
Keesokan harinya Luna yang merasa frustasi tinggal di rumah dan tidak pergi ke pusat cafe yang dia urus.
Sedangkan Tomy yang saat ini berada sendirian di kamar terlihat mengeluarkan ponsel dan bercakap-cakap dengan seseorang.
“Linda hari ini kau ada waktu luang jam berapa aku ingin bertemu denganmu ?”ucap Tomy di telepon.
“Tuan.... hari ini aku masih ada kelas pagi di kampus. Mungkin jam 11.00 siang baru aku keluar dari kampus. Ada apa tuan ?”balas Linda yang akan berangkat menuju ke kampus.
Tomy kemudian menjelaskan panjang lebar rencananya hari ini pada gadis itu.
“Baiklah sampai jumpa nanti jam 11.00 siang.”ucap Tomy kemudian mengakhiri panggilannya dan menutup teleponnya.
“kriek...” suara pintu kamar dibuka dan terlihat Luna masuk. Wanita itu sempat melihat suaminya selesai menelepon seseorang.
“Sayang barusan siapa yang kau telepon ?”tanya Luna kemudian duduk di tempat tidur di samping Tomy.
Tomy terkejut saat melihat istrinya masuk secara tiba-tiba.
Ooh... ibu yang barusan meneleponku.”jawabnya singkat lalu menara ponsel yang dia pegang ke meja dan berusaha tidak gugup.
“Ibu... ?!”balas Luna sambil mengerutkan kedua alisnya karena merasa aneh Kenapa beberapa pekan ini ibunya sering menelepon Tomy atau memintanya menemaninya pergi ke berbagai acara.
“Iya ibu ada acara arisan dengan teman dari grup super amazing.”balas Tomy lagi-lagi mengarang cerita tak masuk akal, namun beruntungnya wanita itu mempercayai apa yang dia ucapkan dan sama sekali tidak mencurigainya.
“Apa kau mau ikut menemani ?”ucap Tomy lagi seolah menantang.
“Ti-tidak.... tidak.... aku punya urusan yang harus segera ku selesaikan.”jawab Luna menolak dengan tegas dengan alasan tak jelas yang di karangnya.
Luna yang masih merasa kesal dan marah pada Nathan melampiaskan amarahnya pada Tomy.
Wanita itu pun mengalungkan tangannya ke leher Tomy dan mencium pipinya.
“Sayang... hari ini kau kelihatan gagah sekali. Kenapa kau tak menunjukkan kejantanan mu padaku ?!”ucap Luna mendesah di telinga Tomy sambil membuka satu persatu kancing baju lelaki itu.
__ADS_1
“Sialan tante tua ini. Di saat marah pada kekasihnya dia malah menodong ku seperti ini. Tidak aku harus segera pergi dari sini.”batin Tomy merasa enek dengan rayuan dan cumbuan dari Luna.
“buzz...”Suara Tomy buang angin dan baunya pesugihan detik segera memenuhi kamar itu.
“Huek... !”ucap Luna sambil menutup hidungnya.
“Tomy apa yang sebenarnya kau makan ? Kenapa bisa bau seperti ini ?”tanya Luna sambil mengibas-ngibas tangannya agar bau itu pergi dari hidungnya.
“Maaf sayang... sebenarnya aku sudah empat hari tidak pub.”balas Tomy sambil tersenyum kecil.
“Haaah.... !”Luna hanya mendesah kesal. Ia pun menjadi tidak mood dan keluar dari kamar setelah memasang kembali bajunya.
Tepat jam 11:00 siang Tomy keluar dari rumah dengan berpakaian rapi dan harum sekali.
“broom...” mobil segera meluncur menuju ke kampus Linda.
Tomy mematikan mobilnya dan menunggu di samping pintu gerbang masuk kampus Linda. Dia membuka bagian atas mobil untuk mendapatkan udara segar lebih banyak.
Linda keluar dari kampus dan melihat ke sekitar untuk mencari keberadaan Tomy.
“Itu tuan Tomy.”ucapnya saat mendapati lelaki yang dicarinya sudah duduk menunggunya.
“Maaf... sudah lama menunggu ku.”ucap gadis itu saat tiba di depan mobil Tomy.
“Ayo masuklah.”ucap Tomy singkat.
Linda setelah masuk dan duduk di kursi depan. Tomy segera menguji pintu dan menutup kembali bagian atas mobil lalu melajukan mobilnya menuju ke pusat cafe miliknya.
“Linda kita sudah sampai. Ayo turun. Ingat apa yang kukatakan tadi.”ucap Tomy lalu dari mobil.
“Ya tuan, aku mengingatnya.”balasnya singkat.
Linda turun dari mobil. Ia kemudian menghampiri Tomy dan memegang lengannya sambil berjalan masuk ke cafe.
__ADS_1
“tap... tap... tap...”
Para pekerja di cafe itu bengong saat melihat Tomy datang bersama gadis muda yang terlihat manja padanya.
Mereka berdua kemudian duduk di sebuah kursi di ruang VIP.
“Sayang aku haus...”ucap Linda mulai berakting bersama Tomy saat beberapa pasang mata yang ada di sana mengawasinya.
“Gaby....bawakan minuman terbaik untuk kami.”ucap Tomy pada pegawainya yang menatapnya dari luar.
“Baik tuan Tomy.”jawab pelayan tadi singkat dan segera masuk ke dapur untuk membuatkan pesanan bosnya.
“Ini benar-benar kabar besar. Tuan Tomy yang biasanya menurut dan terkesan takut pada nona Luna sekarang membawa seorang gadis ke sini.”ucap Gabby bercerita pada teman yang sambil membuatkan pesanan Tomy.
“Maksud mu Tuan berselingkuh sama dengan apa yang dilakukan nona Luna begitu ?”balas pekerja lainnya terkejut.
Gaby kemudian keluar dan mengantarkan pesanan Tomy. Gadis itu terlihat malu saat melihat gadis yang di ajak Tomy saat ini tengah duduk di pangkuan lelaki itu sambil membelai pipinya.
“t-tuan... ini pesanan anda.”ucap Gaby menaruh dua canggih minuman ke meja.
“Sayang... ayo kita minum dulu. Ini adalah kopi terbaik yang cafe ku punya.”ucap Tomy sambil memegang pinggang gadis itu.
Gadis itu kemudian turun dari pangkuan Tomy dan tempat duduknya. Mereka berdua lalu minum bersama.
“Akting mu bagus. Nanti kita akan lanjutkan akting kita.”ucap Tomy saat pegawainya sudah pergi dari sana.
Mereka berdua kemudian keluar dari ruangan VIP dan masuk ke ruang kerja Tomy. Beberapa pasang mata para pegawainya melihatnya.
Linda bergelayut manja pada Tomy dan ikut berjalan masuk menuju ke ruangan lelaki itu.
Di dapur para pegawainya bergosip ria dan membicarakan hubungan mereka berdua.
BERSAMBUNG...
__ADS_1