
Setelah beberapa saat menunggu, Kevin masih belum mendapatkan data yang dia cari dan terpaksa menggunakan data backup untuk presentasi.
Di sela-sela presentasinya Kevin mengirimkan pesan elektronik pada sekretarisnya dan menunggu jawaban darinya secepatnya.
“Ding....”suara pesan elektronik masuk dan Kevin segera memeriksanya.
Wajahnya terlihat pucat saat membaca isi balasan dari sang sekretaris.
“Apa bagaimana mungkin tidak ada yang bisa mengatasi serangan virus barusan ?!”batin Kevin.
Dia pun terlihat sedikit gemetar dan memutar otak mencari cara agar meetingnya terus bisa berlanjut hingga akhir.
“Ehem... untuk data prosentase kepercayaan klien selama dua tahun terakhir bisa dilihat pada tabel.”ucap Kevin menjelaskan dan menunjukkan data-data nya pada pihak Globalindo.
Para peserta meeting terlihat data yang ditunjukkan oleh Kevin.
“Ada apa dengan mereka ? Kenapa mereka terlihat berbeda dari sebelumnya ?”batin Kevin melihat para peserta meeting terutama Globalindo tampak syok.
Kevin pun menoleh ke belakang dan terkejut sekali melihat data yang dia tampilkan ternyata berbeda dengan data riil selama ini.
“Apa... kenapa datanya sama sekali berbeda ? dan ini merupakan data tujuh tahun yang lalu ?!”gumam Kevin tak percaya pada apa yang dia lihat karena data yang dia tampilkan saat ini merupakan data dimana perusahaan saat itu sedang dalam kondisi buruk dan hanya mendapatkan sedikit kepercayaan dari klien.
Kevin memejamkan mata beberapa detik sambil menarik nafas dalam-dalam. Iya tak habis pikir kenapa masalah datang secara bertubi-tubi di saat acara seperti ini.
“Tak ada waktu untuk berpikir. Aku harus meyakinkan pihak Globalindo agar tetap berinvestasi di perusahaan ini.”batin Kevin memutar otak dengan cepat.
“Maaf para peserta meeting semuanya. Data yang barusan ditampilkan merupakan data perusahaan tujuh tahun yang lalu dan data kali ini sangat kontras dan berbeda dengan data ini. Namun maaf di karenakan ada suatu virus yang menyerang kami kesulitan untuk menampilkannya.”ucap Kevin menjelaskan pada para peserta meeting agar tidak terjadi kesalahpahaman dan semuanya tetap berjalan seperti yang ia rencanakan.
__ADS_1
Keramaian terlihat terjadi di ruang meeting setelah mendapat penjelasan dari Kevin. Beberapa peserta meeting dari perusahaan lain dan terutama pihak Globalindo langsung berdiri dari tempat duduk mereka.
“Maaf tuan Kevin kami selaku perwakilan dari pihak Globalindo akan memikirkan ulang rencana kerjasama kita sebelumnya.”ucap CEO dari pihak Globalindo menyampaikan pemikirannya setelah melihat data barusan dan berpikir Kevin mencoba untuk menipu mereka.
Kevin terlihat pucat pasi mendengar jawaban yang dilontarkan oleh CEO Globalindo.
“Tuan tolong tetaplah berada di sini untuk beberapa saat lagi dan aku akan menjelaskan semua kesalahpahaman ini.”ucap Kevin menanggapi mereka dan mencoba untuk menghentikan mereka meninggalkan ruang meeting.
Namun pihak dari Globalindo seolah tak mau mendengarkan penjelasan dari Kevin dan itu sudah harga mati bagi mereka.
“Maaf tuan Kevin mungkin anda bisa mengajukan kerjasama lagi dengan kami tahun depan.”jawab CEO Globalindo dengan tegas dan tak akan merubah keputusannya lagi.
Kevin merasa tak terima semua yang sudah ia persiapkan hancur begitu saja. Ia mencoba menghentikan pihak Globalindo agar tetap duduk di sana dan mendengar semua penjelasannya.
“Tolong sebentar saja berikan aku waktu untuk menjelaskannya.”ucap Kevin menghentikan sambil memohon dan mengiba.
Dalam hitungan menit ruangan meeting tak terlihat kosong setelah seragam meeting mengikuti Globalindo keluar dari sana.
Kevin hanya bisa diam dan melihat satu persatu peserta meeting meninggalkan ruangan meeting.
“bugh... !”Kevin membanting tubuhnya duduk di kursi.
Ia pun merasa kepala yang berat dan tak kuat menahannya dengan kedua tangannya.
“Argh.... Kenapa semuanya gagal total seperti ini ?”teriak Kevin melepaskan kekesalan dan kekecewaannya.
Beberapa staff yang ada di sana hanya diam dan tak berani berkata apapun melihat Kevin yang marah karena proyeknya gagal.
__ADS_1
“bugh... !”Kévin mengepalkan tangannya dan memukul meja dengan keras untuk meluapkan emosinya.
Di lain tempat terlihat Noah yang keluar tanpa tujuan berhenti di sebuah jembatan. Dia pun segera mengajarkan mobilnya tapi jalan yang sepi agar tidak mengganggu laju kendaraan lainnya yang melintas.
“tap... tap... tap...”Noah berjalan ke tepi jembatan dan berhenti di tengah.
Ia pun menatap jauh ke danau yang ada di bawah jembatan.
“Mungkin air di danau itu akan terasa segar dan terlebih lagi bisa membuang sial.”gumamnya sambil tersenyum kecil.
Noah yang sudah lama tidak berenang ingin merasakan dinginnya air. Ia pun melompat ke jembatan dan berjalan di sana.
“Hey Noah apa yang kau lakukan ?”tanya Sharp Eye menghampiri Noah dan penasaran dengan apa yang akan dia lakukan.
“Aku hanya ingin menggerakkan sedikit badanku saja !”jawabnya menetap ke arah sang elang.
Sharp Eye yang sudah terbiasa dengan kelakuan Noah yang sedikit gila sama sekali tak mengkhawatirkan apa yang akan dia lakukan.
“Lihatlah di sana dari sini bisa terlihat dengan jelas beberapa ikan kecil !”ucap Noah sambil menunjuk ke arah danau.
“Lalu apa mau mu ?”balas Sharp Eye ikut menatap arah danau.
“Aku akan mengambilkan ikan itu untukmu !”balas Noah singkat.
“byuur... !"Seketika Noah melompat dan terjun bebas ke danau.
BERSAMBUNG....
__ADS_1