Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 96 Terkesan


__ADS_3

Noah terlihat sedikit gugup dan mencoba untuk tenang. Dia menatap Sharp Eye yang ada di bahunya.


“Apa menurutmu lelaki ini tahu apa yang aku lihat barusan...?”tanya Noah tanpa bersuara.


“Ku rasa dia tidak mungkin tahu dan tidak melihatnya...”jawab Sharp Eye singkat.


“Tumben sekali kau ketakutan sendiri...”ujar Sharp Eye pada sikap Noah yang tak biasa.


“Aku tidak mau saja terbongkar identitas ku oleh lelaki ini...”jawab Noah menatap Sharp Eye.


“Tidak mungkin dia akan mengetahui identitas mu menjadi tenang saja.”balas elang itu.


Noah pun merasa lega mendengar jawaban dari Sharp Eye.


Sementara Alland yang kebetulan lapar memilih menu yang bisa mengganjal perutnya. Dia menoleh ke samping kanan menatap ke meja dan melihat menu yang dipesan oleh Irise yang hanya menu dessert saja.


“Apa kau mau pesan menu lain ?”ucap Alland menawarkan pada Irise.


“Oh... maaf tidak... aku tidak lapar...”jawab Irise menolak.


“Jika begitu aku hanya akan memesan menu untuk diriku saja.”jawab Alland sambil tersenyum.


Tak jauh dari meja mereka berada saat ini seorang pelayan melewati mereka.


“Pelayan tolong ke sini sebentar !”ucap lelaki itu memanggil.


Seorang pelayan wanita berhenti dan menghampiri meja Alland.


“Tolong aku pesan paket A dua porsi.”ucap Alland mana pelayan sambil meletakkan daftar menu yang dibacanya.


“Baik tuan mohon ditunggu...”jawab pelayan tadi mencatat pesanan Alland dan segera pergi dari sana.


Noah hanya diam saja dan menatap lelaki yang duduk di sampingnya.


“Ho... aku tak menyangka dia selapar itu hingga memesan dua porsi untuk dirinya sendiri.”batin Noah sambil menekuk alisnya mengetahui selera makan Alland.

__ADS_1


Alland kemudian menoleh ke kiri dan menatap wanita yang duduk di sebelahnya.


“Bagaimana keadaanmu setelah terakhir kali kita bertemu di rumah sakit ?”ucapnya bertanya.


“Ya jauh lebih baik sekarang...”balas Noah singkat.


Noah mengambil puding yang ada di depannya dan mulai menyantap nya.


“Maaf saat pertama kali membawamu ke rumah sakit petugas medis bilang ada zat berbahaya di tubuhmu dan saat kita bertemu kembali kau sehabis menjalani terapi. Jika boleh tahu apanya sebenarnya terjadi padamu... ?” ucap Alland bertanya dan menumpahkan semua rasa penasarannya selama ini.


Noah menatap Alland dalam diam.


“Kenapa aku merasa lelaki ini berbeda dengan lelaki manapun yang pernah aku temui sebelumnya. Ku rasa dia lebih sensitif dan lebih tanggap...”batin Noah masih menatap mata Alland yang berwarna hazel.


“Ya itu... aku...”jawab Noah enggan menceritakan permasalahannya pada orang yang baru dijumpainya.


“Tuan ini pesanannya...”ucap seorang pelayan datang dan membawakan pesanan dua porsi makanan untuk Alland.


“Terima kasih....”ucap Alland dengan ramah menerima menu yang dibawakan oleh pelayan tadi.


Noah merasa beruntung dengan kedatangan pelayan yang tepat di saat dia tak ingin menjelaskan masalah pribadinya. Dia pun segera mengalihkan topik pembicaraan.


“Aku ada urusan dengan beberapa klien dan kebetulan saja lewat ke sini dan bertemu denganmu.”jawab lelaki itu menjelaskan.


Alland yang merasa lapar menyantap satu porsi makanan yang dipesannya tadi. Sedangkan Noah kembali menghabiskan puding yang tadi dipesannya.


Irise tiba-tiba merasa ingin pergi ke toilet setelah menghabiskan satu gelas lemon juice. Dia pun tak bisa menanya lagi dan berdiri dari tempat duduknya.


“Alland...aku mau pergi ke toilet sebentar...”ucap Irise meminta izin pada Alland.


“Ya... aku akan menjaga barang mu di sini.”jawab Alland menghentikan makanya sebentar dan menatap wanita itu.


Irise berjalan menuju ke toilet yang berada agak jauh dari lokasi tempatnya duduk saat ini.


“Jauh sekali toilet nya...”gumamnya setelah tiba di toilet.

__ADS_1


Sayang sekali di toilet itu ramai dan dia harus mengantri terlebih dulu.


Kembali ke Alland yang saat ini sedang makan sendirian. Dia menatap ke sekitar dan mendapati Irise yang masih belum kembali dari toilet.


“Sayang sekali wanita itu sebenarnya akan menjawab pertanyaan ku tapi tadi ada pelayan yang datang... sehingga ku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya...”gumamnya menatap kursi kosong di sebelahnya.


Tiba-tiba Alland mendengar suara seorang lelaki dan perempuan berbicara di dekatnya. Dia pun menatap ke samping kiri dan kanan namun tidak menemukan siapapun.


Mata hazel Alland kemudian terpaku pada laptop Irise yang ada di meja. Sebenarnya dia tak ingin melihatnya namun suara dari laptop itu terlampau keras.


“Apa yang dilihat Irise. Ku rasa dia lupa mematikannya. Atau aku akan kecilkan volumenya saja.”ucapnya lalu Kenapa laptop Iris dan membukanya untuk mengecilkan volumenya.


Alland ternyata tertarik untuk melihat tayangan Edwin dan Lilia. Dia mendengarkan sebentar percakapan mereka sebelum memilih mode mute.


“Apa... kenapa lelaki ini menyebutkan nama Irise... apa mungkin dia ada hubungannya dengan wanita itu...”gumamnya terkejut saat Edwin menyebut nama Irise lagi beberapa kali.


“Apa lelaki ini adalah suaminya Irise...dan dia punya affair dengan wanita lain... tapi Irise mengetahui hubungan mereka...”batin Alland menyimpulkan.


Dia pun merasa sudah cukup melihat tayangan itu dan segera mengaktifkan mode mute lalu menutup kembali laptop Asus dan mengembalikan ke tempatnya semula sebelum wanita itu kembali dan melihat nya.


“Aku benar-benar tak menyangka wanita itu ternyata bukan wanita biasa. Dia memang sesuatu...”batin Alland dalam hati.


Satu menit kemudian Iris keluar dari toilet dan berjalan kembali ke tempat duduknya.


Wanita itu tidak tahu kenapa Alland tiba-tiba menatapnya dengan rasa iba dan juga tatapan yang tak bisa dia deskripsikan.


“Ehm... Irise... makanlah ini sebelum dingin.”ucap Alland menyatakan Satu menu yang di pesan yang tadi pada Irise setelah wanita itu duduk.


“Oh... tidak... kenapa kau menyerahkan menu yang kau pesan padaku ?”tanya Irise terkejut.


“Aku memang memesankan nya untuk mu.”jawabnya sambil tersenyum kecil.


Irise menolaknya dan menyadarkan kembali itu pada Alland.


“Tolong terimalah ini... anggap saja ini sebagai permintaan maaf tempo hari dariku.”balas Alland bersi keras dan tetap memaksa.

__ADS_1


Irise pun tak bisa mendownload lagi dan akhirnya menerimanya. Dia pun mulai menyantap makanan itu sedangkan alat hanya diam dan tersenyum melihat Irise yang sedang makan.


BERSAMBUNG...


__ADS_2