
Di dalam kamar Noah duduk sambil memegang item baru ini dapatnya dari sistem. Ia kemudian menatap Sharp Eye yang terbang di sekitarnya.
“Sharp Eye Sekarang aku ingin melihat hasil kerja dari item ini.”ucap Noah menyerahkan kembali item yang dipegangnya pada sang elang.
Sharp Eye menerima kembali item tadi dan mulai menyambungkan dengan perangkat yang kompatibel.
“Tunggu sebentar masih loading.”jawab Sharp Eye sambil menunggu memunculkan tayangan slide seperti biasanya pada Noah.
“Ding.... !” setelah proses loading complete 100% muncullah sebuah slide di mana di sana berisikan semua data yang tadi telah difoto oleh mereka.
Noah menghampiri Sharp Eye dan melihat tayangan slide yang muncul. Ia pun melihat dan membaca satu persatu file yang terekam di sana.
“hmm... jadi ini laporan perusahaan bulan kemarin ? Perusahaan mendapatkan laba tertinggi dari beberapa tahun sebelumnya.”ucap Noah melihat tabel kenaikan laba perusahaan yang naik secara signifikan.
Dan dia sudah tahu alasannya kenapa kenaikannya tinggi, yaitu mengorbankan dirinya dan menjual dirinya pada semua kliennya.
“Setan tengik Kevin ini. Tunggu saja aku akan melakukan hal yang sama padamu !”gumam Noah sambil mengepalkan tangan erat.
Noah mencoba menenangkan emosinya dengan duduk. Ia membaca lagi rekaman file yang didapatnya dengan teliti dan hati-hati.
Di file itu terdapat beberapa perjanjian dengan klien juga terdapat dokumen yang berisi rencana untuk beberapa proyek yang akan dijalankan.
Noah berhenti dan membaca dengan teliti tentang file beberapa rancangan proyek.
“Menarik sekali rancangan proyek yang dibuat oleh Kevin ini. Bagaimana jika salah satu proyek ku buat berantakan. Apa kira-kira yang akan terjadi ?”gumam Noah sambil tersenyum menyeringai penuh dengan dendam.
Noah kembali membaca file-file lainnya untuk mendukung dan menjalankan rencana awalnya mengerjai Kevin.
Tiga jam kemudian dia baru selesai membaca semua file. Dan kali ini dia benar-benar sudah ngantuk.
__ADS_1
“Hoahem... lelahnya...”gumam Noah setelah meminta Sharp Eye mematikan tayangan slide. Ia pun kemudian segera merebahkan diri di tempat tidur dan memejamkan mata dengan damai.
Pagi hari Kevin bangun dari tidur dengan keadaan segar dan bugar. Ia sama sekali tak memikirkan Freya sedikit pun.
“kriek...”Kevin keluar dari kamar lalu berjalan menuju ke kamar Freya. Ia membuka pintu kamar gadis itu yang ternyata juga tidak di kunci.
Kevin mengintip dan melihat ke arah dalam.
“Oh masih tidur rupanya kau. Ya tidurlah selama mungkin dan tak perlu bangun sekalian jika perlu.”gumam Kevin saat melihat Freya yang masih tertidur pulas seperti orang mati.
Lelaki itu kemudian keluar dari kamar Freya dan menutup pintunya kembali.
Noah yang pura-pura tidur membuka mata lalu duduk dan menatap ke arah luar.
“Akhirnya terungkap juga apa yang ada dalam isi kepala mu.”gumam Noah merasa muak dengan sikap Kevin.
Dia pun tetap berdiam diri di kamar menunggu lelaki itu pergi dari rumah.
Selesai bersiap Kevin mengambil tasnya dan kunci mobil. Di tengah jalan dia berpapasan dengan pelayan rumahnya.
“Bi... nanti jika nona sudah bangun siapkan dia sarapan pagi.”ucap Kevin berpesan pada wanita yang sudah lama bekerja padanya.
“Baik tuan...”jawan sang bibi.
Kevin masuk ke mobil dan berangkat menuju ke perusahaan ayahnya.
Terlihat Noah mengintip dari balik tirai jendela kamar. Dia pun segera keluar dari kamar setelah Kevin benar-benar pergi dari sana.
“Yah... senang rasanya Kevin pergi dari sini. Setidak nya rumah ini serasa jadi milik ku meski tidak lama.”gumam Noah tersenyum kecil sambil duduk di ruang santai melihat tayangan tv.
__ADS_1
Pelayan yang mendengar suara tv menyala segera menuju ke ruangan itu untuk melihat dan memastikannya.
“Nona sudah bangun rupanya.”batin pelayan tadi. Ia pun segera masuk ke dapur dan mengantarkan sarapan pagi yang sudah ia siapkan sedari tadi.
“Nona silahkan ini sarapan untuk nona.”ucap pelayan itu menaruh sarapan pagi ke meja.
“Terima kasih bibi.”jawab Noah kemudian segera menyantap menu sarapan pagi di depannya.
Selesai sarapan pagi Noah membersihkan dirinya. Dia pun masuk ke ruang baca sambil membawa laptop.
Di ruangan itu dia sengaja memutar lagu dengan kencang dan sesekali dia menari sendiri sambil tersenyum.
“Kenapa berisik sekali ?”batin sang bibi yang mendengar alunan musik terlalu melengking. Ia pun menuju ke tempat asal suara dan melihat Freya sedang menari dengan liar dan tersenyum lebar seperti orang gila.
“Kenapa nona Freya jadi seperti itu ? Tingkah nya mirip dengan orang gila. Apa kesadarannya sedang terganggu ?”batinnya saat mengintip dari balik pintu.
Pelayan itu kemudian segera pergi dari sana dan kembali melanjutkan pekerjaannya sambil merasa iba pada kondisi nona mudanya.
“Oh bibi sudah pergi rupanya.”gumam Noah melirik ke arah luar pintu dan tersenyum kecil.
“Aku hanya sedikit mengekspresikan rasa senang ku saja tapi sepertinya bibi menganggapnya terlalu berlebihan. Biarkan sajalah jika dia berpikir aku gila.”cerocos Noah berhenti menari.
Ia kemudian duduk kembali dan menghadap laptopnya. Dia melihat Sharp Eye yang masih menari mengikuti alunan musik.
“Sharp Eye sekarang waktunya serius.”ucap Noah memanggil sang elang.
Namun Sharp Eye seperti terhipnotis oleh alunan musik dan tak mau berhenti menari.
“Sharp Eye ya sudah jika kau masih ingin menari. Sekarang aku minta pada mu untuk menampilkan slide keadaan Kevin saat ini.”ucap Noah.
__ADS_1
Sharp Eye kemudian menghampiri Noah dan menunjukkan tayangan slide padanya. Setelah itu ia kembali berjoget. Sedangkan Noah melihat tayangan di depannya.
BERSAMBUNG...