
Renata lama berpikir dan masih bingung Apakah dia akan memberitahu kedua orang tuanya atau tidak. Namun Noah terus mendesaknya dengan memberikan penjelasan panjang lebar.
“Ya... baiklah Noah... aku menyetujui saran mu.”jawab Renata.
“Baiklah aku akan menelepon orang tuamu kalau begitu.”jawab Noah.
Dia pun mengambil ponsel dan menelepon ayah Renata.
“kring... kring... kring...”
Ayah Renata sedang duduk santai di rumah bersama istrinya. Dia mengeluarkan ponsel dari sagunya setelah mendengar nada dering panggilan.
“Telepon dari siapa ayah... ?”tanya ibu yang duduk di samping ayah.
“Dari Renata bu, sebentar ayah angkat dulu...”jawab Ayah menunjukkan ponselnya pada istrinya.
“Halo nak....”ucap ayah Renata saat menerima telepon.
“Ayah... bagaimana kabar ayah dan ibu... ?”tanya Renata.
“Ayah dan ibu baik-baik saja nak bagaimana denganmu... ?”balas Ayah balik bertanya.
“Aku tidak baik-baik saja dan sedang berada di rumah sakit sekarang.”ucapnya dengan suara lemah.
Ayah seketika kaget mendengar kabar dari putrinya setelah sekian lama tak menghubungi dirinya dan saat menelepon memberitahukan sedang dirawat di rumah sakit.
“Apa... kenapa kau terluka nak ?”tanya ayah sampai berdiri dari kursi.
“Aku terbentur sudut meja dan kepalaku berdarah.”ucap Noah menjelaskan lagi dan membuat ayahnya semakin mencemaskan kondisinya.
“Bagaimana itu bisa terjadi ?”tanya ayahnya lagi yang ingin tahu detail kejadiannya.
__ADS_1
Renata pun menceritakan pada ayahnya kejadian yang barusan menimpa dirinya bahwa dia didorong oleh ibunya dengan keras hingga terbentur sudut meja.
Ayah tampak marah mendengar penuturan dan cerita dari putri semata wayangnya yang mendapatkan perlakuan kasar dari ibu mertuanya.
“Ayah... tenangkan diri mu...”ucap ibu ikut berdiri untuk menenangkan suaminya dan menepuk-nepuk bahunya.
“Sekarang tuh ada di rumah sakit mana nak ?”tanya ayahnya lagi dan ternyata menjelaskan lokasi tempat dirinya dirawat sekarang pada ayahnya.
“Ayo ibu kita berangkat sekarang.”ajak ayah dan segera bergegas berangkat ke rumah sakit bersama istrinya.
Tak berapa lama kemudian mereka berdua tiba di rumah sakit dan menuju ke ruangan tempat Renata dirawat.
“kriek...” suara pintu terbuka dan lihat ayah dan ibu Renata masuk ke ruangan.
“Ayah... ibu...”panggil Renata saat melihat mereka berdua.
“Bagaimana kondisi mu nak... ?”tanya ibu berdiri di samping Renata.
“Apa... kau memanggil ambulans sendiri ? Lalu di mana suami atau mertuamu ?”tanya ayah Renata yang semakin gusar karena tidak mengurusi dengan memperhatikan putrinya dengan baik.
Noah hanya diam saja tak menjawab agar tak membuat Ayah Renata semakin marah.
“tap.... tap... tap...” terdengar derap langkah lain menuju ke ruangan.
Andre dan ibunya masuk ke ruangan tempat Renata dirawat. mereka berdua menghampiri Renata yang masih terbaring.
“Renata apa yang terjadi padamu... kenapa kau bisa sampai terluka seperti ini ?”tanya Andre memegang tangan istrinya di depan kedua orang tua Renata agar terkesan perhatian.
“Sayang.... aku didorong oleh ibu hingga sisi meja.”ucap Renata menjelaskan pada suaminya.
Andre merespon datar. Dia tidak membela dirinya dan juga tidak memihak ibunya.
__ADS_1
Ibu Andre seketika marah mendengar apa yang barusan diucapkan oleh menantunya.
“Dasar kau... apa kau bilang barusan kau secara terang-terangan menuduhku telah mencelakai dirimu ?”ucap Ibu Andre yang tersulut emosinya.
“Andre yang kukatakan benar adanya aku tidak bohong padamu.” ucap Renata lagi menimpali Ibu mertuanya.
“Renata.... ibu sudahlah jangan memperpanjang masalah. Ku rasa kalian berdua salah paham saja.”ucap Andre menengahi mereka berdua agar tidak bertengkar.
“Andre kau jangan dengarkan istrimu itu. Dia itu wanita salah didikan Semoga aja menjadi tidak bermoral seperti itu.”ucap Ibu Andre yang merasa tidak terima dipermalukan di depan banyak orang.
Hal itu membuat Ayah Renata yang sudah dari tadi menahan amarah kini tak bisa menahan amarahnya lagi.
“Kau bilang apa ? putriku wanita salah didikan ? Itu artinya sama saja kau menghina kami berdua !”ucap Ayah Renata dengan nada tinggi.
Dia tidak menyangka saja besan nya itu berbicara seenaknya saja tanpa memikirkannya lebih dulu seperti orang tidak berpendidikan saja.
“Beruntung kau menikah dengan putraku. jika tahu sikapmu seperti ini mana ada lelaki yang mau menikah denganmu ?!”ucap Ibu Andre yang masih tak terima dan terus mencaci Renata.
Ayahnya Renata semakin marah dan tak bisa menahannya lebih lama lagi.
“Keluar kau... kau juga Andre keluar kalian berdua dari sini !”bentak ayahnya Renata mengusir mereka berdua dari ruangan itu.
“Ayah... tolong jangan usir aku. Aku minta maaf atas perkataan ibuku. Dan aku akan membawa pulang Renata setelah ini.”ucap Andre menghampiri mertuanya yang sedang marah.
Namun ayahnya Renata sudah tak bisa mentolerir nya.
“Tidak... kalian pergi saja dari sini sekarang juga !”teriak ayah Renata lagi.
Andre dan ibunya pun segera hengkang dari ruangan itu dan sama sekali tak menoleh pada Renata saat keluar dari ruangan itu.
BERSAMBUNG....
__ADS_1