Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 73 Penarikan Aset Renata


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu tanpa sepengetahuan Andre akta kepemilikan rumah saat ini sudah berubah dan berpindah tangan.


Di suatu pagi ayah Renata sedang ada di rumah. Dia duduk di teras menunggu seseorang setelah selesai menelepon.


Dari dalam rumah Renata keluar dan menghampiri ayahnya.


“Ayah sedang menunggu siapa ?”tanya Renata ikut duduk di terus di samping ayahnya.


“Ayah sedang menunggu sopir truk datang...”jawab ayah sambil tersenyum.


“Sopir truk... untuk apa ?”tanya Renata pada ayahnya.


“Nanti kau akan tahu sendiri...”balas Ayah sambil tersenyum kecil.


Renata hanya diam kemudian kembali berbincang dengan ayahnya.


Sementara itu di lain tempat ibunya Andre sedang menikmati waktu sendirian di rumah tanpa adanya gangguan dari para wanita yang dibawa oleh Andre.


“Oh nyamannya di rumah saat ini...”gumam wanita itu melihat telenovela sambil merebahkan diri di sofa.


Di dekatnya keponakan Andre sedang bermain dan membawa banyak mainan hingga memenuhi lantai. Di meja banyak makanan kemasan terhidang di sana.


Kakaknya Andre masuk ke rumah setelah berbelanja dari luar.


“Ibu banyak makanan melimpah di sini ...kebetulan sekali aku sedang lapar.”ucap wanita itu sambil duduk di kursi di dekat ibunya.


“Ya... makan sana... tidak ada yang mau makan makanya Ibu taruh di luar.”jawab ibunya Andre menulis sebentar pada kakaknya Andre kemudian kembali menatap layar televisi.


Satu jam kemudian di rumah Renata terlihat sebuah truk besar berhenti di depan rumah.


“Ayah ada truk datang apa itu yang Ayah tunggu ?”tanya Renata menunjuk sebuah truk besar.


“Ya benar itu yang Ayah tunggu.”jawabnya lalu segera berdiri dan berjalan keluar teras menuju ke tempat truk itu berhenti.


Ayah menghampiri supir truk dan berbicara padanya.


“Pak... tolong pergi ke alamat ini dan keluarkan semua barangnya dari sana tanpa menyisakan satupun barang.”ucap Ayah Renata menyerahkan alamat rumah yang saat ini sedang ditempati oleh Andre dan keluarganya.


“Baik pak... semuanya pasti akan beres.”balas sang sopir menerima alamat dari ayah kemudian memakai topinya.


Setelah berpamitan, sopir truk segera melajukan kembali truknya menuju ke alamat yang ditunjukkan oleh ayahnya Renata.


Tak lama kemudian truk itu tiba di depan rumah Andre.

__ADS_1


“Ibu seperti ada suara kendaraan yang berhenti di luar rumah...”ucap kakaknya Andre pada ibunya.


“Coba kau periksa saja siapa yang berhenti di luar.”ucap ibunya memberi perintah.


Kakaknya Andre berdiri dan keluar rumah untuk memeriksanya. Setibanya di luar dia melihat seorang lelaki turun dari truk.


“Hey pak...! Ada perlu apa ke sini... ?”ucap kakaknya Andre menghampiri sopir truk tadi.


“Apa ini bener rumah Pak Andre...”tanya sang sopir truk.


“Ya benar... katakan padaku ada urusan apa ?” tanya wanita itu tak sabar mengetahui maksud kedatangan sopir truk tadi.


“Aku mendapatkan perintah dari Pak Fernand untuk membersihkan rumah ini.” jawab sama sopir singkat menjelaskan.


Kakaknya Andre tampak tidak mengerti pada apa yang diucapkan oleh sopir truk itu dan menekuk alisnya.


“Permisi...”ucap sate truk itu pada kakaknya Andre.


Sopir truk tepuk tangan dan empat orang lagi turun dari belakang degan melompat kemudian menghampiri supir truk tadi.


“Ayo cepat kita selesaikan...”ucap sang sopir truk pada empat lelaki tadi.


“Siap boz...”jawab keempat lelaki itu.


“Hey tunggu apa yang mau kalian lakukan ?”teriak kakaknya Andre tapi sama sekali tak di gubris oleh para lelaki tadi.


Di dalam rumah para lelaki utusan ayahnya Renata bergerak dengan cepat. Mereka mengeluarkan satu persatu barang dari rumah dan memasukkannya ke dalam truk.


“Hey siapa kalian... ? berani-beraninya mengambil barang orang tanpa permisi !”bentak ibunya Andre saat melihat seorang lelaki tiba-tiba mengangkat kursi di dekatnya dan satu orang lelaki lain pencabut kabel televisi kemudian membawa TV keluar rumah.


“Kami hanya menjalankan perintah saja dari tuan Fernand...”jawab salah satu lelaki menjelaskan pada ibunya Andre.


“Apa... Fernand... ? Lelaki tua itu ? Apa maksudnya dia, rumah ini adalah milik anak kami.”jawab ibunya Andre tak terima sambil memegang televisi dan berusaha mengambilnya kembali.


“Maaf nyonya kami hanya menjalankan perintah saja. Sekali lagi Kami jelaskan kami tidak tahu urusan lainnya di luar itu.”jawabnya lalu menarik TV dari tangan ibunya Andre dan segera membawanya keluar rumah.


Kakaknya Andre menghampiri ibunya.


“Ibu sebenarnya apa yang terjadi... Kenapa mereka semua mengeluarkan barang kita ?”tanya kakaknya Andre pada ibunya.


“Aku juga tidak tahu ada apa... yang jelas ini ulah orang tuanya Renata. Aku akan telepon Andre dulu.”ucap wanita itu kemudian mengambil ponsel dan menelepon Andre. Dia memberitahukan pada Andre jika ada beberapa orang lelaki yang mengambil paksa dan mengeluarkan semua isi barang-barang rumah dan memintanya untuk segera pulang.


Kakaknya Andre sudah berteriak, membentak dan mempertahankan barang-barang mereka namun semua usaha mereka sia-sia belaka.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian semua isi rumah itu sudah selesai dikeluarkan dan rumah itu sekarang dalam keadaan kosong.


beberapa menit kemudian secara bersamaan mobil Andre datang persamaan dengan datangnya mobil Ayah Renata.


Dua lelaki itu turun dari mobil dan bertemu di depan rumah.


“Ayah...” Panggil Andre menyapa ayahnya Renata.


“Jangan panggil aku ayah ! Kau bukan menantuku lagi.”jawab lelaki itu singkat.


Andre diam kemudian menoleh ke arah truk yang penuh dengan barang-barang yang merupakan miliknya.


“Kenapa semua barang yang ada di rumah sudah berpindah dalam truk itu... ?”batin Andre yang tidak tahu karena ibunya tidak memberitahukan sebelumnya.


Ayahnya Renata menyerahkan sebuah berkas pada Andre.


Andre menerima berkas itu dan membacanya.


“Apa... rumah ini sekarang berpindah kepemilikan kembali menjadi hak milik Renata ?”batin Andre yang terkejut. Wajahnya seketika pucat pasi dan tangannya gemetar memegang akta rumah atas nama Renata itu.


Ayahnya Renata segera mengambil kembali akta rumah yang di bawa Andre.


“Sekarang aku minta kau dan semua keluargamu angkat kaki dari rumah ini. Aku memberimu waktu satu kali 24 jam untuk mengemasi semua barang lainnya yang masih tersisa di sini.”ucap lelaki itu dalam berjalan pergi meninggalkan Andre.


Ayahnya Renata menghampiri sopir truk dan bicara sebentar dengannya. Dia kemudian melihat. isi truk itu sebelum dibawa pergi oleh truk.


Di kotak mainan ayahnya Renata melihat sebuah kalung berkilauan dan dia mengambilnya.


“Ini kan kalungnya Renata... kalung yang pernah kuberikan padanya sebagai hadiah di ulang tahunnya saat berusia 17 tahun...”gumam lelaki itu.


Ayahnya Renata segera membawa kalau itu dan memasukkan ke saku bajunya.


“Sopir angkut saja semua barang ini sekarang juga.”ucap ayahnya Renata memerintahkan.


Truk pun melaju meninggalkan rumah Andre. Sedangkan Andre dan keluarganya hanya bisa terdiam menatap semua barangnya diangkut entah ke mana.


BERSAMBUNG....


Dear all readers... maaf hari ini cuma up 1 eps. Karena penulis sedang tidak enak badan.


Terima kasih...


Salam😆❤️

__ADS_1


__ADS_2