
Vivian yang sudah tahu jika di ruangan itu ada Dion bersama Vika mencoba berating untuk mendapatkan hasil yang menyentuh hati.
“Tap... tap... tap...”Vivian melangkah masuk ke ruangan di mana Dion dan Vika duduk.
Vika dan Dion menoleh saat mendengar suara melangkah kaki masuk ke sana dan mereka terkejut saat mendapati Vivian melihat mereka berdua.
“Dion... Vika... ! jadi seperti ini yang kalian lakukan berdua di belakangku ?!”ucap Vivian berdiri menghampiri mereka berdua dengan tatapan marah menatap kedua orang itu.
Dion dan Vika yang saat itu tertangkap basah seketika berwajah pucat dan berkeringat menghadapi kemarahan Vivian.
Vika hanya diam dan tak bisa berkata apapun karena merasa bersalah.
Vivian menghampiri Dion untuk memberinya pelajaran.
“plak... !”sebuah tamparan keras melayang di pipi Dion dan dia hanya menatap Vivian yang marah padanya.
“Kau... sudah berapa lama kau mengkhianati aku...?”teriak Vivian dan menampar Deon sekali lagi dengan keras.
“Vivian... ini tidak seperti yang kau lihat aku bisa jelaskan semuanya.”jawab Dion mencoba menjelaskan untuk meredam amarah gadis itu.
Vivian semakin merasa kesal karena lelaki itu tak mau mengaku meskipun sudah tertangkap basah.
“Tak ada lagi yang perlu kau jelaskan padaku. Semuanya sudah jelas disini !”ucap Vivian tak mau mendengar penjelasan dari Dion lagi.
Vivian kemudian beralih menghampiri Vika dan melakukan hal yang sama yang sudah dilakukan dia sebelumnya pada Dion.
“plak.... !” sebuah tamparan keras mendarat di pipi Vika.
__ADS_1
“Vika... selama ini aku sudah menganggap mu seperti saudaraku sendiri. Tapi aku tak menyangka sama sekali jika kau tega berbuat ini padaku. Tega sekali kau merebut kekasih sahabatmu sendiri !”ucap Vivian dengan keras agar semua pengunjung lainnya bisa mendengar apa yang dia ucapkan.
Vika berdiri dan menghampiri Vivian. Dia seketika memeluk gadis itu saat banyak pasang mata yang menatapnya setelah mendengar teriakan keras Vivian yang mengamuk.
“Vivian... tolong tenangkan dirimu jangan berteriak keras di sini. kita bisa bicarakan semuanya baik-baik di rumah.”ucap Vika berbisik di telinga Vivian dan memohon padanya.
Namun Vivian yang sudah marah telanjur menutup pintu hatinya dan tak ada yang perlu dibicarakan lagi di antara mereka bertiga.
“Apa kah seperti ini sahabat yang baik... ? Kau bahkan tidak meminta maaf padaku, malahan kau membujuk ku untuk berdamai denganmu.”ucap Vivian meninggalkan tangan Vika dari tubuhnya dan mundur menjauh dari gadis itu.
Pengunjung lain yang ada di sana saling berbisik menatap Vika dan Dion, mereka menatap Vivian dengan iba.
Vivian menoleh ke sekitar dan melihat semua orang sedang membicarakan diam dan Vika melanjutkan aksinya kembali.
“Kau ******... ambil saja Dion untuk mu. Aku juga tidak berfoto lelaki tidak berguna seperti dia !”ucap Vivian sambil menunjuk Dion dengan amarah yang meluap-luap.
“Dasar bajingan kau Dion ! Mulai sekarang aku resmi memutuskan dirimu !”ucap Vivian menatap Dion dengan tajam kemudian segera berjalan keluar dari ruangan itu.
Teman Vivian yang tadi menemaninya kini kembali ke ruang sebelah. Begitu dia duduk teman lainnya langsung menanyainya.
“Ada keributan apa di ruangan sebelah sepertinya ramai sekali... ?” tanya salah satu temannya.
Wanita tadi menjelaskan pada temannya apa yang terjadi barusan di ruang sebelah pada mereka semua. Mereka semua merasa iba pada Vivian dan merasa legal adalah seorang wanita yang tak tahu malu.
Di luar Dion berlari mengejar Vivian.
“Vivian... tunggu aku !”ucap Dion menarik tangan Vivian dan membuatnya berhenti.
__ADS_1
“Vivian... tolong maafkan aku. Aku tahu aku salah. Tolong berikan aku kesempatan kedua dan aku tak akan mengulanginya lagi.”ucap Dion menjelaskan dan memohon padanya.
“Tidak bisa... apa kau tidak mendengar perkataan ku tadi ? Semuanya sudah jelas jangan paksa aku !”teriak Vivian berusaha melepaskan tangannya.
Dion tidak mendengar ucapan Vivian dia memeluk gadis itu dengan erat.
Vivian meminjam kekuatan Noah untuk merobohkan Dion.
“buk... !”Vivian berhasil melepaskan pelukan Dion kemudian dia mendorongnya keras dan membuat tubuh dia membentur pohon.
Namun Dion tidak menyerah dia bangkit dan kembali memeluk Vivian lebih erat daripada sebelumnya.
“Lepaskan aku bajingan !”teriaknya meronta dan berusaha melepaskan dirinya dari Dion.
Dari kejauhan Manajer Aksa yang sedari tadi mau keluar dari dari mobil dan mengurungkannya karena melihat Vivian dan Dion, kali ini dia keluar dari mobil setelah melihat dia menyakiti Vivian.
“buk.... !”Manajer Aksa seketika memukul Dion lalu menarik tubuhnya dan mendorongnya hingga menabrak pohon kembali.
“Dion... ku peringatan kau sekali lagi. Jika kau sampai berani mendekati Vivian dan mengganggunya maka aku tak segan-segan akan mengajar mu lagi !”ucap Manajer Aksa memberi peringatan pada Dion.
Dion seketika berdiri kemudian pergi dari tempat parkir.
Sementara itu Manajer Aksa menghampiri Vivian dan merangkainya kemudian mengajaknya masuk ke mobil dan mengantarnya pulang ke rumah.
BERSAMBUNG...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1
Dear all Readers... dukung dan baca karya lainnya berjudul Pembalasan Sang Penakluk ya.
Terima kasih atas dukungannya selama ini. 😆❤️❤️