
Tujuh bulan kemudian.
Ruang bersalin, pukul 06.00 pagi.
Julya sedang merasakan sakit-sakit nikmat-nya sebuah kontraksi dengan March yang memeluknya dari belakang sambil mengelus punggung dan perut buncit Julya secara bergantian.
Sudah dari jam dua dini hari tadi Julya di larikan ke rumah sakit karena merasakan kontraksi yang sangat hebat. Dan untuk mempermudah pembukaan, dokter pun memberikan cairan induksi ke tubuh Julya melalui selang infus.
"March... Sakit." Ringis Julya sambil mere*mas tangan March yang sedang mengelus perutnya.
"Tarik nafas Sayang.. keluarkan." Hanya kata-kata itu yang bisa March katakan.
Ceklek. Tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka dan masuklah Nenek Julya, Novi dan Neon ke dalam.
"Nenek..." Tangis manja Julya saat melihat sang Nenek.
"Sudah pembukaan berapa?" Tanya Nenek Julya santai.
"Katanya sih pembukaan tujuh." Jawab March.
"Oh.. sebentar lagi kalau gitu. Nikmati saja." Balas Nenek Julya.
"Huwaaa... Kok Nenek santai sekali, ini sakit Nek." Teriak Julya.
"Kau pikir Nenek tidak pernah merasakan!" Balas Nenek Julya.
Beda dengan Nenek Julya yang terlihat santai, Novi yang usia kandungannya sudah tujuh bulan ikut meringis seolah merasakan rasa sakit kontraksi yang Julya rasakan.
"Aaaakh... Apa ini?" Tiba-tiba saja Novi berteriak saat ada cairan mengalir dari Mbak Nikmat-nya.
Sontak semua mata memandang ke arah Novi.
"Itu air ketuban." Ucap Nenek Julya saat melihat air yang mengalir ke kaki Novi.
__ADS_1
"Neon cepat panggil dokter!!" Teriak Nenek Julya. Kali ini Nenek Julya baru panik. Bagaimana tidak panik kalau usia kandungan Novi baru tujuh bulan tapi air ketuban sudah pecah.
Neon pun cepat-cepat keluar dari ruangan itu dan berlari menuju pos tempat para perawat berjaga.
"Ayo duduk disini." Nenek Julya menggiring Novi untuk duduk di ranjang yang ada disebelah ranjang Julya.
"Nenek bagaimana ini? Apa anak ku tidak kenapa?" Tanya Novi dengan suara bergetar panik.
"Nenek juga tidak tahu Sayang. Tapi tenang lah, agar semuanya baik-baik saja." Balas Nenek Julya.
Tak lama dokter dan dua bidan pun masuk ke dalam ruang bersalin itu.
Karena setahu dokter pasien yang akan melahirkan Julya, maka dokter pun langsung berjalan menuju ranjang Julya.
"Bukan yang itu dok, tapi yang ini." Ucap Nenek Julya.
Dokter pun beralih ke ranjang Novi.
"Silahkan berbaring, biar saya periksa dulu." Perintah dokter.
"Aargh.. sakit March.." suara ringis kesakitan Julya menjadi sound di ruangan itu.
"Sudah pembukaan lima." Ucap dokter saat memeriksa Novi.
"Hah!!!!" Teriak Novi, Neon dan Nenek Julya.
"Kok bisa dok? Usia kehamilannya baru tujuh bulan dok." Ucap Nenek Julya.
"Tidak masalah Bu, karena usia kandungan tujuh bulan semua organ sudah lengkap dan berfungsi dengan baik." Balas dokter.
"Tapi kenapa bisa dok?"
"Tanyakan saja Bapaknya, mungkin karena Bapaknya sering menjenguk anak-nya sehingga jalan lahir terbuka lebar." Balas dokter.
__ADS_1
Mendengar itu Nenek Julya langsung memberi tatapan tajam pada Neon.
"Kok Novi gak ngerasain sakit kayak Julya, Nek?" Tanya Julya.
"Setiap orang kan berbeda-beda Bu." Malah dokter yang menjawab.
"Ssh... Aaarrghh.. aku mau buang air besar." Teriak Julya.
"Bidan, tolong periksa pembukaannya." Perintah dokter pada bidan.
Bidan pun memeriksa jalan lahir anak Julya.
"Pembukaan lengkap dok." Jawab bidan.
"Tutup tirai-nya, siapkan alat-alat!" Perintah dokter.
Sambil bidan mengerjakan apa yang dokter perintahkan, dokter pun mulai mempersiapkan dirinya.
Jeritan kesakitan Julya pun terdengar begitu pilu memenuhi ruangan itu.
Setelah dokter selesai mempersiapkan dirinya, dokter pun mendekati Julya dan mengarahkan Julya untuk mengejan.
Lima belas menit kemudian.
Oweee.. oweeee.. suara tangis bayi laki-laki pun menggantikan suara jeritan Julya.
Dokter pun langsung meletakkan bayi laki-laki March-Julya itu ke atas dada Julya.
Setelah kurang lebih lima belas menit berada di atas dada Julya, bayi laki-laki itu pun diambil kembali untuk di bersihkan, di beri vitamin, ditimbang dan diukur.
Sambil menunggu bayi March-Julya di bersihkan, Julya pun di pindahkan ke ruang observasi.
Bersambung...
__ADS_1
*** Maaf yah kakak-kakak, selain gak pinter buat part ajeb-ajeb, aku juga gak pinter buat part partus. Jadi kalau feelnya kurang dapet, aku mohon maaf. 🙏🙏 ***