sylvia yang mungkin saat ini sedang tergolek di rumah sakit namun dia tak pernah menemukannya.


Enam bulan berlalu, suatu ketika Noah turun dari mobil di sebuah kebun kota dekat dengan gereja. Dia berjalan berkeliling melihat keramaian dan aktivitas pengunjung di sana.


“Ayah... ibu... lempar bolanya pada ku !”teriak seorang anak lelaki pada kedua orang tuanya.


“Mereka benar-benar keluarga kecil yang harmonis.”batin Noah dalam hati merasa iri melihat kebahagiaan keluarga tadi.


Ia pun meneruskan langkahnya dan berhenti di depan sebuah gereja.


“Ada apa ini ? Kenapa di sana ramai sekali ?”gumam Noah melihat keramaian di depan gereja yang ternyata saat itu sedang dilangsungkan acara pernikahan seseorang.


“Tak... tak... tak... !”dari arah belakang Noah terdengar suara seseorang berlari dengan cepat ke arahnya.


Dia berbalik dan melihat seorang wanita bergaun pengantin putih membawa bunga berhenti di depannya.


“Noah... tolong aku !”ucap gadis itu tiba-tiba memegang tangan Noah dengan erat.


“Sylvia... apa yang terjadi padamu ?”jawab Noah terkejut sekali melihat kedatangannya.


“Aku tak bisa menjelaskannya panjang lebar pada mu. Intinya aku kabur dari pernikahan ku karena aku tak ingin menikah dengannya.”


“Jadi apa yang bisa ku bantu ?”jawab Noah.


“Kau jadilah mempelai priaku, sekarang juga kita pergi ke gereja.”ucap Sylvia sambil berjalan dan menarik tangan Noah.


“Tunggu Sylvia... kau mau menikah dengan ku ? Sedangkan kau sama sekali tak ada rasa padaku, dan menikah bukanlah candaan !”jawab Noah menolak.


“Noah... aku tak ada waktu menjelaskannya. Sejak pertemuan pertama kita aku merasa kau berbeda dengan lelaki manapun yang pernah aku temui, dan aku mencari mu setelah misi ku selesai. Aku tahu kau juga memiliki perasaan yang sama padaku.”jawab Sylvia berhenti di depan gereja lain.


“Sylvia... semua ini terlalu cepat bagi ku. Tapi ya... aku sudah lama menunggu mu.”ucap Noah menanggapi.


“Sudah jangan banyak bicara.”ucap Sylvia.


Gadis itu kemudian mencium bibir Noah lalu mengajaknya masuk ke dalam gereja untuk melakukan sumpah pernikahan di depan pendeta.


END.....

__ADS_1


Terima kasih pada semua Readers yang sudah mendukung Meskipun banyak yang tidak meninggalkan jejak. Sampai ketemu di cerita baru berikutnya.


😇💐


__ADS_2