Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 133 Infiltrasi Virus


__ADS_3

Noah melihat sebuah slide. Dia duduk tenang melihat tampilan Kevin yang saat ini sudah berada di kantor.


Lelaki itu berada di meja kerjanya dengan tatapan serius menatap beberapa sekretaris dan karyawannya.


“Ini adalah meeting penting untuk proyek besar. Pastikan semua data dan semua bahan untuk meeting jangan sampai ada yang terlewatkan sekalipun.”ucap Kevin pada seorang lelaki yang merupakan sekretarisnya.


“Baik tuan... !”jawab sang sekretaris menatap Kevin kemudian membereskan semua berkas yang ada di meja.


Hari ini merupakan merupakan hari pengajuan kerjasama dengan pihak Globalindo yang merupakan sebuah perusahaan berskala internasional. Maka dari itu semuanya sudah dipersiapkan dengan baik oleh Kevin jauh-jauh hari sebelumnya.


Sepuluh menit kemudian beberapa manajer dan petinggi lainnya keluar dari ruangan dan masuk ke ruang meeting.


Lima menit kemudian Kevin keluar dari ruang kerjanya dan masuk ke ruang meeting.


“Bagaimana apa semuanya sudah siap ?”tanya Kevin pada stafnya yang ada di ruang meeting dan sedang menyeting tampilan untuk presentasi.


“Semuanya sudah siap tuan.”jawab staf tadi.


Kevin kemudian melihat persiapan staf lainnya. Dia juga melihat kesiapan translator bahasa Rusia yang ia sewa beberapa waktu sebelumnya untuk mengatasi kendala bahasa yang nungkin saja akan terjadi.


Kevin duduk kembali di depan setelah mengecek semua persiapan dan semuanya berjalan sesuai rencana.


“tap... tap... tap...”tiga puluh menit kemudian beberapa rombongan dari Globalindo datang dan masuk ke ruang meeting.


Setelah semua duduk di tempat dan posisinya masing-masing, Kevin selaku direktur perusahaan memulai sesion meeting kali ini.


“Selamat pagi semuanya. Terima kasih atas kehadiran semua staf beserta pihak Globalindo di sini.” ucap Kevin memulai memberikan sambutan untuk meeting. Terlihat penerjemah menerjemahkan apa yang dia ucapkan bahasa Rusia.


Setelah selesai memberikan sambutan kemudian Kevin memulai presentasinya. Ia menunjukkan dan menampilkan keunggulan serta kelebihan lain perusahaan yang dibandingkan perusahaan lainnya.

__ADS_1


Noah masih duduk di depan slide dan menyaksikan meeting sedang berlangsung.


“Aha... aku akan beraksi sekarang !”gumam Noah tersenyum lebar.


Ia pun mulai membuka laptopnya dan menembus dinding keamanan perusahaan Kevin dan masuk ke sistemnya.


“tik... tik... tik...”Noah menggerakkan jarinya dengan cepat dan memasukkan formula untuk menembus dinding dan meretas virus.


Dalam hitungan detik dia pun bisa terhubung dengan server induk perusahaan Kevin.


“Sekarang aku hanya perlu mencari lokasi data pentingnya.”gumam Noah kembali menggerakkan jemarinya dengan cepat di atas keyboard.


Dalam sepersekian menit ia berhasil masuk kebagian bank datar perusahaan di mana semua data penting dan rahasia disimpan di sana.


“Klik.... !”Noah mencari data penting yang akan di gunakan untuk presentasi oleh Kevin.


“Ini dia data yang kucari.”celetuk Noah dengan tersenyum lebar.


“Sekarang aku akan memberimu hadiah kecil.”gumam Noah dan memasukkan virus.


“klik..... !” virus berhasil ditransfer ke server induk perusahaan Kevin.


Di tengah meeting Kevin yang sedang menampilkan beberapa data terlihat sedikit gugup.


“Kenapa data ya ingin ku presentasikan tak bisa dibuka ?”batin Kevin yang sudah mencoba berbagai cara untuk memajukan data penting perusahaan namun data itu terkunci.


“Bukankah tadi semuanya baik-baik saja ? Kenapa tiba-tiba udah virus yang menginfeksi dan menyerang sistem induk.”gumam Kevin lagi semakin khawatir jika meetingnya terpaksa berhenti di tengah jalan.


Dia pun mengirimkan pesan singkat elektronik pada sekretarisnya untuk segera mengatasi masalah yang terjadi saat ini.

__ADS_1


Sekretaris Kevin segera menjalankan perintah bosnya dan mencoba mengatasi masalah yang terjadi saat ini.


“Virus apa ini yang menyerang sistem induk ? Susah sekali untuk dihancurkan ! Bagaimana ini ?!”batin sang sekretaris yang berusaha mati-matian membersihkan virus dan merestore ulang data yang terkunci.


Sekretaris itu mulai berkeringat dingin dan masih berusaha terus memecahkan masalah genting saat ini.


Sementara Kevin terpaksa mengganti data yang seharusnya ia tampilkan dengan data lainnya yang hampir mirip.


“klak.... !”Noah menutup laptop sambil menata keluar ruangan dengan tersenyum lebar.


“Semoga presentasi mu hari ini lancar Kevin.”ucap Noah kemudian berdiri keluar dari ruang baca.


Dia melewati Sharp Eye yang masih menikmati alunan musik menghentak.


“Sharp Eye ayo ikut aku. Kita pergi dari sini !”ucap Noah mengajak elang itu keluar dari rumah.


“Kau mau mengajak ku ke mana ?”jawab Sharp Eye menghentikan aktivitasnya dan mengikuti Noah yang sudah berjalan keluar dari ruangan.


“Aku akan mendinginkan otak.”jawab Noah singkat. Ia kemudian mengambil kunci mobil dan bergegas keluar rumah.


Pelayan rumah yang membawakan minuman pesanannya mengejarnya hingga keluar rumah.


“Nona tunggu ini jus pesanan nona !”ucap pelayan tadi saat mama sudah duduk dalam mobil.


“Taruh di dalam saja bibi nanti setelah aku kembali aku akan meminumnya.”balas Noah singkat.


Ia pun memakai kacamatanya kemudian menyalakan mesin mobil dan meluncur di jalanan.


“ck.... ck... ck... ke mana nona muda pergi ? Kenapa dia menyetir dengan kecepatan tinggi seperti itu ?”gumam sang bibi sampai menggelengkan kepala lalu membawa masuk kembali jus yang sudah disiapkannya.

__ADS_1


“Yuhu....kita cari kebebasan di luar sini... !”teriak Noah terus meluncur di jalanan sambil memutar lagu dengan kencang menuju entah ke suatu tempat entah di mana.


BERSAMBUNG...


__ADS_2