
Tak berapa lama kemudian mobil putih tadi tiba di sebuah rumah sakit. Dia pun segera turun dari mobil sambil membopong tubuh Irise dan menyerahkannya pada petugas medis yang ada di rumah sakit.
“Suster tolong bawa segera dan rawat pasien ini.”ucap lagi itu padahal seorang petugas medis yang lewat di depannya.
“Baik tuan...”jawab seorang petugas medis dan membawa masuk tubuh Noah ke ruangan.
“Tolong tunggu di luar dulu tuan.”ucap petugas medis pada lelaki yang menyelamatkan Noah.
Lelaki berjas biru gelap itu mengangguk kemudian menunggu di luar ruangan dan dengan cemas.
Beberapa petugas medis lain dan dokter datang ke ruangan untuk memeriksa keadaan Noah.
Petugas medis yang ada di sana melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Noah.
“Tidak ada luka fisik dok...”ucap seorang petugas medis pada dokter.
“Coba periksa lagi secara menyeluruh !”balas dokter memberikan perintah.
Petugas medis kembali melakukan pemeriksaan pada tubuh Noah dan menyatakan terdapat senyawa berbahaya dalam tubuh pasien.
“Dokter, pasien terkontaminasi zat berbahaya dalam tubuhnya.”jelas petugas medis pada dokter.
Dokter dan petugas medis kemudian melakukan perawatan pada Noah.
Enam puluh menit kemudian dokter dan petugas medis keluar dari ruangan setelah selesai melakukan perawatan pada Noah.
“Dokter bagaimana kondisi pasien ?”tanya lagi itu Langsung berdiri saat melihat Dokter membuka pintu.
“Kondisinya sudah aman dan sudah melewati masa kritis.”jawab dokter membuat lelaki itu bingung pada kondisi Noah sebenarnya.
“Maksud dokter ?”ucap lelaki itu kembali bertanya.
Dokter kemudian menjelaskan pada lelaki itu jika kondisi pasien sebelumnya dalam keadaan bahaya dikarenakan dalam tubuhnya terdapat zat berbahaya yang menyerang kinerja sel syaraf.
__ADS_1
“Jika pasien besok sudah siuman maka pasien besok sudah boleh pulang.”ucap dokter menambahkan penjelasan.
Setelah dokter dan petugas medis pergi dari ruangan itu lelaki itu masih untuk melihat kondisi Noah.
“Aku tidak tahu zat berbahaya apa yang ada dalam tubuhmu... tapi aku kirai itu tak ada hubungannya dengan kecelakaan tadi.”ucap lelaki itu menatap Irise yang masih belum sadarkan diri.
Dia pun latihan duduk di kursi yang tak jauh tempat Irise berbaring. Lelaki itu tampak memperhatikan jam di tangannya dan beberapa kali melihat ke arah luar.
“Aku ada pertemuan gala meeting dengan beberapa perusahaan tiga puluh menit lagi. Aku tidak mungkin membuat mereka kecewa.”ucap lelaki itu tampak gelisah. Dia pun berdiri dan kembali menghampiri Irise yang masih belum membuka matanya.
“Nona aku minta maaf sudah membuatmu mengalami kecelakaan. Tapi kondisimu saat ini sudah aman, dan aku masih ada janji yang harus ku penuhi.”ucap lelaki itu berbicara pada Irise.
Tak beberapa lama kemudian seorang petugas medis masuk ke ruangan untuk memeriksa keadaan pasien.
“Maaf... aku ada acara penting yang harus ku hadiri saat ini. Aku titip pasien ini sebentar.”ucap lelaki itu pada petugas medis.
Lelaki itu kemudian membayar administrasi perawatan Irise sekalian agar dia tak mempunyai beban dan tak merasa bersalah.
“kriek....”Lelaki itu menutup pintu ruangan dan segera menuju ke mobilnya kemudian keluar dari rumah sakit.
Sharp Eye yang sedari tadi ada di ruangan dan menunggu Noah terus memanggilnya namun tak ada jawaban ataupun respon darinya.
Tiga puluh menit kemudian Noah menggerakkan jarinya namun matanya masih terpejam. Keluar keringat dingin dari tubuhnya.
Dalam pikiran Noah saat ini lelaki itu kembali ke dunianya. Dia melihat dirinya sedang bersama Cheryl di suatu tempat.
“Kenapa aku kembali ke tempatku apa misi ku sudah selesai...”gumam Noah berdiri di bawah sebuah pohon besar di depan Cheryl.
“Noah... apa benar kau serius padaku dan akan melamar diriku ?”ucap Cheryl sambil tersenyum lebar dan memegang tangannya.
Noah hanya diam saja dan mengingat kembali dan menyadari jika saat ini dia berada di waktu dua tahun yang lalu.
Waktu tiba-tiba berubah dan membawanya ke waktu berbeda namun tetap bersama dengan Cheryl. Kemudian waktu berhenti di saat kejadian penusukan Cheryl padanya.
__ADS_1
“Tidaak.... !”teriak Noah saat berusaha menghindari tikaman dari Cheryl namun tetap saja dia terluka dan tubuhnya bersimbah dengan darah.
Noah pun akhirnya membuka mata dan melihat ke sekitar.
“Dimana aku sekarang...”ucapnya tampak bingung setelah sadar.
Dia pun duduk sambil mengatur nafasnya yang menderu setelah mengalami mimpi buruk. Dia melihat Sharp Eye yang berada di dekatnya.
“Akhirnya kau sadar juga. Kau ada di rumah sakit sekarang setelah mengalami kecelakaan mobil.”jawab Elang Itu menjelaskan padanya.
Noah mencoba mengingat apa yang terjadi pada nya.
“Jadi siapa yang menyelamatkan aku dan membawa aku kemari ?”ucap Noah menatap Sharp Eye.
Elang itu menjelaskan adanya Jika seorang lelaki yang tadi menabrak ke rumah sakit ini namun dia pergi dan meninggalkan sebuah kartu nama di meja.
Noah melihat ada kartu nama di meja dan segera mengambilnya.
“Allan Fiasco....”ucap Noah membaca nama yang tertera di kartu nama yang di pegangnya.
Dia melanjutkan membaca informasi yang tertera pada kartu nama itu dan menemukan sebuah nama perusahaan tempat dimana lelaki itu bekerja.
Noah kemudian menatap jam dinding yang ada di rumah sakit.
“Aku harus pulang sekarang... aku sudah merasa tubuhku baikan. Aku tidak mau tidur di tempat ini.” ucap Noah.
Tanpa menunggu perawat yang datang, Noah kemudian melepas infus yang menancap di tubuhnya. Dia pun keluar dari ruangan itu dan masuk ke taksi yang sudah dia pesan, meluncur menuju ke rumah.
Sementara itu Edwin yang berada di rumah bertanya-tanya kemana Irise pergi karena sampai saat ini wanita itu belum kembali ke rumah.
Edwin tak mau berpikir lagi dan dia pun memutuskan untuk tidak menunggu wanita itu pulang. Edwin berjalan masuk ke kamar dan merebahkan dirinya di tempat tidur dan sama sekali tak memperdulikan Irise.
BERSAMBUNG....
__ADS_1