Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 92 Tak Sengaja Bertemu


__ADS_3

Beberapa hari berlalu suatu ketika Irise tidak masuk kerja dan pergi ke rumah ibunya di suatu pagi.


“tok... tok... tok...” wanita itu mengetuk pintu sesampainya di rumah ibunya.


Dari dalam rumah ibu yang mendengar suara pintu di ketuk segera berdiri dari kursi. Dia berjalan keluar dari ruang tengah dan menuju ke ruang tamu.


“Kriek...”


Ibu membuka pintu dan terkejut saat melihat Irise berdiri di depan pintu dan tersenyum.


“Nak... pagi-pagi kenapa kau kemari. Bukankah seharusnya kau bekerja saat ini ?”ucap Ibu saat melihat Irise.


“Tidak ibu... ada yang lebih penting daripada pekerjaan.”jawabnya lalu segera masuk ke rumah tanpa menunggu ibunya yang mempersilahkan masuk.


Ibunya mengikuti Irise berjalan masuk sambil berpikir apa yang sebenarnya lebih penting dari pekerjaan bagi putrinya.


Di dalam rumah wanita itu duduk di kursi lalu menarik ibunya untuk duduk di sampingnya.


“Ibu hari ini adalah jadwalku terapi menghilangkan residu obat yang diberikan si brengsek itu padaku. Selain itu hari ini adalah jadwal bagi ibu untuk terapi juga.”ucap Irise menjelaskan pada ibunya alasan kedatangannya.


Ibu terkejut karena dia benar-benar lupa jadwal terapi nya.


“Apa benar hari ini adalah jadwal terapi ku ?”ucap Ibu paling bertanya dan masih mencoba mengingat tanggal saat ini.


“Benar ibu... sekarang ibu bersiap dan aku akan menunggu.”balas Irise meyakinkan ibunya kembali.


“Baiklah ibu akan bersiap sekarang...”balas wanita itu kemudian berdiri dan masuk ke kamar untuk berganti pakaian.


“Ayo kita berangkat sekarang...”ucap ibu keluar dari gambar dan sudah selesai berganti baju.


Irise berdiri dan menggandeng ibunya keluar dari rumah. mereka berdua masuk ke mobil menuju ke rumah sakit.


Irise mengantarkan ibunya sampai ke ruang terapi dan duduk di sana menunggunya.


“Nak... bukannya kau bilang tadi akan terapi juga kenapa duduk di sini ?”ucap Ibu sebelum masuk ke ruang terapi.

__ADS_1


“Aku ingin menunggu ibu karena aku tidak tenang saja jika meninggalkan ibu.”balas Irise.


Wanita itu tahu sikap putrinya yang keras kepala dan tak bisa diubah membiarkan Irise menunggunya menjalani sesi terapi.


Satu jam kemudian ibu keluar dari ruangan terapi dan duduk di sebelah Irise.


“Bagaimana terapinya ibu ?”ucapnya bertanya saat melihat ibunya yang tampak berkeringat.


Irise mengeluarkan sapu tangan dan mengusap keringat yang menetes di wajah ibunya.


“Ya terapinya perjalanan lancar dan ibu merasa lebih baikan setelah berkeringat seperti ini.”jawab sang Ibu sambil tersenyum lebar. Dia merasa senang di saat benar-benar membutuhkan support atau putrinya yang masih menemaninya meskipun suaminya sudah meninggalkan dirinya.


“Sekarang Ibu temani kau terapi.”ucap ibu setelah mengusap semua keringat di wajahnya.


“Jika Ibu lelah lebih baik menunggu di mobil saja sambil istirahat tak perlu menemaniku.”jawab Irise saat berjalan bersama ibunya menuju ke tempat dirinya menjalani terapi.


Ibu bersikeras dan tetap ingin menemani Irise menjalani terapi. Wanita itu duduk menunggu di luar ruangan terapi saat Irise sudah masuk ke ruang terapi.


Ibu masih duduk menunggu sambil membaca koran yang ada di rumah sakit untuk mengusir rasa bosannya.


“tap... tap... tap...”


Lelaki itu mendekat ke arah ibunya Irise untuk memastikan apakah wanita yang dilihatnya itu benar wanita yang dikenalnya.


“Tante....”ucap lelaki itu menyapa ibunya Irise setelah berhenti tepat di depannya.


Ibunya Irise menutup koran yang dibacanya dan menatap sosok lelaki yang tidak asing baginya.


“Alland... apa kau adalah Alland ?” ucap wanita itu saat melihat Alland yang tersenyum padanya.


Alland kemudian duduk sebentar di samping ibunya Irise sekedar untuk berbicara sepatah dua kata-kata sebelum dia kembali pergi.


“Bukankah kau ada di Rotterdam ? Kapan kau kembali ?”tanya wanita itu tak menyangka saja bisa bertemu dengan putra dari sahabatnya.


“Tante... aku kembali ke sini sudah satu bulan yang lalu. Tante kenapa ada di sini ?”tanya Alland dengan sopan.

__ADS_1


Ibunya Irise menjelaskan jika dirinya sehabis menjalani terapi dan sedang menunggu putrinya. Dia bercakap-cakap ringan dan menanyakan kabar ibunya Alland.


“Ibu baik-baik saja tante... aku ke sini untuk mengambil check up rutin Ibu ku.”balasnya.


“Kau kesini sendiri... atau bersama dengan istri mu... ?”tanya wanita itu yang melihat Alland seorang diri.


“Itu sebenarnya aku...”balas Alland kemudian menjelaskan jika dirinya sudah bercerai dengan istrinya sejak tiga tahun yang lalu.


Ibunya Irise menjadi merasa bersalah sudah menanyakan hal itu karena dia sama sekali tidak mengetahui kabar pernikahan Alland setelah melihat raut muka lelaki itu berubah menjadi sedih.


“Maafkan tante Alland... tante tidak tahu. semoga saja setelah ini kau menemukan wanita yang tepat untukmu.”ucap ibunya iris sambil menepuk bau Alland untuk memberinya semangat.


Tiga puluh menit kemudian Irise keluar dari ruang terapi. Dia mencari ibunya dan menemukan wanita itu sedang mengobrol dengan seorang lelaki yang tidak dikenalnya.


Irise berjalan menghampiri ibunya.


“Ibu... aku sudah selesai menjalani terapi...”ucapnya.


Alland terkejut sekali saat melihat Irise datang dan ternyata dia adalah putri dari sahabat ibunya.


“Nona... kau sudah baikan... ? Kenapa kau kabur dari rumah sakit ?”ucap Alland berdiri dan menanyakan keadaan Irise.


Sementara Irise mengerutkan dahinya, dia merasa sama sekali tidak mengenal lelaki itu.


“Tunggu... jadi kau orang yang telah menyelamatkan aku dan membawaku ke rumah sakit ?”ucap Irise menyimpulkan kemudian mengeluarkan kartu nama milik Alland yang masih dibawanya dari tas dan menunjukkannya pada Alland.


Ibunya Irise tak menyangka sama sekali Jika putrinya dan Alland saling mengenal.


“Jadi kalian sudah saling kenal ?”ucap ibunya Irise menatap mereka berdua. Namun tak ada jawaban dari dua orang itu.


“Nona ada yang ingin ku bicarakan denganmu... Sebelumnya aku minta maaf karena sudah membuat mu mengalami kecelakaan itu.”ucap Alland segera meminta maaf setelah sekian lama mencari dan menunggu telepon dari Irise.


Mereka berdua pun kemudian mengobrol seputar kejadian kecelakaan beberapa waktu yang lalu. Sedangkan ibunya Irise hanya diam mendengarkan mereka berdua mengobrol.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2