Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 80 Menyamakan Data


__ADS_3

David merasa senang dengan kehadiran putrinya di perusahaan. Selama ini dia selalu meminta Irise untuk membantunya di kantor namun selalu ditolak dengan alasan Edwin lebih berkompeten daripada dirinya karena dia seorang lelaki.


“Edwin kok bisa kerjakan dan memeriksa berkas yang masih menumpuk di meja.”ucap David pada Edwin yang masih berdiri di belakang mereka berdua karena dia merasa tak nyaman dan tidak leluasa bicara pada putrinya.


“Ya ayah.... aku akan memeriksa berkasnya.”jawab Edwin kemudian pergi meninggalkan mereka berdua dan menuju kemeja lain di mana di sana terdapat tumpukan berkas yang sama sekali belum disentuh.


Edwin duduk lalu memeriksa satu persatu berkas yang ada di meja.


Pikirannya tidak tenang dan terus melihat ke arah Ayah mertuanya dan Irise yang sedang ngobrol saat ini.


“Apa yang akan terjadi pada ku jika Irise mengambil alih perusahaan ini...”batin Edwin merasa tidak tenang dan ketakutan sendiri jika sewaktu-waktu istrinya itu akan mendepak dirinya dari perusahaan.


“Ku rasa itu tak akan mungkin terjadi... Irise sudah rutin meminum obat yang kuberikan padanya dan itu hanya tinggal menunggu waktu saja...”batin Edwin lagi untuk menenangkan dirinya sendiri supaya tidak perlu takut pada sosok Irise yang sebentar lagi akan masuk ke alam baka.


“Maka tugasku saat ini adalah membuat ayah mertua terbesar dengan pekerjaanku.”batin Edwin kembali teringat pada tujuan awalnya.


Dia pun kemudian memeriksa semua berkas laporan yang ada di sana dengan cepat tanpa memperhatikan ayah dan Irise lagi.


Sementara Irise masih bersama ayahnya dan saat ini dia melihat laporan dan menatap monitor yang ada di depannya.


“Coba kau periksa laporan ini... apa ada sesuatu yang tidak benar atau semacamnya...”ucap David pada Irise.


“Baik ayah....”jawab Irise.


Wanita itu kemudian membuka laporan yang ada di komputer dan memeriksanya satu per satu.


“tik... tik... tik...”Irise mengecek satu laporan. Dia membacanya dengan cermat sambil mencocokkan data-datanya.


Irise memasukkan sebuah rumus.

__ADS_1


Dan beberapa saat kemudian terlihat ada perbedaan data.


“Kenapa ini berbeda... jadi pasti ada yang salah di sini...”gumam wanita itu. Dia pun lalu lalu membaca sekali lagi laporan itu untuk mencari sumber permasalahannya.


Lima belas menit kemudian dia menemukan apa yang menjadi masalahnya.


“Ayah.... aku menemukan ada yang tidak beres di sini, coba lihat ini.”ucapnya sambil menunjukkan data yang bermasalah itu pada ayahnya.


David melihat data yang ditunjukkan oleh Irise padanya dan membacanya dengan cermat.


“Ya benar bagaimana bisa jumlah data barang masuk dan data keluar di sini berbeda.... seharusnya ini sama.”ucap David setelah melihat sendiri memang ada perbedaan data di sana.


“Kalau begitu aku akan mencoba menanyakannya pada bagian logistik.”ucap Irise mengambil inisiatif.


Tanpa mendengar jawaban dari ayahnya wanita itu berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke meja lain di mana di sana ada telepon.


“Ini dia nomornya...”


Irise manakah nomor ekstensi divisi logistik setelah menemukan nomornya.


“Halo apa benar ini dengan bagian logistik... ?”ucap Irise setelah telepon tersambung.


“Ya benar.... apa ada yang bisa dibantu Bu ?”jawab seorang lelaki dari telepon.


“Ada perbedaan data antara barang masuk dan barang keluar. Aku minta tolong kirim dan hitung ulang data barang sekarang yang ada di gudang. Aku akan menunggu laporannya dua jam dari sekarang.”ucap Irise memberikan perintah.


“Baik Bu Irise...”jawab staf tadi.


Setelah telepon berakhir staf yang menerima telepon tadi segera menuju ke gudang untuk membuat laporan yang diminta oleh Irise.

__ADS_1


Seorang lagi berjalan menghampiri beberapa staf lapangan. Dia pun mengumpulkan beberapa staf yang ada di sana dan memberikan tugas pada mereka untuk menghitung ulang data barang yang ada di gudang saat ini.


Di kantor, David dari kejauhan menatap Irise dan merasa senang dengan kinerja putrinya yang sudah bisa menemukan satu permasalahan di saat dia baru duduk.


Dia kemudian menoleh ke samping dan menatap menantunya yang ada di kejauhan.


“Edwin... sayang sekali kau adalah menantuku bukan anak kandung ku. Dan sepertinya iris lebih berkompeten dibandingkan dirimu.”batin David terlihat menyayangkan kinerja Edwin yang selama ini menurutnya bagus dan terlihat akan menyerahkan perusahaannya pada menantunya.


Namun anggapannya menjadi berubah dengan kedatangan Irise barusan.


Dua jam kemudian seorang lelaki masuk ke ruangan.


“Bu Irise... ini laporan yang anda minta...”ucap lelaki yang merupakan staf logistik memberikan laporan data pada Irise lalu perjalanan keluar ruangan.


“Tunggu di sini dan duduk sebentar jangan pergi dulu.”ucap Irise memanggil staf tadi.


Lelaki tadi kembali dan duduk di depan Irise. Dalam hati dia berpikir kenapa Irise meminta menunggunya tidak seperti David yang biasanya hanya perlu meminta datanya saja dan tak perlu menunggu seperti ini.


Irise membuka komputer yang ada di depannya. Dia kemudian mencocokkan data pada monitor dan data riil yang barusan diterimanya.


“Jadi di sini permasalahannya...”ucap wanita itu menaruh kembali data real yang barusan dia terima ke meja. Ternyata admin salah memasukkan data sehingga membuat ada selisih data.


“Baiklah masalah sudah selesai. Dan ternyata hanya salah memasukkan data saja. Tolong ke depannya lebih berhati-hati dan lebih cermat lagi saat memasukkan data agar tidak terjadi selisih data seperti ini lagi.”ucap Irise memberi saran pada stafnya agar lebih teliti lagi.


“Baik Bu Irise...”jawab staff itu merasa lega karena ternyata tak ada masalah.


Irise mengembalikan data real tadi pada staf logistik dan memintanya melanjutkan pekerjaan lainnya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2