Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 91 Mengerjai Edwin


__ADS_3

Di dalam taksi Noah duduk bersandar di kursi dengan santai dan tenang menunggu sopir mengantarnya ke rumah.


Sementara itu di rumah sakit seorang petugas medis kembali masuk ke ruangan tempat Noah dirawat.


“Pasien nya hilang...”ucap tugas medis tersentak kaget saat melihat ruangan itu kosong, hanya ada selang infus yang masih tergantung di tempatnya.


Dia pun segera menelpon petugas security yang ada di rumah sakit untuk mencari pasien yang kabur dari rumah sakit.


Seorang security yang berjaga di luar Rumah Sakit menyisir area di sekitar rumah sakit namun tak menemukan keberadaan Noah.


Di lain tempat lelaki yang tadi menyelamatkan Irise tiba di sebuah hotel tepat di waktu dia memberikan sambutan.


“Untung saja aku tidak terlambat...”ucapnya tiba di di sebuah ruangan di hotel.


Dia pun segera mengambil mic dari pembawa acara yang ada di sana dan mulai memberikan sambutan.


“plak... plak... plak...” terdengar suara atau bukan tangan meriah dari para hadirin yang ada di sana.


“Tuan Alland memang brilliant dalam mengungkapkan berbagai ide di dunia bisnis.”ucap seorang lelaki pada rekannya.


“Ya tentu saja dia lama tinggal di Belanda pasti dia sudah banyak pengalaman di sana.”balas lagi lain menanggapi temannya tadi.


Sementara di lain tempat, Noah akhirnya tiba di rumah. Dia turun dari taksi dan masuk ke rumah.


“Nona... kenapa pulang naik taksi ?”tanya seorang pelayan wanita yang berpapasan dengannya di ruang tengah.


“Aku mengalami kecelakaan kecil.”jawab Noah berhenti dan menjelaskan.


Pelayan itu seketika terkejut dan memperhatikan tuan rumahnya itu dengan seksama.


“Lalu apa nona baik-baik saja ?”tanya pelayan wanita itu khawatir.


“Tidak apa-apa bi aku baik-baik saja. Oh ya tolong beritahukan pada Cakhra untuk mengurusi mobilku.”ucap Noah.


“Baik nona...”jawab pelayan wanita itu dan segera kembali ke belakang untuk mencari Cakhra dan menyampaikan pesan dari Irise.

__ADS_1


“Tap... tap... tap...”Noah berjalan masuk ke kamar.


Di dalam kamar dia melihat Edwin yang sedang tertidur pulas sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar dan memenuhi kasur.


Noah berdiri di samping Edwin dengan kesal dan terus menatapnya.


“Lelaki macam apa kau ini... bisa-bisanya kau tidur nyenyak di saat istrimu belum pulang ke rumah selarut ini...”ucap Noah sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


Dia membandingkan dengan dirinya sendiri walaupun dia juga Seorang playboy namun dia tak sampai hati cuek pada seorang wanita dan sama sekali tak mengkhawatirkan keadaan diri nya.


Mulai muncul ide konyol liar khas Noah melihat Edwin yang tidur dengan tenang dan sepertinya sedang bermimpi indah.


“Sharp Eye... apa Kok bisa membantuku memindahkan lelaki ini turun ke lantai tanpa perlu membangunkan dia ?”tanya Noah ingin berbuat usil pada Edwin.


“Ada.... tapi alat itu tidak gratis.”jawab orang itu menjelaskan setelah memeriksa semua item yang ada di toko sistem.


“Berapa harganya... ?”tanya Noah penasaran.


“Harganya hanya dua ratus poin saja.”jawab Sharp Eye menjelaskan dan segera mengeluarkan item yang dia maksud.


Noah pun setuju saja karena harganya murah sekali. Sharp Eye kemudian menggunakan item teleporter singkat itu.


“Teruslah bermimpi indah sampai besok... !”ucap Noah tersenyum lebar menatap Edwin sudah berpindah ke lantai dan lelaki itu tetap tidur dalam keadaan tersenyum.


Noah melangkahi tubuh Edwin dan merupakan dirinya di tempat tidur.


Keesokan paginya Edwin bangun lebih dulu karena merasakan tempat di sekitarnya dingin sekali dan terasa keras.


“Kenapa aku tiba-tiba ada di lantai... ?” gumamnya saat membuka mata dan duduk lalu melihat dia tak berada lagi di kasurnya yang empuk.


Edwin berdiri dan akan melupakan diri di tempat tidur namun dia terkejut saat melihat Irise yang sudah ada di sana.


“Kapan wanita ini pulang kenapa aku tidak tahu... dan apa dia yang memindahkan aku ke lantai ? Tapi sepertinya tidak mungkin dia kuat mengangkat tubuhku....”ucap Edwin berpikir siapa yang memindahkan dirinya ke lantai.


Lelaki itu masih merasa mengantuk dan dia pun duduk di samping Noah lalu merebahkan dirinya di sana.

__ADS_1


Noah yang sebenarnya sudah bangun dan pura-pura tertidur membuka lebar tangannya kemudian beralih miring ke kiri dan membuka lebar kakinya.


“duk... !”Noah menendang dengan keras dan membuat Edwin jatuh ke lantai.


“Auuw...!”teriak Edwin yang kesakitan.


Dia berdiri dan menghampiri Irise sambil menatapnya.


“Jadi penyebab sebelumnya aku tidur di lantai juga karena kau menendang ku saat tidur... tapi sejak kapan tidurmu menjadi tak lembut seperti biasanya...”gumam Edwin menatap istrinya dengan tatapan yang aneh karena rasa perilaku wanita itu berubah tidak sama seperti biasanya.


Siang hari di suatu perusahaan tampak Alland keluar dari ruang meeting. lagi itu berjalan masuk ke ruangannya dan duduk sebentar sekedar untuk menghirup nafas dalam-dalam.


Lelaki itu duduk dan termenung sambil menatap ponselnya.


“Kenapa tak ada yang menghubungi ku... kenapa wanita itu tidak meninggalkan pesan atau meneleponku setelah aku memberinya kartu nama...”gumam Alland yang sengaja meninggalkan kartu namanya untuk Irise agar gadis itu menghubunginya jika ada sesuatu yang harus disampaikan padanya.


“Atau mungkin dia belum sadarkan diri sampai sekarang...”ucap Alland lagi.


Dia yang merasa bertanggung jawab atas kecelakaan itu segera keluar dari kantornya dan menuju ke rumah sakit untuk memeriksanya sendiri.


Setibanya di rumah sakit, Alland bergegas masuk ke ruang tempat Irise di rawat.


“Kemana gadis itu pergi... kenapa tidak ada di sini ?”batin lelaki itu terkejut sekali saat melihat ruangan itu kosong dan juga bersih.


Alland pun keluar dari ruangan dan menuju ke salah satu ruangan petugas medis.


“Permisi... maaf pasien di ruang mars Kenapa tidak ada apa dia dipindahkan ke ruangan lain ?”ucap Alland pada salah satu petugas medis yang ditemui.


“Maaf tuan.... pasien di ruang itu saat kami melakukan pemeriksaan rutin, namun security yang ada di sini juga mencari keberadaan pasien itu namun tidak menemukannya.”jawab petugas Adis Itu menjelaskan panjang lebar..


“Baik, terima kasih.”jawab Alland singkat lalu kembali ke ruangan Irise


Dia kemudian duduk di kursi sebentar yang ada di depan ruangan tempat iris dirawat sebelumnya.


“Kemana wanita itu pergi... padahal aku ingin meminta maaf padanya.” gumam Alland yang merasa kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Irise.

__ADS_1


Lelaki itu pun masih duduk di sana dan menunggu, siapa tahu saja gadis yang diselamatkannya itu kembali ke sana atau ponsel nya berdering.


BERSAMBUNG... JE


__ADS_2