
Irise duduk di dalam mobil di samping Alland. Mereka menuju ke sebuah pusat perbelanjaan. Di tengah perjalanan mereka berdua mengobrol.
“Irise kenapa kau memintaku mengantar ke pusat perbelanjaan ?”tanya Alland sesekali menatap Irise yang duduk di sampingnya.
“Aku ingin memilih kado untuk ayah ku.”jawab Irise singkat.
Alland kembali bertanya padanya karena penasaran.
“Apa ada hari spesial, kau memberikan kado untuk ayahmu ?”ucap Alland lagi untuk memperjelas.
“Besok adalah hari ulang tahun ayahku. Dia mengadakan acara jamuan makan malam di rumah.”balas Irise kembali menjelaskan hari istimewa itu pada Alland karena ia tak ingin melewatkan hari bahagia itu.
Sebenarnya niat gadis itu mengajak Alland menemaninya selain karena dia ingin mentraktirnya sebagai rasa terima kasihnya juga karena dia ingin Alland membantunya memilihkan hadiah yang terbaik untuk ayahnya.
“Jadi begitu rupanya.”jawab Alland singkat dan tersenyum kecil menatap Irise. Entah kenapa hatinya merasa berbunga-bunga hanya karena Irise mengajaknya untuk menemani berbelanja.
Mereka berdua tiba di depan pusat perbelanjaan. Alland berhenti dan membukakan pintu untuk Irise.
“Tunggulah di sini sebentar aku akan memarkir mobil.”ucap Alland menutup kembali pintu setelah Irise turun.
Alland menuju ke tempat parkir untuk memarkirkan mobilnya. Dia pun segera kembali dan menghampiri Irise yang masih menunggunya.
“Ayo kita masuk.”ucap Alland mengajak Irise untuk segera masuk.
Mereka berdua masuk dan melihat-lihat beberapa item yang ada di sana. Sudah berpindah ke beberapa stand namun Alland belum melihat Irise mengambil satu barang pun.
“Irise... sebenarnya apa yang kau cari ?”tanya Alland sedikit merasa kalah setelah mengikuti Irise berjalan hingga ke lantai tiga.
Irise terbalik dan duduk sebentar di sebuah kursi yang ada di dekat ruang ganti karena dia merasa kakinya sedikit pegal.
“Aku bingung mau memberikan hari apa untuk ayah. Aku sama sekali tak ada gambaran. Apa kau bisa membantu ku ?”tanya gadis itu sambil menarik lengan Alland agar ikut duduk bersamanya.
__ADS_1
Alland duduk dan berpikir. Sebelumnya dia tak pernah bertemu dengan ayahnya Irise dan tidak tahu seperti apa selera nya.
“Irise bagaimana jika kau memberinya jam tangan saja ?”balas Alland setelah menemukan sebuah ide.
“Ya benar ide mu bagus. Tapi aku butuh dua kado. Kira-kira item apa selain jam tangan yang juga menarik ?”balas Irise.
Alland merasa heran kenapa gadis itu harus membawa dua kado.
“Satu lagi untuk siapa ?”tanya Alland yang tak bisa menahan rasa penasarannya.
“Sebenarnya aku ingin memberikan sedikit kejutan buat Ayahku. Satu kado lainnya nanti akan aku beri nama ibuku meskipun dia tak mungkin mau datang ke pesta ulang tahunnya.”balas Irise menjelaskan maksudnya jika ia ingin mempersatukan kembali ayah dan ibunya. Mungkin saja pandangan ayahnya berubah pada ibunya dengan bingkisan kecil darinya.
Alland kembali berpikir dan mencari ide.
“Irise aku tahu ini hanya hadiah kecil saja tapi ayah mu pasti menyukainya. Berikan kado padanya yang kau atas namakan ibu mu itu dasi.”balas Alland setelah menemukan sebuah ide jika barang itu akan selalu dipakai dan teringat pada yang memberinya.
“Baiklah ayo kita lanjut lagi.”ucap Irise berdiri.
Mereka berdua kemudian menuju ke stand jam tangan dan melihat-lihat arloji yang ada di etalase.
“Tolong ambilkan yang ini.” ucap iris menunjuk salah satu jam.
Pramuniaga mengambilkan jam yang ditunjuk oleh Irise dan memberikannya pada gadis itu.
“Alland tolong bantu aku lagi.”ucapnya sambil memegang tangan kanan Alland dan memakaikan jam tangan tadi.
Alland hanya diam saja dan menurut pada perkataan Irise. Dalam hati dia merasa senang bisa membantu Irise.
“Kurasa jam yang ini lebih bagus.”ucap Alland menunjuk sebuah jam tangan.
Pramuniaga mengeluarkan jam yang ditunjuk oleh Alland dan Irise kembali memakaikan jam tangan tadi di pergelangan kiri Alland.
__ADS_1
“Baik aku ambil yang itu saja.”ucap Irise pada pramuniaga memintanya untuk membungkus sekalian jam tangan yang di pilih oleh Alland.
Selesai memilih jam tangan Mereka kemudian berpindah ke stand dasi. Irise bediri dari dari kejauhan untuk memilih Dasi mana yang menurutnya bagus.
Gadis itu kemudian berjalan mendekat dan mengambil lima dasi yang menurutnya bagus dan menunjukkannya pada Alland.
“Apa kau bermaksud mencoba memakaikan lagi padaku ?”ucap Alland menebak maksud Irise.
“Ya... jika kau tidak keberatan.”balas Irise sambil tersenyum kecil.
“Baiklah... aku lepas dasi ku dulu.”jawab Alland segera melepas dasinya.
Irise mencoba memakaikan satu persatu dasi pada Alland.
“Bagaimana menurutmu ?”tanya Irise saat melihat Alland yang diam dan menatapnya dengan tatapan aneh.
“Aku seperti merasakan istri ku memakaikan dasi padaku. Lama sekali tak ada yang memakaikan dasi untukku.”batin Alland yang tiba-tiba terlintas sebuah pikiran aneh dan merasakan kenyamanan.
“Aku lebih suka dasi yang sebelumnya.”jawab Alland.
“Tapi yang ini aku juga suka.”balas Irise.
Ia pun melepas kembali dasi yang ia pasangkan pada Alland lalu menyerahkan dua dasi yang di pilihnya dan Minta perempuan yang kayak itu untuk membungkusnya secara terpisah.
Selesai memilih dasi mereka berdua pun memutuskan untuk menuju ke foodcourt yang ada di sana.
Alland dan Irise mengobrol santai sambil menikmati menu makanan mereka. Di ujung waktu tepat saat mereka sudah duduk di mobil, Irise memberikan satu kado untuk Alland.
“Apa ini Irise ?” tanya lelaki itu saat menerimanya.
“Hadiah kecil dari ku. Semoga kau menyukainya. Terima kasih sudah menemaniku.”balas Irise kemudian turun dari mobil saat mobil sudah sampai di depan rumahnya.
__ADS_1
Irise masuk ke mobil dengan membawa dua bingkisan untuk ayahnya. Sedangkan Alland tersenyum setelah membuka isi kado nya.
BERSAMBUNG....