Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 109 Ciuman Terakhir


__ADS_3

Sharp Eye akhirnya sampai di luar rumah sakit dan segera menghampiri Noah.


“Kenapa kau lama sekali baru kembali ?”ucap Noah saat Sharp Eye sudah berada di depannya.


“Cepat ayo ikuti aku masuk ke dalam.”jawab Sharp Eye dengan terburu-buru.


Noah yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa Sharp Eye tiba-tiba mengajaknya masuk ke rumah sakit menanyakan hal itu padanya.


“Noah tak ada waktu lagi untuk menjelaskannya padamu. Ayo cepat ikuti aku. Aku akan menjelaskan pada mu di jalan nanti.”balas Sharp Eye.


Noah yang melihat Sharp Eye tampak serius segera berjalan mengikuti elang itu masuk ke rumah sakit karena pasti ada hal genting di sana.


Di luar rumah sakit, Alland berhasil sampai di lokasi Irise berada.


“Ya itu memang Irise. Tapi Kenapa dia berlari dengan terburu-buru masuk ke rumah sakit ?”gumam Alland setelah yang dilihatnya benar Irise.


“Apa tante masuk ke rumah sakit ini ?”batin Alland saat melihat wajah Irise yang cemas.


Karena ibu Irise merupakan sahabat ibunya dan dia pun sudah menganggapnya seperti saudara sendiri ikut menjadi khawatir.


“Irise.... !”teriak Alland memanggil. Namun sayang Irise tidak mendengar panggilannya dan terus berlari masuk ke rumah sakit.


“tap... tap... tap...”Alland mengikuti gadis itu dan mengejarnya.


Cheryl tiba di depan ruangan tempat Noah dirawat. Namun dalam ruangan itu masih ada beberapa perawat yang belum keluar.


“Baiklah aku akan menunggunya sebentar.”batin Cheryl setelah melihat dari kaca.


“Ku rasa tak ada yang perlu dikhawatirkan dari pasien ini.”ucap salah satu perawat setelah membersihkan tubuh Noah dan mengganti selimutnya.

__ADS_1


“Semoga saja pasien ini segera sadar. Kasihan sekali keluarganya.”balas perawat lainnya menatap kondisi Noah saat ini.


Dua perawat itu kemudian keluar dari ruangan.


“klak...”


Sebelum pintu ruangan tempat Noah dirawat terbuka, Cheryl segera bersembunyi dan pergi dari sana masuk ke sebuah toilet yang ada di sekitarnya.


Setelah beberapa menit kemudian Cheryl membuka pintu toilet dan mengintip ke arah luar.


“Dua perawat itu sudah pergi rupanya, bagus.”gumam Cheryl saat melihat dua petugas medis itu sudah berjalan jauh dari ruangan Noah di rawat.


Cheryl segera keluar dari toilet dan masuk ke ruangan tempat Noah dirawat.


Sementara Noah masih berlari mengikuti Sharp Eye yang terbang dengan cepat.


“Sharp Eye sebenarnya ada apa kau bilang mau cerita padaku ?”tanya Noah sambil terus berlari.


Noah diam tidak menjawab dan seketika syok mendengar cerita dari Sharp Eye.


“Gadis itu... apa dia masih membenci ku ? Lalu apa yang ingin dia lakukan padaku ?”batin Noah beralih memikirkan Cheryl.


Dalam hati dia merasa bersalah pada kekasihnya itu karena dia sudah mempermainkan dirinya dan beberapa gadis lainnya. Namun ia tidak tahu apa yang bisa dia lakukan untuk menebus rasa bersalahnya pada gadis itu.


“Jika memang benar Cheryl masih menyimpan rasa benci padaku berarti dia ke sini untuk balas dendam padaku.”batin Noah lagi yang tahu persis bagaimana sikap dan watak gadis itu.


“Sharp Eye berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke ruangan tempat diriku dirawat ?”tanya Noah pada Sharp Eye karena merasa dirinya dalam bahaya.


Sharp Eye memperkirakan waktu yang dibutuhkan setelah mencoba menghitungnya.

__ADS_1


“Kira-kira lima menit lagi.”jawab Sharp Eye singkat dan terus terbang dengan cepat.


Dalam waktu lima menit semuanya bisa saja terjadi tanpa bisa dikendalikan. Noah tak mau ambil resiko.


“Sharp Eye kau punya alat yang bisa memindahkan aku dengan cepat ke sana tidak ? siapapun harganya akan ku beli.”ucap Noah bertanya pada Sharp Eye.


Sharp Eye tidak merespon dan segera mencari item yang di minta Noah dengan cepat.


“klik... ada... harganya tiga puluh ribu poin. Alat pemotong waktu super !”jawab Sharp Eye sambil menunjukkan item tadi.


“Cepat gunakan alat itu sekarang. Tak ada waktu lagi !”ucap Noah dengan serius.


Melihat Noah yang sangat serius Sharp Eye pun segera memproses pembelian item tadi dan segera menggunakannya.


“ding...”Alat pemotong waktu super segera terpasang di tubuh Noah tepat di saat Alland berada di belakang mereka sejauh satu meter.


Setelah alat tadi terpasang seketika kaki Noah terasa seringan udara dan membuatnya berlari secepat kilat dengan kecepatan super sonik.


“Sial... hampir saja aku mengejarnya namun dia sudah berlari lebih cepat lagi.”gumam Alland berhenti sejenak dan mengatur nafasnya yang terengah-engah.


“Irise kenapa dia bisa berlari secepat itu ? Juara atlet lari saja tak bisa berlari secepat dia.”batin Alland merasa ada yang aneh dengan Irise. Namun meskipun begitu dia segera berlari kembali mengejar Irise karena tak ada waktu baginya untuk berpikir tentang kejanggalan itu.


Di dalam ruangan Cheryl menatap ke sekitar dan tak ada siapapun di sana selain dirinya. Dia pun kemudian menghampiri Noah.


“Apa yang akan terjadi pada mu setelah ini ? Kau akan rasakan sendiri nanti. Tak akan ada yang menolong mu.”ucap Cheryl berdiri di depan tubuh Noah sambil tersenyum lebar.


Untuk terakhir kalinya gadis itu menatap Noah dalam-dalam. Dia pun memberikan ciuman terakhirnya di dahi Noah.


“Baiklah aku akan mengirim ke neraka sekarang.”ucap Cheryl mengakhiri ciumannya dan menatap Noah dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2