
Beberapa hari kemudian pengacaranya Renata sudah mengurus semua masalah pembagian warisan setelah Renata dan Andre resmi bercerai. Dia mengirim sebuah surat untuk Andre.
Sore hari Andre pulang dari Universitas sehabis mengajar. Dia masuk ke rumah dengan lesu setelah perceraiannya menjadi resmi dengan Renata.
“Sekarang tidak akan ada yang menyuport ku...”gerutu Andre menyadari jika saja mungkin Anda tak akan takut lagi fasilitas yang selama ini diberikan padanya.
“Tapi tak masalah juga... untungnya ada Rianty yang menyukai hidupku selama ini.”batin Andre yang membesarkan hatinya sendiri karena Rianty merupakan putri pengusaha juga.
Di saat semangatnya melemah dia melihat sebuah surat di meja kamarnya.
"Surat apa ini ?”gumamnya saat melihat amplop coklat yang ada di meja dan mengambilnya.
Andre seketika berkeringat dingin dan tampak pucat pasif setelah membaca surat dari pengacara.
“Apa... setelah resmi bercerai aku tidak mendapatkan sepeser pun pembagian warisan ? Bahkan rumah ini juga akan ditarik ?!”ucap Andre terkejut dan sangat syok sekali.
Dia pun menghela nafas panjang sambil membanting tubuhnya ke tempat tidur dengan keras karena merasa stres.
“Aku hanya berharap setelah ini akan mendapatkan kehidupan yang baik bersama dengan Rianty...”gumamnya merasa putus asa.
Beberapa hari kemudian di suatu sore yang cerah, Andre pulang dari tempatnya bekerja dan menuju ke rumah Rianty.
Gadis itu sebelumnya sudah mendengar kabar tentang perceraian resmi antara Andre dan Renata. Dan hal itu menguntungkan posisinya saat ini.
“Ckiit...” suara mobil Andre yang berhenti di rumah Rianty.
Gadis itu segera keluar dari rumah setelah mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya.
“Andre... akhirnya kau datang juga aku sudah lama menunggumu.”ucap Rianty tersenyum lebar menyambut kedatangan Andre yang selama beberapa hari ini tak berkunjung ke rumahnya.
“Ya sayang... kau tahu aku repot kan... selama beberapa hari ini mengurusi masalah perceraian ku.”jawabnya turun dari mobil dan menghampiri Rianty.
__ADS_1
Rianty memegang ruangan Andre dan mengajaknya masuk ke rumah. di dalam rumah mereka duduk bersebelahan di sofa yang ada di ruang tamu.
seperti biasa dari situ bermanja-manja pada Andre. Dia menyadarkan kepalanya ke bawa Andre sambil merangkul pinggangnya.
“Andre...kau kan sudah resmi bercerai dengan wanita itu maka sekarang saatnya kita meresmikan hubungan kita dulu.”ucap Rianty sambil tersenyum lebar dan mencubit hidung Andre.
“Ya... tapi tidak mungkin kita menikah dalam waktu dekat ini. Baru berapa hari aku bercerai setidaknya tiga bulan ke depan baru aku bisa menikah denganmu.” balas Andre menjelaskan panjang lebar agar garis itu bisa mengerti keadaannya saat ini.
Rianty tampak sedikit kecewa namun dia tak pantang menyerah. Jika mereka akan menikah dalam tiga bulan ke depan bukan masalah jika saat ini mereka tinggal bersama.
“Sayang... jika begitu maka aku ingin tinggal bersama denganmu mulai dari sekarang.”ucap Rianty sambil menyentuh dan mengelus pipi Andre.
“Maksud mu... kau ingin tinggal denganku begitu ?” balas Andre menerjemahkan pernyataan Rianty.
Rianty mengangguk dan tersenyum kecil.
“Bagaimana Andre...”tanya gadis itu lagi terus mengejar Andre.
“Jadi.... kamu Izinkan aku tinggal bersama denganmu... ?!”ucap Rianty tak percaya dan tak senang mendengarnya.
“Lalu kapan aku akan pindah ke rumahmu ?”tanya Rianty antusias sekali.
Andre sebenarnya tampak belum siap jika gadis itu harus tinggal bersamanya. Karena status Rumah itu sekarang akan kembali menjadi milik Renata entah kapan.
Rianty mengguncang tubuh Andre karena lelaki itu diam dan tidak menjawab pertanyaannya.
“Baiklah besok atau lusa kau bisa pindah ke rumahku setelah kau selesai mengemasi semua barang mu.”jawab Andre.
Rianty tersenyum lebar karena merasa senang permintaannya akhirnya terkabul juga setelah sekian lama ingin bersama dengan Andre. Dia pun mencium Andre sebagai tanda terima kasihnya.
Keesokan harinya tepat di akhir pekan siang hari Andre dan Rianty keluar dari rumah bersama dengan membawa beberapa barang.
__ADS_1
“Apa hanya ini saja barang yang kau bawa ?”tanya Andre pada Rianty sambil memasukkan semua barang ke bagasi.
“Ya itu saja sayang... aku sudah membawa semuanya.”balas Rianty.
Setelah selesai masukkan semua barang ke bagasi mobil mereka berdua pun masuk ke mobil.
“broom...”Andre melajukan mobilnya menuju ke rumah.
Tak Berapa lama kemudian mereka tiba di rumah. Andre dan Rianty turun dari mobil.
Rianty berdiri dan menunggu Andre mengeluarkan semua barangnya dari bagasi.
“Ayo kita masuk sekarang...”ucap Andre mengajar Yanti masuk ke rumah sambil membawa beberapa barang bawaan Rianty.
Di dalam rumah mereka bertemu dengan ibunya Andre.
“Andre siapa gadis ini ?”tanya ibunya mematikan TV kemudian menghampiri mereka berdua dan menatap Rianty yang baru dilihatnya.
Andre menurunkan barang yang dia bawa lalu menjelaskannya pada ibunya.
“Ibu... ini Rianty...dia akan tinggal di sini. Dia juga mengandung anakku. Ibu akan segera menimang cucu setelah ini.”jelas Andre memperkenalkan dan menjelaskan status Rianty pada ibunya.
Gadis itu dan ibunya Andre bercakap-cakap sebentar dan setelahnya masuk ke kamar Andre untuk beristirahat sebentar.
“Semoga saja gadis yang dibawa Andre itu merupakan anaknya orang kaya.”batin ibunya Andre menatap kepergian Rianty.
Di lain tempat tampak Noah dan Sharp Eye sedang berada di kamar. Mereka berdua melihat tayangan yang menampilkan keadaan Andre saat ini.
“Belum ada satu minggu bercerai rupanya dia sudah membawa kekasihnya itu ke rumah Renata...”ucap Noah tersenyum kecut menatap tingkah laku Andre yang begitu menyebalkan dan murahan sekali.
BERSAMBUNG....
__ADS_1