
Keesokan harinya Renata bangun di pagi hari dan segera bersiap untuk menghadiri panggilan sidang di pengadilan pukul 09.00.
Tak lama kemudian wanita itu tiba di kantor pengadilan. di sana pengacaranya sudah menunggu kehadirannya.
Mereka duduk di kursi belakang sebelum persidangan di mulai.
“Pengacara di persidangan ini aku ingin masalah ini segera selesai. Dan aku tidak ingin sampai hakim tidak menyetujui perceraian ini.”ucap Renata pelan sambil menatap Mata pengacara nya secara langsung.
“Tenang nona... kali ini tidak akan terjadi lagi seperti kemarin. Dan di pastikan hari ini adalah hari resmi perceraian mu.”balas sang pengacara meyakinkan dan berjanji pada Renata.
Renata teringat jika dia membawa bukti untuk memperkuat gugatannya. Dia mengeluarkan video rekaman Andre persamaan Renata dan menyerahkannya pada pengacaranya.
Tak beberapa lama kemudian Andre datang kantor pengadilan. Dia Melangkah dengan yakin karena dia membawa bukti foto Renata.
Dia pun duduk di kursi depan meski belum dipanggil oleh hakim.
Satu jam berikutnya hakim datang dan memulai acara persidangan perceraian mereka.
“Bagaimana apa kalian berdua sudah berdiskusi sebelumnya dan menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik ?”tanya Hakim menatap Andre dan Renata secara bergantian.
Andre dengan percaya diri menjawab lebih dulu.
“Hakim... aku sangat berharap sekali anda bersikap adil dan bisa menjadi penengah kami.”ucap Andre mengawali pembicaraannya sambil menoleh ke arah Renata dan tersenyum kecil padanya.
__ADS_1
Renata hanya diam dan tak membalas senyuman Andre sama sekali.
“Hakim... kami sudah membahasnya dengan baik-baik sebelumnya. Aku tidak ingin bercerai dari Renata meskipun aku melihat dengan mata kepala sendiri dia berselingkuh dengan seorang lelaki. Aku bisa memaafkan tindakannya itu.”ucap Andre menjelaskan panjang lebar pada hakim kemudian menyerahkan bukti foto yang menunjukkan Renata dan Alden bersama.
“Apa... siapa yang selingkuh ?”balas Renata merasa geram karena dia membalikkan fakta. Namun Renata mencoba tenang dan tidak tersulut emosi Selain itu dia juga percaya pada ucapan pengacaranya.
Hakim melihat foto-foto yang di berikan oleh Andre padanya kemudian menunjukkan foto itu pada Renata.
“Saudari Renata... apa benar anda mempunyai hubungan dengan lelaki di foto ini ?”
“Hakim... aku baru mengenal lagi itu beberapa hari dan kami sama sekali tak punya hubungan spesial. Selain itu foto di foto tidak ada adegan yang menunjukkan kedekatan kami.” balas Renata menyanggah.
Pengacara Renata yang duduk di sebelah kanan Renata berdiri dan menuju ke meja hakim.
Hakim menerima beberapa bukti rekaman yang diajukan oleh pengacara Renata. Hakim itu mempelajari bukti-bukti yang diberikan sebelum mengambil keputusan. Dia merundingkan dengan hakim lain yang ada di sana dan meminta waktu pada Andre dan juga Renata untuk menunggu.
Selama periode menunggu Andre yang awalnya tenang kini mulai tampak sedikit gelisah saat melihat hakim memeriksa bukti dari pengacara Renata yang berjumlah lebih banyak dari bukti yang dia ajukan.
“Bagaimana ini... apa mungkin bukti dari Renata lebih kuat dari punyaku... ? Semoga saja tidak...”batin Andre tidak tenang.
Satu jam kemudian hakim selesai berdiskusi dengan para hakim lainnya dan siap membacakan keputusan final.
“Menimbang dari kedua bukti yang diajukan. Kami sepakat memutuskan gugatan dari saudari Renata diterima saudara Andre ditolak.”ucap hakim menjelaskan hasil akhirnya.
__ADS_1
“dok... dok... dok...” lagi mengetahui tanda keputusan itu resmi dan syah serta tak bisa diganggu gugat lagi.
Renata tampak tersenyum puas menatap Andre dengan penuh kemenangan karena sampai pas dari jeratan Andre.
Sementara Andre masih tak bisa menerima keputusan hakim dan berusaha untuk menyanggahnya kembali.
“Maaf aku tidak menerima keputusan anda. Jika di lihat kami berdoa sama-sama selingkuh dan sama-sama salah paham tapi kami bisa berbaikan dan saling tak mempermasalahkan masalah itu.”ucap Andre panjang lebar menjelaskan dan menyangga putusan hakim yang tak bisa diterimanya.
“Saudara Andre aku rasa anda sudah mendengar putusan yang sudah kami bacakan tadi. Dan keputusan itu tak bisa diganggu gugat lagi dan dengan ini kami nyatakan sidang ditutup.”balas hakim yang mempertegas lagi keputusannya.
Para hakim terdiri dari tempat duduknya kemudian meninggalkan ruang sidang dan masuk ke dalam.
Sementara itu Andre menatap Renata dengan lemas dan tampak tak berdaya. Dia pun berdiri dari tempat duduknya dan menatap Renata lama tanpa bicara sepatah kata pun, kemudian dia keluar dari kantor pengadilan dan masuk ke mobilnya.
Sementara itu Renata berjalan menghampiri pengacaranya yang masih ada di ruangan dan membicarakan masalah selanjutnya.
“Pengacara terima kasih berkat bantuan mu kali ini aku resmi bercerai dari Andre. Tapi mengenai hak warisan aku ingin seperti yang sebelumnya sudah ku jelaskan padamu.”ucap Renata yang ingin membuat Andre menderita karena sudah membuat dirinya sakit hati dan terluka mendalam akibat perselingkuhan nya.
“Baik nona... tenang saja. Lelaki itu tak akan menerima sepeser pun warisan dari mu. Semua properti akan menjadi milikmu.”jawab pengacara tadi dengan yakin.
Setelah selesai berbicara dengan pengacaranya Renata keluar dari kantor pengadilan dan berjalan masuk ke mobilnya.
Renata tanpa tersenyum puas dan merasa lega sekali setelah benar-benar bisa terbebas dari belenggu Andre.
__ADS_1
BERSAMBUNG....