Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 46 Gatal Luar Biasa


__ADS_3

Andre semakin tampak pucat karena Renata mengambil baju yang dia lepas dan mencium aroma parfum yang tertinggal di baju itu.


“Sayang... ini tidak seperti yang kau lihat...”ucap Andre mundur satu langkah ke belakang dan menepis tangan Renata dari dadanya.


“Maksud mu apa... apa itu tadi di cium oleh ular begitu maksudmu ??”tanya Noah maju selangkah dan membuat Andre tersudut ke dinding tak bisa bergerak lagi.


Andre yang tak bisa bergerak mundur bergeser ke samping kiri.


“Mau lari ke mana lagi kau Andre...”batin Noah sambil tersenyum kecil padanya.


“Renata ini aku tidak seperti yang kau pikirkan. Aku sepertinya alergi seafood. Tadi aku makan udang dan sekarang aku merasakan gatal.”balas Andre yang masih bisa beralasan. Untuk meyakinkan Renata, dia pun menggaruk keras tubuhnya sampai merah dan sedikit lecet.


“Oh... begitu... maka aku akan mengambilkan obat anti alergi untuk mu.”balas Noah mundur kemudian berbalik dan keluar kamar.


Noah berjalan menuju ke kotak obat. Dia lalu berhenti sebentar dan menatap Sharp Eye.


“Sharp Eye apa kau punya obat yang bisa menyebabkan gatal-gatal atau bengkak ?”tanya Noah pada elang itu karena dia ingin mengerjai Andre.


“Tunggu sebentar biar aku cek...”jawabnya.


Sharp Eye membuka galeri item dan mencari obat yang dimaksud Noah.


“Ding... ini dia daftar obat yang kau minta...” jawab orang itu menunjukkan tiga pil dengan harga bervariasi pada Noah.


“Harga pil termahal berapa, aku mau ambil itu saja.”ucap Noah setelah berpikir.


“Harga pil termahal 100 poin. dengan harga pil termurah 50 poin.”jawab Sharp Eye menyebutkan harga yang termurah juga karena biasanya lelaki itu memilih harga yang murah.

__ADS_1


“Baik hanya 100 poin saja ya... aku ambil itu saja.”ucap Noah yakin dengan ucapannya.


“Kenapa kau tidak memilih yang murah saja...?”timpal elang itu siapa tahu Noah berubah pikiran.


“Ya jelas harganya murah dan aku ingin pil yang efeknya cepat.”balas Noah tersenyum lebar dan Tak sabar menunggu tenang itu memberikan pil yang di pesannya.


“Zing...”Sharp Eye beli pel tadi dan memberikannya pada Noah.


Setelah menerima pilnya, Noah lalu berjalan kembali menuju ke kamarnya sambil membawa segelas air minum.


Noah masuk saat santri sudah berganti baju tidur. Dia pun hampir Andre yang sedang duduk dengan cemas menunggunya di tempat tidur.


“Andre cepat minum obat anti alergi ini.”ucapnya lalu menyerahkan pil dan segelas air minum yang di bawanya pada Andre. Namun Andre tampak ragu saat menerima pilnya.


“Ini hanya pil anti alergi saja... tidak mungkin akan berefek pada tubuhku.”batinnya dan merasa tak ada yang perlu dikhawatirkan karena mungkin efeknya hanya mengantuk saja.


“Terima kasih...”ucap Andre lalu menyerahkan gelas kosong pada Renata.


Noah berdiri dan berjalan menuju ke meja untuk menaruh gelas kosong tadi. Setelah itu dia kembali berjalan menuju ke tempat tidur dan duduk di sana.


“Hoaem...aku ngantuk sekali...”gumam Noah sambil menguap lebar lalu menutup mulut nya.


Noah tidur dengan merentangkan kedua tangannya dan memposisikan tubuhnya berada di tengah tempat tidur dan tak menyisakan tempat untuk Andre.


Tak beberapa lama kemudian Noah tertidur pulas. Sementara Andre berbaring di sampingnya dan hampir jatuh.


“Kenapa Renata menguasai tempat tidur ini sendirian dan tidak memberikan tempat untuk ku...”batinnya kesal pada istrinya.

__ADS_1


Andre duduk kemudian mengambil bantal dan berpindah ke kursi panjang yang ada di kamar.


“Lebih baik aku tidur di sini saja.”


Andre menaruh Bantalnya di kursi kemudian merebahkan dirinya di sana. Sepuluh menit kemudian dia tertidur. Sepuluh menit berikutnya dia mulai merasakan tubuhnya gatal.


“Srak...” suara tangan Andre menggaruk tubuhnya yang mulai terasa gatal.


Andre pun kembali tertidur pulas setelah merasakan tubuhnya tidak gatal lagi. Baru lima menit tertidur dia kembali merasakan bagian tubuh lainnya mulai terasa gatal.


“Srak...”


Andre kembali menggaruk bagian tubuh lainnya yang gatal. Dia merasakan semakin lama semakin gatal hingga dia tak bisa berhenti menggaruknya.


“Hiih.... kenapa rasanya gatal sekali... aku tidak tahan.”ucap Andre yang merasakan gatalnya semakin menjadi.


Andre bangun dan duduk setelah merasakan seluruh tubuhnya kini terasa gatal.


“Aah...”ucap Andre kembali menggaruk bagian tubuh lainnya yang terasa gatal.


“Obat apa yang diberikan Renata padaku tadi hingga aku seperti ini...”ucap Andre melihat sekujur tangan dan kakinya menjadi merah dan lecet setelah dia menggaruknya cukup lama.


Andre yang merasa mengantuk berat kembali merebahkan dirinya di kursi kemudian memejamkan mata. Setiap sepuluh menit sekali dia bangun untuk menggaruk tubuhnya yang masih terasa gatal.


Sementara itu Noah hanya tersenyum kecil melihat Andre yang tak bisa tidur karena gatal kemudian berpura-pura tak melihatnya dan tidur pulas sampai pagi.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2