
Keesokan harinya Noah sengaja bangun lebih awal dan berdiri di depan pintu menunggu Andre pulang.
“Sudah sepuluh menit aku berdiri di sini tapi si brengsek itu belum datang juga...”ucap Noah yang kesal karena menurutnya sudah lama berdiri di depan pintu.
“Tunggu beberapa menit lagi dia akan datang.”ucap Sharp Eye yang barusan keluar rumah dan masuk kembali untuk memantau kondisi di luar.
Tetap saja Noah yang karakter aslinya merupakan seorang pemimpin sebuah gank tak bisa bersabar lebih lama lagi untuk menunggu lelaki itu.
“Kriek...”
Noah membuka pintu dan berjalan keluar rumah. Tepat di saat dia berjalan tiga langkah, Andre tiba di depannya dan berhenti.
“Kau dari mana saja semalaman ?”tanya Noah dengan tatapan tajam menatap suaminya Renata.
Andre diam sejenak dan terkejut saat melihat istrinya ada di depan rumah menyambut kedatangannya, karena tak biasanya istrinya itu melakukan hal seperti itu.
“Sayang... aku lembur banyak kerjaan di kampus. Kau tahu kan besok ada acara Dies Natalis di kampus dan aku membantu acara pelaksanaannya.”ucap Andre mengelak dan yakin jika istrinya akan percaya pada dirinya karena dia tak tahu apa aktivitasnya selama ini di kampus.
Noah yang tahu apa yang dilakukan oleh Andre semalam berjalan lebih mendekat. Dia lalu memeluk bahu Andre untuk menghirup aroma parfum yang masih tersisa di bajunya.
“Sayang... apakah lembur akan membuat mu berbau harum seperti ini... ?”ucap Noah setelah menemukan sisa parfum di baju Andre. Dia kemudian melepas pelukannya dan menarik baju Andre.
Andre tampak sedikit pucat dan mencoba berpikir untuk mengelak lagi agar dirinya selamat dari kecurigaan istrinya.
__ADS_1
“Sayang...kau salah paham. Ini aroma parfum ku yang baru dan kau belum tahu ini.”jawab Andre setelah menemukan alasan yang tepat.
“Sejak kapan kau menyukai aroma parfum feminin seperti ini ?”tanya Noah lagi untuk menyudutkan lelaki itu.
“Ya... aku salah beli di supermarket karena buru-buru dan aku salah mengambil.” jawab Andre masih membantah.
Dari dalam rumah ibunya Andre yang masih tertidur bangun setelah mendengar suara ribut di luar rumah.
“Siapa pagi-pagi begini bikin gaduh... ?”gumamnya yang merasa terganggu.
Wanita itu pun akhirnya keluar dari kamar dan mengikuti suara gaduh itu berasal yang ternyata berasal dari luar rumah.
“kriek...”Ibunya Andre membuka pintu rumah dan keluar. Dia mendapati Renata sedang menarik kerah baju Andre.
“Dasar nenek lampir ini.. bisanya cuma marah, ngomel, memerintah saja...!”batin Noah yang kesal dan berbalik menghadap wanita itu.
“Kau ini kenapa... ? Suami mu capek pulang kerja karena lembur banyak kegiatan, kau malah memperlakukan suami mu seperti itu. Apa itu pantas kau lakukan ?!” ucap ibunya Andre lagi yang ikut campur urusan mereka berdua.
“Andre... cepat masuk rumah !”perintah ibunya pada Andre. Dan Andre pun segera mengikuti perintah ibunya. Dia segera masuk ke rumah meninggalkan Renata begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
Wanita itu kemudian berkacak pinggang menatap Renata dan setelahnya dia menarik Renata masuk ke rumah dengan paksa.
“Ini untuk mu... lebih baik kau segera membersihkan rumah yang kotor ini !”ucap ibu Andre mengambil sapu dan memberikannya pada Renata.
__ADS_1
Noah menerima sapu itu dan memegangnya. Setelah ibu mertua Renata itu meninggalkan dirinya. Dia melempar sapu itu ke lantai.
“Sharp Eye... apa kau punya sebuah alat semacam pembersih pintar atau sejenisnya tidak ? Atau kau saja kali ini membantuku membersihkan rumah ini. Aku tidak tahu caranya menyapu.”ucap Noah menatap elang yang terbang di depannya dan berharap dia mau membantunya kali ini.
“Kau ini.... jika aku membantumu maka aku akan mengurangi poin mu apa kau mau ?”tanya Sharp Eye yang tak mau disuruh lelaki itu.
Sang elang kemudian membuka gerai toko itemnya dan mencari sebuah item yang diminta oleh Noah.
“Klik...”Sharp Eye mengetikkan sebuah kata pada monitor di hadapannya dan istilahnya muncul beberapa item yang mempunyai fungsi seperti yang diminta Noah dengan harga bervariasi.
“Nah item yang kau maksud tersedia dan ada beberapa pilihan kau mau yang mana ?”tanya Sharp Eye menunjukkan lima item dengan harga berbeda.
Noah melihat monitor dan memilih sebuah item dengan harga termurah.
“Kurasa yang ini saja...”ucap Noah menunjuk satu item seharga 500 poin.
“Kenapa kau tidak membeli item yang seharga 2000 poin ini saja ? Ini bagus dan efisien.”
“Tidak yang ku pilih tadi saja. Ini bukan rumahku buat apa coba aku berkeringat untuk membersihkan rumah ini sementara wanita itu hanya bermalas-malasan saja di depan TV.”balas Noah.
Dan beberapa menit kemudian item yang dipilih Noah muncul di depannya. Dia pun duduk manis setelah menekan tombol on pada alat tadi yang secara otomatis bergerak sendiri membersihkan seluruh rumah.
BERSAMBUNG....
__ADS_1