Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 75 Misi Level SS


__ADS_3

Setelah menyelesaikan misi kedua, misi level S Noah mendapatkan poin yang lebih banyak dari poin yang sebelumnya sudah diperolehnya.


“Kali ini poin yang kau dapatkan 150.000 poin itu sudah tambahan dengan misi menyelamatkan Alden.”ucap Sharp Eye menjelaskan perolehan poin yang didapat oleh noah dalam misi sebelumnya.


“Hoh... banyaknya poin yang kudapat kali ini. Aku pakai untuk beli item apa sebaiknya...”balas Noah menanggapi ucapan Sharp Eye.


“Kau kumpulkan saja poin mu sampai banyak agar kau bisa segera sadar dari koma daripada kau membeli item yang belum kau perlukan.”jawab Sharp Eye panjang lebar.


Noah tampak diam dan berpikir dia jadi teringat kembali dengan hidupnya sendiri yang saat ini dia tak tahu seperti apa perkembangannya. Dia juga teringat pada Cheryl dan beberapa gadis lainnya.


“Ya... itu... aku juga belum ingin kembali ke tubuhku untuk saat ini...”ucap Noah lagi menyambung perkataannya.


Di lain tempat di sebuah rumah sakit tempat Noah dirawat saat ini.


“tut... tut... tut...”Dari alat ektogram yang terpasang di dada Noah terlihat detak jantungnya semakin stabil dan lebih baik dari sebelumnya.


Seorang perawat yang berganti jaga masuk ke ruangan Noah untuk memeriksa kondisinya. Perawat itu memeriksa kelengkapan dan semua peralatan yang terpasang di tubuh Noah.


“Detak jantungnya semakin teratur. Ini pertanda bagus.”ucap perawat itu saat melihat ektogram.


“Sepertinya pasien ini sudah bisa lepas dari alat bantu pernapasan.”ucap perawat itu lagi dan mencoba melepas selang oksigen dari mulut Noah.


Perawat itu menunggu reaksi yang terjadi setelah dia melepas alat bantu pernafasan. Setelah beberapa saat menunggu dan ternyata Noah bisa bertahan tanpa bantuan alat pernapasan perawat itu melepas selang oksigen dari mulut Noah.


“Semoga saja kondisinya semakin membaik lagi....”ucap perawat tadi kemudian keluar ruangan setelah selesai memeriksa keadaan Noah yang baik-baik saja.


Kembali ke Noah dan Sharp Eye.

__ADS_1


Mereka berdua sedang menunggu misi selanjutnya.


“Ding.... misi baru tiba...”


Sharp Eye langsung mengecek pemberitahuan misi dari sistem.


Elang itu membaca apa misi kali ini.


“Sharp Eye apa misi baruku ?”tanya Noah yang tak sabar ingin segera mengetahui apa misinya kali ini.


Setelah selesai membaca puisi yang diberikan oleh sistem, Sharp Eye menampilkan tayangan yang dikirim oleh sistem padanya.


“Ini dia misi untukmu, sebuah misi level SS.”ucap Noah memulai memutar tayangan dari sistem.


Dari tayangan ditampilkan seorang gadis bernama Irise, seorang wanita berusia 27 tahun yang merupakan suami dari Edwin.


Tanpa siapa pengetahuan dari Irise obat itu Sebenarnya bukan obat anti migrain tapi obat yang khusus di pesannya dari seorang dokter yang mengandung guaifenesin tinggi yang akan membuatnya tertidur setelah meminumnya.


Efek obat itu jika diminum dalam jangka waktu panjang maka akan membuat Irise kehilangan nyawanya.


Sementara itu tanpa sepengetahuan Irise juga, Edwin menjalin hubungan dengan seorang gadis yang merupakan sekretaris di tempat perusahaan ayahnya saat ini.


Edwin bermaksud menghilangkan nyawa istrinya secara pelan-pelan dengan maksud untuk mewarisi semua aset perusahaan milik ayahnya Irise, David.


Di kantor David ternyata menjalin hubungan dengan Lilia, sekretaris di perusahaannya yang sekaligus merupakan kekasih dari menantunya.


Edwin dan Lilia bekerja sama untuk mewarisi aset perusahaan David dan menjadi pemilik perusahaan itu.

__ADS_1


David yang sudah terjerat cinta Lilia menjadi gelap mata dan dibutakan oleh cinta. Dia pun berniat menceraikan istrinya demi agar bisa bersama dengan sekretarisnya yang berusia sebaya dengan putrinya.


“Ceritanya seperti benang kusut. Lebih baik aku mengurai benang kusut daripada menyelesaikan masalah ini.”celetuk Noah berkomentar saat melihat tayangan slide yang diputar oleh Sharp Eye.


“Lalu bagaimana akhir dari kisah itu yang sebenarnya ?”tanya Noah yang enggan melihat tayangan slide yang terlalu panjang dan menanyakan inti permasalahannya langsung pada sang elang.


“Kau ini selalu kebiasaan mu tidak sabaran...”ucap Noah yang hinggap di bahu Noah kemudian mematuk kepalanya.


“Auuw... kau ini kenapa selalu mematuk kepalaku... jika kepalaku bocor gimana...”ucap Noah protes dan tak terima elang itu selalu mematuk kepalanya di saat dia tak sabar mengetahui informasi misi dengan cepat.


Sharp Eye kemudian mempercepat tayangan nya dan berhenti pada bagian hampir akhir dari slide.


Dari tayangan ditampilkan jika Edwin berhasil menjalankan rencananya. Lelaki itu berhasil mendepak David dan Irise dari perusahaan mereka sendiri dan menguasai perusahaan itu sekarang.


Hidup Irise hancur karena overdosis obat yang diberikan oleh Edwin padanya dan membuatnya sekarat di rumah sakit dalam jangka waktu lama. Sedangkan ibunya Irise menjadi gelandangan dan tunawisma. Sedangkan David menjadi orang cacat yang duduk di kursi roda karena tidak bisa berjalan setelah dianiaya dengan kejam oleh Edwin.


“Kurasa misi yang ini lebih sulit daripada sebelumnya dan lebih kompleks...”tutur Noah menanggapi sambil memegang dagunya.


“Ya untuk misi level SS memang setingkat lebih atas dari misi level S. Tapi nanti riwayat yang akan kau dapat dua kali lipat dari misi level S.”jelas Sharp Eye lagi menjelaskan panjang lebar pada Noah.


“Kenapa kisah hidup Irise seperti sinetron saja...aku bingung siapa yang harus ku tolong di sini ?”ucap Noah karena dia rasa korbannya bukan hanya Irise saja, namun melibatkan orang tuanya.


“Ya tentu saja itu menjadi tugasmu untuk membantu orang tua Irise juga.”jawab Sharp Eye tersenyum menatap Noah.


“Apa... multi task ???”jawab Noah shock.


“tit.... tit... tit...” begitu tayangan selesai sistem secara otomatis mengirim Noah menuju ke tempat misi selanjutnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2