Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 84 Menjenguk Ibu


__ADS_3

Di tengah jalan sebelum tiba ke rumah, Irise teringat pada ibunya. Dia pun memutuskan untuk menuju ke rumah ibunya sebelum pulang ke rumah dan mampir di sana sebentar.


“Bagaimana kabar Ibu sekarang... aku tak pernah mendapatkan telepon darinya... semoga saja dia baik-baik saja.”gumam Irise prihatin dan berasa cemas pada keadaan ibunya setelah pisah ranjang dengan ayahnya.


Ibunya Irise tinggal di rumah kakeknya yang memang kosong tak ada yang menempati dan rumah itu diwariskan untuknya.


Tak Berapa lama kemudian iris berhenti di sebuah rumah besar dan megah yang merupakan peninggalan kakeknya.


“tok... tok... tok...”Irise segera mengetuk pintu setelah tiba di sana.


Lama dia menunggu di depan pintu namun Ibunya belum juga keluar untuk membuka kan pintu.


“Ibu... aku datang....”ucap Irise kembali memanggil ibunya sambil mengetuk pintu.


Dia pun teringat Jika dia mempunyai kunci cadangan rumah kakeknya itu.


“Semoga saja aku membawanya...”gumam Irise kemudian memeriksa tasnya dan menemukan kunci rumah.


“Untung saja aku membawa kunci rumah ini...”gumamnya sambil memasukkan kunci ke pintu dan memutar handle pintu.


“klak...”pintu terbuka dan wanita itu segera masuk ke dalam. Dia mengira ibunya sedang keluar rumah.


Irise melihat ruang tengah yang sedikit berantakan. Beberapa koran tergeletak di meja dan belum dilipat.


“Apa yang terjadi... tak biasanya ibu seperti ini...”gumamnya saat melihat barang-barang lainnya sedikit berantakan karena sifat dasar ibunya suka pada kerapihan.


Melihat hal yang tak biasa itu Irise menjadi khawatir jika sesuatu terjadi pada ibunya. Dia pun langsung menuju ke kamar ibunya.


“Ibu.... !!!”teriak Irise saat tiba di kamar ibunya. Dia melihat ibunya terbaring di tempat tidur dengan kondisi pucat.

__ADS_1


“Ibu... ibu...ibu... !”ucap Irise terus memanggil ibunya.


Wanita itu menyentuh tubuh ibunya yang terasa hangat dan terus memanggilnya untuk menyadarkan ibunya.


“Irise....itu kau... ? Atau aku berhalusinasi ?”ucap ibu setelah mendengar suara iris memanggilnya dan terbangun. Karena sudah lama putrinya tidak mengunjungi dirinya.


“Ibu... ini aku Irise, Ibu tidak sedang bermimpi.”ucapnya sambil memegang tangan ibunya menjelaskan jika dirinya nyata.


Wanita itu tersenyum lalu menyentuh pipi Irise.


“Sudah lama sekali kau tidak ke sini...”ucap ibu kemudian duduk dengan bantuan Irise.


Irise kemudian duduk di samping ibunya di tempat tidur dia menjelaskan penyebab dirinya tidak menjenguk ibunya bukan karena dia tidak mau namun melainkan karena kondisinya yang belakangan ini tidak sehat.


“Ibu... maaf aku akan lebih sering menjenguk Ibu setelah ini.”ucapnya menjelaskan setelah selesai menceritakan permasalahannya.


“Ibu... apa ibu sakit muka ibu terlihat pucat... dan tubuh ibu hangat.”tanya Irise khawatir pada ibunya.


“Kau tak perlu mengkhawatirkan kondisi ibu. Aku baik-baik saja nak. Belakangan ini Ibu sering merasa lemas, demam dan kadang sedikit sesak nafas.”ucap wanita itu menjelaskan pada putrinya.


Namun Irise masih tampak khawatir pada kondisi ibunya saat ini meskipun wanita itu bilang padanya jika kondisinya baik-baik saja.


“Ibu.... aku akan mengantar ibu ke rumah sakit sekarang.”ucapnya lalu berdiri dan membantu ibunya berdiri berjalan keluar dari kamar.


“Tidak... tolong ambilkan obat ibu yang ada di kota obat di ruang makan saja.”ucap ibu menolak ajakan Irise kembali duduk di tempat tidur.


Irise pun menuruti kata ibunya. Dia pun segera menuju ke kotak obat Ya udah di ruang makan untuk mengambil obat.


“Ini obatnya ibu...”Irise memberikan obat yang diambilnya beserta segelas air mineral pada ibunya.

__ADS_1


Sharp Eye yang mengikuti Noah sedari tadi tiba-tiba mendapatkan notifikasi tanda bahaya.


“Noah.... sepertinya ibunya Irise tidak dalam kondisi prima. Aku barusan mendapatkan notifikasi bahaya.”ucap elang itu menjelaskan notifikasi yang barusan didapatnya.


“Baiklah... aku akan membujuknya agar dia mau mengikuti ku ke rumah sakit.”balas Noah dan segera bertindak cepat.


“Ibu... bagaimana keadaan ibu setelah meminum obat barusan ?”tanya Noah khawatir.


“Biasanya setelah istirahat nanti akan sembuh sendiri setelah minum obat...”balas wanita itu kemudian berbaring di tempat tidur.


“Ibu... sebaiknya Ibu ikut denganku sekarang ke rumah sakit. Kita lakukan check up menyeluruh di sana untuk mengetahui penyakit ibu.”ucap Noah memberi saran.


Namun lagi-lagi wanita itu menolak untuk pergi ke rumah sakit dan lebih nyaman tinggal di rumah.


“Ibu... sebenarnya hari ini aku ada jadwal juga di rumah sakit, aku harus mengikuti terapi untuk menghilangkan efek obat yang menumpuk di tubuhku. Jadi sekalian saja Ibu ikut denganku ke sana...”ucapnya memberi penjelasan panjang lebar untuk membujuk wanita itu.


Wanita itu juga terkejut mendengar penjelasan putrinya yang harus menjalani terapi.


“Apa ya sebenarnya terjadi padamu... bagaimana bisa kau harus menjalani terapi di rumah sakit ?”ucap ibunya menjadi khawatir dengan kondisi putrinya.


“Ceritanya panjang Ibu nanti aku akan menjelaskannya padamu. Sekarang kita pergi ke rumah sakit dulu.”balas Noah menjawab singkat dan masih keras membujuk wanita itu.


“Ya.... kita sudah berangkat sekarang kalau begitu.”jawab wanita itu akhirnya menyetujui ajakan putrinya.


Beberapa saat kemudian terlihat dua wanita itu keluar dari rumah dan masuk ke mobil Irise.


Mobil meluncur menuju ke rumah sakit tempat Irise menjalani terapi.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2