Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 26 Target Operasi


__ADS_3

Sharp Eye menampilkan tayangan slide yang berisi semua informasi pesan maupun percakapan pada ponsel Dion.


“Coba pelan-pelan saja putarnya biar aku bisa jelas membacanya.”ucap Noah yang merasa tayangan yang dilihatnya terlalu cepat.


Sharp Eye kemudian memperlambat pemutaran slide. Noah tampak membaca dengan teliti dan hati-hati membaca satu persatu pesan pada inbox ponsel Dion.


Sebagian pesan merupakan pesan masuk dari Vika yang berisikan kata-kata manis untuk Dion.


“ck... ck... ck...si rubah itu ternyata bisa menggombal seperti ini.”ucap Noah tertawa geli saat membaca pesan dari Vika.


Noah kemudian membaca lagi pesan berikutnya dan membacanya dengan cermat saat mengetahui pesan itu dari Manajer Sony. Dia tampak serius membaca beberapa pesan dari manajer dari perusahaan wellness.


“hiss... ternyata manajer Sony orangnya hanya manis di depan dan busuk di belakang. Yah hampir mirip dengan Dion... makanya mereka klop.”gumam Noah mengetukkan jemarinya di meja karena merasa kesal pada perbuatan dua lelaki itu yang mengadakan transaksi mutualisme.


Noah seketika menatap monitor komputer di depannya dan melihat daftar bursa saham pekan ini setelah melihat aksi Dion dan Manajer Sony di balik layar karena dia merasa curiga hal itu berdampak pada perusahaan.


“klik... klik... klik...”Noah menggerakkan jemarinya dengan cepat di atas keyboard melihat daftar bursa saham saat ini. Dan ternyata dugaannya benar jika harga saham Consumer Goods merasa drastis dan menduduki rangking bawah.


“Ahh... ini pasti efek dari ulah si bodoh Dion... !”ucap Noah dengan mendengus kesal sambil menatap elang yang terbang di sekitarnya.


“Bodohnya dia... ! Apa dia tidak tahu hal ini juga akan berpengaruh pada semua staf yang ada di sini nantinya ?”umpat Noah semakin jengkel pada perbuatan Dion.

__ADS_1


Daripada semakin kesal dia pun menutup kembali daftar bursa saham saat ini. tanya itu saja Dia pun juga meminta Sharp Eye untuk mengakhiri tayangan slide Ya sudah dilengkapi oleh alat detektor penyadap.


Satu minggu berlalu. Kedudukan perusahaan Consumer Goods ternyata masih berada di peringkat bawah. Hal itu membuat manajer Aksa resah dan cemas.


Lelaki itu berpikir ulang tentang rencana yang akan dia jalankan sendiri tanpa memberitahu atasannya terlebih dulu untuk mencari akar masalah penyebab penurunan harga bursa saham perusahaan.


“Kurasa tak ada cara lain...aku harus melakukan investigasi sendiri.” gumam manajer Aksa setelah yakin pada keputusannya mencoba mencari solusi untuk permasalahan saat ini.


Dia pun akhirnya mengangkat gagang telepon yang ada di meja dan menghubungi nomor tim auditor. Dia meminta salah satu tim auditor untuk datang kembali ke perusahaan dan memantau ulang para staf yang bekerja di sana.


Keesokan harinya manajer Aksa kedatangan seorang tamu yang belum pernah dilihat oleh para staf. Dia mengajak tamu itu masuk ke ruangannya kemudian segera menutup pintunya.


“Baik Manager Aksa aku akan membantumu dan berusaha sebaik mungkin untuk mencari pemain di balik layar yang mengakibatkan merosotnya harga saham perusahaan.”jawab auditor tadi.


Selang beberapa menit kemudian auditor tadi mengeluarkan laptopnya ke meja. Dia mencoba menjebol sistem untuk memantau semua komputer staff yang ada di sana dan mengecek satu per satu apa saja aktivitas setiap staf.


Hari beranjak siang namun auditor tadi belum beranjak dari tempat duduknya dan masih serius monitor laptop.


“Pak... ayo kita istirahat dulu...”ucap manajer Aksa mengajak auditor tadi untuk beristirahat sejenak sekedar mengisi perutnya di kantin. Namun auditor menolak ajakannya di karenakan dia tak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja dan hampir selesai.


“Baiklah... jika begitu aku permisi dulu.”ucap Manajer Aksa kemudian keluar ruangan dan menuju ke kantin seorang diri. Dia memesankan beberapa makanan untuk auditor tadi.

__ADS_1


Siang berlalu dan berganti sore. Semua staf keluar dari ruangan saat jam pulang. Namun auditor tadi masih berhari-hari ruangan Manager Aksa.


Tiga puluh menit kemudian, auditor tadi menghentikan pekerjaannya. Dia menggeser laptopnya menghadap manajer Aksa yang saat itu duduk di depannya.


“Manajer Aksa aku sudah menemukan aktivitas mencurigakan dari seorang staf di sini.”ucap auditor itu pada manajer Aksa.


“Tolong tunjukkan padaku...”balas Manajer Dion.


Auditor tadi menjelaskan jika ada satu staf yang mencuri file penting perusahaan. Dia juga menjelaskan kemungkinan saja file tadi disalahgunakan.


“Lalu siapa yang melakukan itu...?” tanya Manajer Diaz penasaran.


“Pelakunya adalah staf yang duduk di meja nomor sembilan.”balasnya singkat.


Manajer Aksa mengingat nomor meja yang di sebutkan oleh auditor tadi dan dia tidak menyangka nya saja. Untuk menghilangkan keraguannya dia pun keluar ruangan dan mengajak sendiri meja nomor sembilan.


“Dion... kenapa kau melakukan hal ini... ?”desah nya saat berdiri di meja nomor sembilan yang memang meja milik Dion.


Setelah mengetahui hal itu Manajer Aksa kemudian mengawasi gerak-gerik Dion.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2