Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 56 Gugatan Cerai


__ADS_3

Keesokan harinya Renata pagi-pagi sekali keluar dari rumah dan mengurus semua berkas-berkas yang diperlukan untuk perceraian.


Wanita itu menyewa seorang pengacara untuk antisipasi jika Andre tak mau bercerai darinya dan meminta pengacara itu untuk melindungi semua hak miliknya dari Andre.


Di suatu ruangan pengacara yang disewanya Renata duduk bersama dengan seorang lelaki. Mereka berbicara panjang lebar mengenai perceraian Renata dan Andre.


“Pak... bagaimana apakah bisa menjamin aku bercerai dari Andre ?”Tanya Renata yang terlihat ragu karena Andre yang materialistis tak mungkin begitu mudahnya dan menerima perceraian yang diajukannya.


“Nona aku akan membantumu dan berusaha semaksimal mungkin agar status mu resmi bercerai.”balas orang pengacara meyakinkan Renata.


“Pak tolong aku ingin setelah perceraian semua properti yang awalnya adalah milikku tetap menjadi milikku dan tak ada pembagian warisan.” ucap Renata lagi menjelaskan panjang lebar keinginannya.


“Ya nona... aku akan mengusahakan semua permintaanmu.”balas pengacara itu singkat.


Satu jam kemudian Renata keluar dari kantor pengacara sambil membawa surat gugatan perceraian.


“tap... tap... tap...”Renata berhenti di depan mobilnya kemudian masuk ke dalamnya. Dia tidak langsung pulang ke rumah yang dia tinggali bersama mertuanya dan mengambil jalan yang berbeda.


“Sebaiknya aku pulang ke rumah ayah dan ibu...”batin Renata yang sudah merasa tak nyaman tinggal bersama mertuanya.


Tak lama kemudian wanita itu tiba di rumah orang tuanya. Dia turun dari mobil dengan tenang menuju ke pintu.


“tok... tok... tok...”Renata mengetuk pintu dan menunggu.


Ayah dan ibu yang kebetulan saat itu ada di rumah segera membuka pintu setelah mendengar ada yang mengetuk pintu.

__ADS_1


“Renata... ??!” ucap Ayah dan ibunya Renata bersamaan saat melihat wanita itu pulang dan mengkhawatirkan dirinya setelah insiden sebelumnya.


“Nak.... ada apa denganmu... apa ibu mertuamu melakukan sesuatu padamu ?”tanya Ayah mengira jika Renata saat ini sedang ada masalah.


“Tidak ayah... aku akan menjelaskannya di dalam.”balas Renata sambil tersenyum agar orang tuanya tidak merasa iba padanya.


“Ayo kita masuk kalau begitu.”jawab ibu mengajak Renata masuk dan duduk.


Di dalam Renata duduk di samping Ayah dan Ibunya. Dia pun mulai bercerita sambil menunjukkan surat gugatan perceraiannya dengan Andre.


“Ayah... ibu... aku memutuskan untuk bercerai dari Andre.”ucap Renata mengawali ceritanya.


“Ada masak apa kau sambil bercerai dengan Andre ?”tanya Ayah dan ibunya persamaan dan kaget sekali mendengarnya.


“Andre sudah berselingkuh dariku. Dia berselingkuh dengan salah satu mahasiswi di Universitas kita.”ucap Renata mencoba untuk tenang dan tidak bersedih di depan kedua orang tuanya.


“Andre selingkuh... ? Berani sekali dia berbuat seperti itu padamu. Jika tanpa bantuan dan sokongan dari ku apa dia bisa menjadi seperti yang sekarang ?!!”ucap Ayah marah dan tak terima saja Andre membalas air susu yang dia berikan dengan air tuba.


“Kau yang tenang dan sabar nak... jika begitu mulai sekarang kau tinggal bersama kami saja.”ucap ibu memeluk Renata untuk menenangkan nya.


Namun Ayah masih tidak terima atas perlakuan Andre dan juga ibunya pada Renata. Dia ingin menarik semua yang sudah dia fasilitasi pada Andre.


“Kau mengambil keputusan yang tepat nak. Aku pikir kita harus mengambil kembali semua fasilitas kita yang telah dipakai Andre dan keluarganya.”ucap Ayah Renata yang ingin memberikan pelajaran pada Andre dan keluarganya.


Di lain tempat pengacara yang disewa oleh Renata segera memproses pengajuan perceraian Renata.

__ADS_1


Di siang hari seorang tukang pos mengantar surat ke rumah Andre dan membunyikan bel rumah.


“Ya tunggu sebentar... !”ucap ibu Andre dari dalam rumah yang merasa terganggu saat menonton acara telenovela favoritnya.


“kriek...”Ibu Andre membuka pintu rumah dan melihat tukang pos di luar.


“Ada surat buat Pak Andre.”ucap tukang pos dan langsung menyerahkan surat pada ibunya Andre.


Ibunya Andre menerima surat itu kemudian langsung masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan keras.


“Kasar sekali ibu itu...”ucap tukang pos tadi sambil menggelengkan kepala kemudian segera pergi dari rumah Andre dan melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.


“Surat dari pengadilan agama... ???”gumam wanita itu saat membaca sampul surat. Namun sedia mau membukanya telenovela yang diputarnya sudah mulai lagi dan dia pun menaruh surat itu ke meja lalu duduk manis di depan televisi.


Sore harinya sebulan kerja Andre pulang ke rumah.


“tap... tap... tap...” Andre berjalan masuk ke rumah dan berhenti di dekat meja saat dia melihat surat yang tergeletak di sana. Dia pun mengambil surat itu.


“Untuk ku dari pengadilan agama... jangan-jangan...”gumam Andre tanpa berkeringat setelah membaca sampul surat. Dia pun mengeluarkan isi suratnya dan membacanya.


“Apa... Renata menggugat cerai diriku ? Jadi dia tidak main-main ?” ucap Andre terkejut dan sok membaca surat yang ditujukan untuk dirinya. Dia merasa harga dirinya terinjak-injak karena diceraikan oleh seorang wanita bukan dirinya yang menceraikan Renata.


“Berani sekali Renata itu padaku... aku tidak akan menyetujui gugatan cerai ini. Karena aku tidak mau kehilangan fasilitas yang ada selama ini.” gumam Andre sambil melipat kembali surat dan memasukkannya ke amplop.


Andre membawa surat itu masuk ke kamar dan memikirkan sebuah cara agar Renata tidak bisa bercerai darinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2