Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 156 Menjemput Freya


__ADS_3

Freya diam mematung menatap pasien yang ditabraknya. Dia bingung mau bicara apa pada lelaki itu.


“Lelaki ini... dia gegar otak atau amnesia total ?”batin Freya merasa aneh saja dengan lelaki yang ditabraknya itu.


“klak...” pintu ruangan terbuka dan seorang petugas medis masuk ke dalam untuk memeriksa kondisi pasien.


Freya yang melihat seorang petugas medis masuk segera menghampiri.


“Perawat, sebenarnya pasien ini benar gegar otak, atau amnesia total atau mengalami kondisi lain yang lebih parah ?”tanya Freya pada petugas medis serta menjelaskan kondisi pasien yang salah mengira dirinya sebagai temannya.


“Baik nona, aku akan memeriksa kondisinya lagi untuk mematikannya.”balas petugas medis.


Petugas medis segera menghampiri pasien untuk memeriksa kondisinya. Dia pun melakukan tes untuk mengetahui kondisi pastinya.


“Tuan... apa anda ingat siapa nama anda ?”tanya petugas medis.


“Namaku Darwin, nona.”jawab lelaki itu dengan lancar.


“Dimana alamat rumah anda ?”ucap tugas medis kembali mengajukan pertanyaan dan ternyata pasien itu bisa menjawabnya dengan lancar.


“Bisa anda jelaskan kejadian kecelakaan yang barusan anda alami ?”tanya petugas medis lagi menggali lebih dalam.


Terlihat pasien tadi diam agak lama sambil berpikir mengingat kejadian sebelumnya.


“Aku... sedang mengisi BBM mobil. Lalu aku menyeberang jalan untuk membeli air mineral. Seorang wanita mengajakku untuk berjalan mengikutinya menuju ke sebuah kolam pemancingan... dan... argh... !!!”jawab pasien tadi menceritakan kronologis kejadian namun tiba-tiba dia merasa kepalanya pusing berat saat mencoba mengingat kejadian yang dia alami.


“Cukup tuan ceritanya. tolong kembali berbaring, jangan paksakan dirimu.”ucap petugas medis mengetahui reaksi yang terjadi pada pasien.


Terlihat pasien yang mengaku bernama Darwin tadi masih memegang kepalanya yang terasa berat dan sakit sekali.


“Argh... !!”Darwin terus menerus berteriak kesakitan yang membuat petugas medis segera memberinya obat penenang dan pereda rasa sakit. Dalam hitungan menit Pasien tadi kembali tertidur terkena efek obat barusan.


Petugas medis kemudian menghampiri Freya bicara padanya.


“Nona, pasien mengalami gegar otak ringan di mana ada sedikit ingatannya yang terganggu atau kabur dan terganti dengan ingatan lama sejenis imajinasi.”ucap petugas medis menjelaskan kondisi riil pasien itu dan hal itu tidak akan berlangsung lama mungkin dalam kurun waktu satu atau dua bulan akan kembali pulih.


Freya duduk sebentar setelah petugas medis tadi keluar dari ruangan. Dia menatap pasien di depannya.

__ADS_1


“Jadi... pasien ini memang gegar otak dan aku tidak menabrak orang gila.”gumam Freya yang sempat mengira Darwin adalah orang tidak waras.


“tick.. tack...”suara jam berdetak dan waktu terus berjalan.


Sudah dua jam lamanya wanita itu duduk di sana menunggu pasien yang ditabraknya sadar, namun lelaki itu masih memejamkan matanya.


“Aku harus pulang sekarang juga. aku tak bisa berlama-lama di sini.”gumam Freya melihat waktu yang hampir sore.


Gadis itu berdiri lalu berjalan keluar dari ruangan setelah mengucapkan kata maaf pada Darwin yang masih dalam kondisi tak sadar. Dia pun bertanggung jawab dan menuju ke bagian administrasi membiayai semua biaya perawatan rumah sakit.


Freya menuju ke tempat parkir dan segera masuk ke mobil.


“broom...” mobil meluncur keluar dari rumah sakit menuju ke jalanan.


Gadis itu tidak menuju ke rumahnya bersama Kevin melainkan dia pulang ke rumah orang tuanya.


“Siapa yang datang ?”gumam seorang wanita dari dalam rumah saat mendengar sebuah mobil berhenti di depan rumah mereka.


“Sayang... itu Freya.”ucap Ayah Freya setelah menyingkap sedikit tirai jendela.


Mereka berdua kemudian segera keluar dari rumah menyambut kedatangan putri mereka.


Gadis itu memeluk kedua orang tuanya lalu berjalan bersama masuk ke rumah.


“Dimana Kevin ?”tanya ibu Freya yang melihatnya datang seorang diri.


“Oh... dia seperti biasa ibu, mengurusi kantor dan client nya yang tak terhitung jumlahnya itu.”balas Freya menjelaskan pada ibunya.


Hingga malam hari gadis itu masih berada di rumah orang tuanya.


Kevin yang saat ini ada di rumah dan masih terkena efek love potion merasa khawatir istrinya tidak pulang ke rumah.


Kevin duduk seorang diri di ruang tengah dan menunggu kedatangan istrinya yang tak kunjung datang.


“Bibi... dimana nona Freya ?”ucapnya bertanya pada pelayan di rumahnya yang kebetulan lewat.


“Maaf tuan, tadi pagi nona bilang keluar jalan-jalan.”jawab pelayan tadi menjelaskan.

__ADS_1


Kevin diam dan berpikir ke mana gadis itu sebenarnya pergi. Apa dia pergi ke tempat yang tidak dia ketahui lagi ? Atau ke mana ?


“Kenapa aku mengkhawatirkan gadis itu seperti ini.”batin Kevin yang terus-menerus merasa resah.


Di tengah perasaannya dia ingat pada mertuanya. Dia pun segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon.


“Halo... ayah apa Freya ada di sana ?”tanyanya telepon sudah tersambung.


Ayah mertuanya saat itu sedang berjalan di teras.


“Ya dia ada disini. Dia bilang tidak mau pulang, dia mau menginap di sini.”balasnya dengan lirih sambil menoleh ke belakang khawatir jika Freya mendengar pembicaraannya karena sebelumnya dia memintanya jangan memberi tahu Kevin jika lelaki itu mencarinya.


Kevin segera menutup telepon dia pun bergegas masuk ke mobil dan menuju ke rumah ayah mertuanya.


Tak lama kemudian Kevin tiba di rumah ayah mertuanya.


“tap... tap... tap...”Lelaki itu perjalanan masuk ke rumah dan mendapati Freya yang sedang duduk di kursi dan tertidur.


“Freya... ayo kita pulang.”ucap Kevin sambil membangunkan.


“Kevin... ?! Bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini ?”balasnya saat membuka mata.


Freya berdiri dan berlalu pergi meninggalkan Kevin.


“Aku tidak mau pulang.”jawab Freya singkat.


Kevin tak ingin terlihat tidak akur atau tidak perhatian di depan mertuanya, dia pun membujuk Raya dengan berbagai cara agar gadis itu mau pulang.


“Freya ayo kita pulang. Malam tanpa mu bagai panas tanpa hujan.”ucap lelaki itu sambil mencium tangannya dan memohon.


“Oh... manis sekali. Pasti ini pengaruh dari love potion. Andai saja sikap mu pada ku nyata seperti ini...”batin Freya menatap Kevin.


Meskipun dia tahu sikap Kevin padanya karena pengaruh item yang di belinya namun hal itu membuat hatinya leleh dan dia pun bersedia pulang bersamanya.


“Aku mau pulang asal kau mau menggendong ku !”balas Freya sambil menyebutkan beberapa syarat lainnya.


Kevin kemudian menggendong Freya masuk ke mobil setelah berpamitan dengan mertuanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2