
Kevin saat ini berada di rumah sakit. Dia melakukan perawatan luka di sekujur tubuhnya. Dia berada di sebuah ruangan bersama dokter yang sedang merawatnya.
“Sudah selesai tuan. Beberapa hari lagi luka ini akan kering. Oleskan salep ini setiap hari dan minum obatnya secara rutin. Kontrol kembali setelah tiga hari ke depan.”ucap dokter selesai melakukan perawatan dan memasang perekat perban pada beberapa luka yang terlihat parah serta memberikan obat pada Kevin.
Kevin duduk dan menghadap sang dokter sambil menerima salep dan obat.
“Terima kasih dokter.”jawab Kevin sambil berdiri. Dia pun pacaran keluar dari rumah sakit dan masuk ke mobilnya.
“broom...”Meski masih merasakan perih dan sakit di sekujur tubuhnya lelaki itu tak pulang ke rumah namun dia tetap berangkat ke kantor.
Tak beberapa lama kemudian Kevin tiba di kantor. Ia berjalan seperti biasa dan masuk ke ruangannya.
Semua terlihat seperti biasanya tak ada yang berubah.
“hiss...”Kevin duduk di kursi kerjanya sambil menahan rasa perih di punggungnya.
“tik... tik...”Lelaki itu menyalakan komputernya dan mulai bekerja. Dia tidak tahu jika sebelumnya ada yang membuka komputernya.
Di lain tempat terlihat Lily yang berada di ruangannya dan nampak masih sangat sibuk. Wanita itu sedang mencatat semua supplier bahan yang sudah ia ganti. Dan saat ini wanita itu menghitung besar biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk proyek hot spring pool.
Di jalanan Freya mengemudi mobil dengan kecepatan standar. Dia pun tampak diam dan merenung meratapi semua kejadian yang telah menimpa dirinya.
“Apa itu cinta ? Apa obsesi ? Dan apa bedanya itu semua dengan sebuah keserakahan ?!”gumam gadis itu teringat Setiap peristiwa yang menimpa hidupnya belakangan ini.
Saat ini dia sedang berada dalam dilema. Antara harus mempertahankan cintanya meskipun dalam kondisi terluka, ataukah hidup bebas dan mengakhiri ikatan cintanya dengan Kevin.
“huft.... seandainya aku bisa ke waktu beberapa tahun yang lalu sebelum mengenal Kevin, pasti aku tak perlu menjalani kehidupan seperti ini.”ucap Freya lagi mengasihi dirinya sendiri.
Sylvia yang tahu jika pemilik asli tubuh yang ia tempati sedang down memberinya semangat hidup.
“Freya semua sudah digariskan. Dan kau beruntung sekali bisa kembali hidup dan merubah nasibmu. Kehidupan mu mendatang akan berubah jika kau berusaha keras untuk mengubahnya saat ini. Tenang saja aku akan membantu mu.”ucap Sylvia mencoba menghibur Freya dan membesarkan hatinya.
Di tengah jalan gadis itu tak sengaja menabrak seorang penyeberangan jalan karena tidak fokus mengemudi.
__ADS_1
“braaak...!”Seorang lelaki tertabrak oleh mobil Freya dan terbaring di atas mobilnya.
“Astaga... apa yang kulakukan ?!”pekik gadis itu terkejut sekali telah mendapat seseorang tanpa sadar.
Ia pun segera menghentikan mobilnya dan keluar dari sana, melihat korban yang di tabraknya. Seorang lelaki tak sadarkan diri dengan darah keluar dari hidung.
“Maaf... aku akan membawamu ke rumah sakit sekarang juga.”gumam Freya. Ia pun kemudian meminta tolong pada pelan kaki yang lewat untuk membantu mengangkat korban yang ditabraknya masuk ke mobil.
“Terima kasih sudah membantu ku.”ucap Freya pada orang yang telah membantunya.
“broom...”gadis itu pun kemudian segera menyalahkan lagi mobilnya dan menuju ke rumah sakit terdekat.
Freya keluar dari mobil dan berlari menghampiri perawat yang tampak keluar dari sebuah ruangan.
“Tolong... tolong aku ada korban kecelakaan mobil. Dia ada di sana. Suster tolong !”ucap Freya menghampiri seorang perawat sambil menunjuk ke arah mobilnya.
Perawat itu memanggil petugas medis lain kemudian mengikuti Freya menuju ke mobil.
Tak berapa lama kemudian petugas medis membawa tubuh korban kecelakaan menuju ke ruang UGD untuk menjalani pemeriksaan.
Terlihat Freya nampak cemas mengikuti petugas medis dan masuk ke ruang UGD.
“Nona Tolong tunggu di luar dulu kami akan melakukan perawatan.”ucap seorang petugas medis pada Freya.
“Baik... aku bukan menunggu di luar.”jawab Freya singkat.
Ia pun segera keluar dari ruangan dan para petugas medis segera menutup pintunya.
Di luar ruangan gadis itu duduk di kursi dan menunggu dengan cemas.
Sharp Eye ikut duduk di sebelah Freya menunggu pasien.
“Bagaimana kau bisa sampai langkah seperti itu dan membuat orang lain terluka ?”ucapnya seolah menyalahkan keteledoran Freya.
__ADS_1
“Ya... aku tahu memang aku yang salah karena tidak konsentrasi menyetir. Semoga saja orang tadi tidak terluka serius.”balas Freya mengangkat kepalanya yang tertunduk karena merasa bersalah.
“klak...”dua jam kemudian petugas medis keluar dari ruangan tempat pasien tadi di rawat.
Freya ketika berdiri dan menghampiri para petugas medis tadi.
“Bagaimana keadaan pasien ?”tanya Freya yang masih terlihat cemas.
“Pasien sudah melewati masa kritisnya. Dia mengalami gegar otak ringan dan saat ini masih belum sadarkan diri.”jawab petugas medis menjelaskan.
Freya merasa lega mendengar penjelasan dari petugas medis. Ia pun masuk ke ruangan tempat pasien tadi dirawat setelah petugas medis berlalu.
Gadis itu duduk di sebuah kursi dan menunggu pasien yang tidak dikenalnya itu sadarkan diri.
Satu jam kemudian pasien membuka mata. Dia melihat ke sekitar dan seketika terkejut.
“Kenapa aku bisa ada di sini ?”ucap lelaki tadi lirih setelah sadar.
Freya segera berdiri dan menghampiri pasien yang ditabraknya.
“Tuan... maaf aku tidak sengaja menabrak mu tadi di jalan.”ucap Freya menjelaskan.
Lelaki tadi seolah tak mendengar penjelasan Freya dan menatapnya dalam-dalam.
“Kau-kau...kau adalah Rosie kan ? Rosie bagaimana kabarmu sudah lama kita tidak bertemu.”ucap lelaki itu tiba-tiba.
“Rosie... ? Maaf anda salah orang, tuan. Aku Freya bukan Rosie.”jawab gadis Itu menjelaskan.
“Kau ini bicara apa ? Apa kau lupa pada ku ? Aku Darwin.”ucap lagi tadi sambil tersenyum.
Sementara Freya diam karena dia bingung mau bicara apa. Sedangkan pasien tadi, dia benar-benar tidak mengenalnya sama sekali.
BERSAMBUNG....
__ADS_1