
Beberapa saat kemudian Rianty selesai mengoleskan salep ke seluruh tubuh Andre. Dia juga meminumkan obat oral yang dibawa oleh Andre tadi.
Meskipun sudah selesai diobati Andre tetap merebahkan dirinya di sofa di samping Rianty. Dia merasakan tubuhnya semakin gatal dan semakin panas dan dia tampak menggeliat untuk menahan rasa tak nyaman itu.
“Sayang kenapa kau seperti itu ?”tanya Rianty yang heran melihat sikap Andre.
“Aku benar-benar tidak tahan merasakannya. Gatal ini semakin menyiksa.”jawab Andre sambil meraih tangan Rianty dan menggigit jarinya saat dia tidak kuat menahan rasa gatalnya.
Rianty mendengarkan cara efektif agar Andre menderita seperti itu.
“Sayang... apa kau mau aku ambilkan obat tidur saja. Jadi kau perlu menderita seperti itu.”ucap Rianty setelah menemukan sebuah ide. Namun Andre menolaknya dengan tegas karena dia takut jika kejadian sebelumnya terulang kembali, seperti yang dilakukan oleh Renata padanya. Dan dia tak mau bertambah parah yang membuatnya harus mengeluarkan materi yang lebih banyak dari sebelumnya.
“Tak perlu...”jawab Andre singkat. Dia pun memilih untuk menahan rasa gatal itu amat sangat dan sesekali dia hanya menyentuhnya untuk meredakan rasa gatal.
Andre dan Rianty pun kemudian bercakap-cakap ringan.
“Sayang... kau sebenarnya lebih memilih aku atau Rianty ?”tanya gadis itu sambil menatap Andre.
“Tentu saja aku lebih memilih mu Rianty. Kau lebih muda dari dia, kau juga lebih panas saat di ranjang daripada Renata yang seperti balok kayu.”jawab Andre menjelaskan.
“Lalu kapan kau akan menikah denganku ?”tanya Rianty terus mengejar karena dia tak ingin berstatus sebagai simpanan atau perusak rumah tangga orang.
“Ya sayang sabar... aku pasti akan menikahi mu...”balas Andre sambil mencium tangan Rianty.
__ADS_1
“Tapi kapan kau akan merealisasikan hal itu ? Sudah berapa kali kau bilang begitu... ?!”jawab Rianty merasa kesal karena Andre selama ini hanya bicara saja tak ada aksinya.
“Beri aku waktu semuanya tidak semudah membalikkan telapak tangan...”jawab Andre untuk meyakinkan gadis itu.
Rianty sekali lagi mengganggu dan mempercayai perkataan Andre. Tiba-tiba dia pun teringat jika dirinya bulan ini belum menstruasi saat melihat kalender dinding di depannya.
“Andre... sudah di akhir bulan aku belum haidh... apa itu hanya terlambat saja seperti biasanya...”ucap Rianty bercerita karena biasanya siklus menstruasinya tidak teratur.
Andre langsung duduk mendengar perkataan Rianty barusan karena sedikit terkejut.
“Sayang... bagaimana jika kau kali ini hamil ?”ucap Andre Kenapa apa yang terjadi pada kekasihnya.
“Tidak mungkin... selama ini aku selalu menggunakan alat tes kehamilan untuk mengetesnya namun negatif.” ucap Rianty menyanggahnya.
Rianty pun menurut apa kata Andre. Dia berdiri dan menuju ke belakang untuk mengambil alat tes kehamilan dan Andre mengikutinya.
“Sebentar biar aku cek dulu...”ucap Rianty saat tiba di depan toilet.
Gadis itu kemudian masuk ke dalam toilet dan Andre menunggunya di luar pintu.
“kriek...”lima menit kemudian Rianty keluar dari toilet dengan membawa cawan.
“Ayo kita tunggu hasilnya...”ucap Rianty menunjukkan jalan yang dipegangnya pada Andre kemudian berjalan menuju ke ruangan tempatnya tadi duduk bersama.
__ADS_1
Rianty meletakkan cawan tadi ke meja kemudian duduk di samping Andre untuk menunggu hasilnya.
Tiga menit kemudian Andre Yang penasaran pada hasilnya mengambil cawan yang ada di meja. Dia mengambil alat tes pack untuk melihat hasilnya.
“Rianty lihat ini...”ucap Andre menunjukkan tanda strip dua pada alat tes kehamilan itu pada kekasihnya sambil senyum terpaksa.
Rianty mengambil alat tes kehamilan itu dari tangan Andre dan melihatnya sendiri.
“Sayang... bagaimana ini aku hamil...”ucap Rianty terkejut karena belum siap hamil untuk saat ini.
“Andre... kau harus segera menikahi ku kalau begitu...”ucap Rianty mendesah lelaki itu untuk segera menikahinya dan mengakhiri hubungan dengan istrinya.
“Ya... sayang.... aku akan segera menceraikan Rianty kalau begitu. dan berarti aku harus bergerak cepat sekarang.”balas Andre menanggapi kekasihnya.
Rianty tampak senang sekali dan tersenyum lebar karena dengan kehamilannya Andre akan segera meresmikan hubungan mereka. Dia pun memeluk Andre dengan erat.
Sementara Andre membalas pelukan Rianty.
“Kau memang wanita ku...”balas Andre kemudian melepas pelukannya dan memegang perut Rianty lalu mencium perutnya sambil tersenyum.
“Yah... tak apalah jika Rianty hamil. Keluarganya yang kaya raya bisa menafkahi anakku nanti.”batin Andre tersenyum lebar.
Andre duduk kembali dan menyadarkan tubuhnya ke sofa. Dia pun berpikir akan menjebak Renata agar dia bisa segera menikah dengan Rianty namun tetap mendapatkan harta dari Renata.
__ADS_1
BERSAMBUNG....