
Beberapa hari setelah orang tua Riyanti mengetahui jika putrinya hamil dan ada kemungkinan gadis itu tetap pada pendiriannya dan tak mau meninggalkan Andre, mendatangi rumah sakit untuk menanyakan dan berkonsultasi perihal rencana program hamil di usianya yang sudah tidak muda lagi.
Beberapa saat kemudian kedua orang tua Rianty keluar dari rumah sakit setelah selesai berkonsultasi dengan dokter kandungan.
“Bagaimana sayang kapan kau akan siap melakukan program hamil... ?”tanya Ayah Rianty ada istrinya setelah berada di dalam mobil.
“Kita liat saja bagaimana dengan Rianty. Jika dia mau menurut para kita maka aku tidak akan ikut program hamil.”jawab sang istri pada suaminya.
Ayah Riaty hanya mengangguk kemudian segera melajukan mobilnya menuju ke rumah.
Setelah tiba di rumah mereka berdua mencari keberadaan Rianty, mungkin saja gadis itu berubah pikiran.
“Rianty... apa kau di rumah, nak ?”ucap ibunya Rianty saat di dalam rumah dan mencari keberadaan gadis itu. Dia masuk ke kamar Rianty, namun tak menemukan keberadaannya di sana. Dia juga mencari di seluruh isi rumah namun juga masih tak menemukan keberadaan putrinya.
Ibu yang merasa lelah kemudian duduk di kursi yang ada di koridor bersama ayahnya Rianty.
“Ayah... bagaimana ini... sudah satu minggu lebih dia tidak pulang...”ucap ibunya Rianty pada sang suami yang khawatirkan kondisi putrinya.
“Gadis itu.... dia jadi berubah setelah mengenal Andre. Biar aku coba hubungi dia sekarang.”balas ayah yang merasa kesal pada sikap Rianty.
Lelaki itu berdiri dan mengeluarkan ponsel dari saku bajunya kemudian menghubungi nomor Rianty.
“kring... kring... kring...” suara ponsel Rianty yang berdering.
Gadis itu sedang membaca majalah di rumah yang difasilitasi oleh ayahnya sambil rebah di sofa dan mengemil makanan ringan.
__ADS_1
Tanpa melihat dia pun meraih ponsel yang ada di depannya kemudian mengangkatnya.
“Halo... Rianty... kau tidak pulang ke rumah ?”tanya sang ayah langsung ke inti permasalahan.
Gadis itu segera duduk setelah mengetahui panggilan itu dari ayahnya.
“Ayah... aku tidak akan pulang sampai ayah dan ibu merestui hubunganku dengan Andre.”jawab Rianty tetap teguh pada pendiriannya.
Ayahnya Rianty jadi geram mendengar jawaban dari putri semata wayangnya.
“Baiklah jika kau keras kepala dan tak mau menurut apa kata ayah.... maka ayah akan mengambil semua fasilitas yang sudah aku berikan padamu. Dan mulai saat ini kau bukan putri kami lagi !”ucap ayah kesal kemudian segera mematikan telepon tanpa menunggu jawaban dari Rianty.
“tuut... tuut...” suara panggilan sudah terputus.
“Ayah... tunggu... !”teriak Rianty mau menjelaskan tapi ternyata ayahnya sudah menutup teleponnya duluan.
“Baiklah aku tahu Ayah hanya menggertak saja dan tak mungkin akan melakukan hal itu padaku.”gumam Rianty yang masih merasa tenang dengan ancaman dari ayahnya.
Sore harinya di luar rumah Rianty terdengar suara mobil yang berhenti. Dia pun yang saat itu hanya bermalas-malasan saja rebahan di sofa karena kondisinya sedang hamil segera bangun kemudian membuka pintu.
“Andre... kau akhirnya datang... aku bosan menghabiskan waktu sendirian di rumah.”ucap Rianty menyambut kedatangan Andre kemudian segera menarik lengannya dan mengajaknya masuk ke rumah.
“Baiklah.... malam ini aku akan menemanimu di sini sayang...”balas Andre senyum lebar pada Rianty.
Di dalam rumah Rianty manja sekali pada Andre, namun lelaki itu sama sekali tak keberatan dengan sikap Rianty yang seperti itu.
__ADS_1
“Andre... sepertinya anak kita ingin strawberry.”ucap Rianty menyandarkan tubuhnya ke bahu Andre sambil memegang perutnya dan mengusap nya.
“Baiklah tunggu di sini aku akan mengambilkan nya untukmu.”jawab Andre kemudian berdiri dan berjalan ke kulkas untuk mengambil beberapa strawberry.
“Aak... buka mulutmu sekarang...”ucap Andre setelah mengambil strawberry dari kulkas dan menyuapi Rianty.
Malam harinya mereka berdua makan bersama di ruang makan. beberapa saat setelahnya mereka masuk ke kamar dan menguncinya rapat-rapat.
Di lain tempat saat ini Noah berada di kamar seorang diri. Dia menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 21.00 dan Andre belum juga pulang.
“Andre tidak pulang lagi hari ini. Apa yang dia lakukan ?”ucap Noah menatap Sharp Eye yang ada di dekatnya.
“Kau yakin ingin melihat aktivitasnya sekarang ?”tanya elang itu.
Noah menganggap dan beberapa saat setelahnya Sharp Eye menunjukkan sebuah tayangan pada Noah dan mereka berdua nonton bersama.
“Andre... kaki ku pegal apa kau mau memijat kakiku ?”ucap Rianty saat berbaring di tempat tidur. Andre pun lurus aja pada kata gadis itu. Dia mengambil minyak essential di meja kemudian mengoleskan gagak Irianti dan mulai memijatnya dengan lembut.
“Dasar bajingan ! Dengan Renata saja dia memperlakukannya sebagai pembantunya sedangkan dengan Rianty dia diperlakukan sebagai pembantu oleh Rianty... bodohnya...”ucap Noah yang merasa kesal dengan sikap bodoh Andre namun kemudian menertawakan sikapnya itu.
Selesai memijat Andre melepas baju Rianty satu per satu dan gadis itu menurut saja dan pasrah berada di bawah tubuh Andre yang juga sudah tak memakai baju dan memeluknya.
“Stop... ! Aku tak mau melihat adegan itu. Matikan sekarang !”ucap Noah merasa jijik melihat sikap Andre yang murahan sekali. Seketika Sharp Eye langsung mematikan tayangan tadi.
Noah pun naik ke tempat tidur dan memejamkan mata setelah tak ada yang dikerjakannya lagi.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian kedua orang tua Rianty pergi ke rumah sakit kembali. Mereka yakin dan sudah memutuskan untuk melakukan program hamil anak kedua.
BERSAMBUNG...