Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 89 Sebuah Kecelakaan


__ADS_3

Tak beberapa lama kemudian Edwin tiba di kantor. Dia turun dari mobil dan masuk ke ruangan. Dia melihat ke seisi ruangan dan tampak kosong, tak ada siapa pun di sana.


“Kemana Irise...”gumamnya mencari istrinya di ruangan namun kursinya kosong.


“Ya sudah... lebih baik aku tunggu di sini saja dulu.”ucap Edwin kemudian duduk di kursinya sambil mengeluarkan obat untuk Irise dan meletakkannya ke meja.


Selesai makan Irise segera keluar dari kantin dan kembali masuk ke ruangan kerjanya.


Dia berdiri di depan tempat duduknya saat melihat Edwin yang sudah duduk di sana dan sepertinya menunggu dirinya.


“Hmm...pasti dia sehabis menemui dokter Bian dan membawakan obat untukku.”gumam Noah menatapnya tanpa memanggilnya.


Dia pun segera duduk dan segera melanjutkan pekerjaannya tanpa memperdulikan Edwin di ruangan itu.


“tik... tik... tik...”


Edwin mendengar suara seseorang yang mengetik dan dia pun menoleh ke belakang.


“Ternyata dia sudah datang tapi kenapa aku tidak tahu jika dia masuk...”batin Edwin saat melihat Irise sedang mengetik.


Dia pun terdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke meja Irise.


“Sayang... kau sudah kembali, aku mencari mu sedari tadi.”ucap Edwin dengan menunjukkan perhatian pada istrinya.


Irise menghentikan aktivitasnya sejenak dan beralih menatap lelaki yang berdiri di depannya.


“Kau menunggu ku ada apa... ?”tanya nya dengan datar.


Edwin mengeluarkan obat yang barusan diambil dari rumah sakit dan menunjukkannya pada Irise.


“Ini aku sudah mengambilkan obat untuk mu.”ucap Edwin sambil tersenyum manis dan menyerahkan obat itu pada istrinya.

__ADS_1


Irise menerimanya dan melihatnya. Karena dia sudah tahu sebelumnya dia pun sama sekali tak merasa terkejut.


“Obat ini sepertinya berbeda dengan yang biasa aku konsumsi setiap harinya...”ucap Irise pura-pura membuka obat itu lalu menaruhnya ke meja.


“Emm...ya obat ini memang baru tapi jenisnya sama dan lebih baik dari obat yang sebelumnya.”jawab Edwin menjelaskan dengan tenang untuk meyakinkan wanita itu.


“Ya ini memang obat baru namun jenisnya sama dan ampuh untuk membunuhku...”batin Noah tersenyum kecut menatap Edwin.


“Kau perhatian sekali padaku. Tapi obat di rumah masih dan belum habis.”jawab Noah menatap Edwin dengan dingin.


“Ya sayang... untuk kesehatanmu aku tidak akan tanggung-tanggung dan jangan sampai kau kehabisan obatmu.”balas Edwin tersenyum dengan senang karena mengira istrinya itu menyambut perhatiannya dengan baik.


Edwin segera kembali ke tempat duduknya setelah Irise mengambil obat itu dan memasukkan ke dalam tasnya.


Sore hari kemudian Irise keluar dari kantor. Dia harga gas menuju ke rumah sakit untuk menemui dokter Bian.


“tap... tap... tap...”Irise berjalan masuk ke rumah sakit menemui dokter Bian.


“Bagaimana dengan obat yang sudah aku pesan dokter ?”tanya Irise langsung karena dia tak mau berada lama di rumah sakit.


Dokter Bian mempersilakannya masuk, duduk dan menunggunya sebentar. Lelaki itu kemudian mengambilkan obat sesudah disiapkannya sebelumnya.


“Ini nona...”ucap dokter Bian membawa sebuah botol obat dan menyerahkannya pada Irise.


“Terima kasih Dokter.”balas Irise sambil menerima obat yang diberikan oleh dokter itu.


“Jangan lupa besok saatnya terapi.” ucap dokter Bian mengingatkan.


“Ya dokter Bian.” jawab Irise singkat.


Dia kemudian berpamitan pada dokter Bian dan berjalan keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


Di luar Rumah Sakit Irise mengambil botol obat yang tadi sebelumnya diberikan oleh Edwin padanya. Dia menukar isi botolnya dengan obat yang barusan dia masukkan dan menyimpannya kembali ke dalam tas.


Noah masuk ke mobil dan mengendarai mobil menuju ke rumah. Di tengah jalan tiba-tiba dia merasakan kepalanya pusing dan pandangan matanya sedikit kabur.


“Sharp Eye... kenapa aku tiba-tiba merasa tidak sehat...? Padahal aku sudah menjalani terapi dan minum obat dari dokter Bian...”ucap Noah menatap alam yang duduk di sampingnya sambil memegang kepalanya yang terasa berat.


“Noah... kau kenapa ? Kau berhenti saja dulu.”jawab Elang itu memberikan saran.


Namun belum sempat berhenti mobil yang dikendarai Noah seolah lepas kendali dan menyenggol sebuah mobil putih yang melintasinya dengan kecepatan tinggi.


Noah membanting setir menghindari tabrakan dari mobil putih tadi dan membuatnya keluar dari jalur utama.


“braak...”Noah yang kepalanya pusing berat tak bisa mengendalikan mobil dan menabrak sebuah pohon.


“Noah... Noah... bangun apa yang terjadi padamu... ?”ucap Sharp Eye yang khawatir pada kondisi Noah.


Mobil putih yang meluncur dengan cepat tadi berhenti dan memutar mobilnya menuju ke mobil Noah berada saat ini.


“brak... !”Seorang lelaki berpostur tinggi dan terlihat berdarah campuran Indo-Belanda turun dari mobil dan berjalan dengan cepat menuju ke mobil Noah.


“Gawat... nona ini tak sadarkan diri...”ucap lelaki itu saat melihat Irise tak sadarkan diri dari balik kaca mobil.


Dia pun segera membuka pintu dengan paksa dan mengeluarkan Irise dari sana. Dia tidak melihat adanya darah yang menetas dari tubuh Irise dan segera memeriksa nafasnya.


“Untunglah dia hanya tak sadarkan diri... mungkin saja dia shock.”ucap lelaki itu sedikit lega setelah mengetahui kondisi Irise yang tidak terluka parah.


Dia pun kemudian membopong tubuh Irise dan membawanya masuk dalam mobilnya.


“Aku harus segera membawanya ke rumah sakit.”gumam lelaki itu setelah meletakkan tubuh Irise di kursi belakang.


Lelaki itu kemudian segera duduk di kursi depan dan mengajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2