
"Jadi Paman yang sebenarnya terjadi waktu itu, saya sama sekali belum membaca surat yang Shea berikan pada saya. Saya baru tahu isi dari surat itu, bahkan sampai saya melihat Shea di bully pun saya belum membaca surat itu. Dan saya baru tahu kalau Shea di bully karena menyatakan perasaannya pada saya lewat surat itu setelah Shea di bawa oleh Bibi." Ucap Rai meluruskan kesalahpahaman yang sudah sangat lama itu.
"Keesokan harinya saya menunggu Shea di gerbang sekolah untuk meminta maaf karena sudah di bully oleh teman-teman saya dan saya juga ingin menjelaskan pada Shea kalau saya belum membaca surat untuk saya itu saat pembullyan terjadi. Tapi sampai bel masuk sekolah berbunyi, Shea tak kunjung datang. Seminggu setelahnya saya malah mendengar Shea sudah pindah sekolah." Lanjut Rai.
"Jujur, itulah yang membuat saya merasa penasaran sampai sekarang, apa alasan Shea pindah sekolah. Apa karena pembullyan itu atau Shea berpikir kalau saya yang sudah menyebarkan surat untuk saya." Kata Rai lagi.
"Asal kau tahu, sejak hari itu, Shea menjadi trauma, dia mengurung diri dikamar, makanya saya memutuskan untuk memindahkan Shea dan Shella ke sekolah lain."
"Tapi saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi saat itu Paman." Balas Rai.
Daddy Bratt memicingkan matanya mencari kebohongan dari mata Rai, tapi Daddy Bratt tak menemukannya.
"Lalu apa tujuan mu sekarang mendekati Shea?" Tanya Daddy Bratt dengan tatapan mengintimidasi.
__ADS_1
"Saya hanya ingin membantunya sembuh Paman."
"Atas dasar apa kau melakukan itu? Apa kau menyukai putri ku? Aku tegaskan sekali lagi, aku tidak suka kau mendekati putri ku jika kau punya tujuan lain!" Ucap Daddy Bratt tegas.
"Aku merawat putri ku, membuat dia terlihat culun saat kecil karena aku tahu kedua putri ku sangat cantik dan polos dan aku tidak mau lelaki mendekatinya hanya karena kecantikan kedua putri ku lalu memanfaatkan kepolosan mereka hanya dengan kata-kata cinta yang keluar dari mulut para buaya seperti kau!"
"Maaf Paman, saya memang buaya, saya memang bastard, saya memang penjelajah wanita, dan saya akui saya sangat menyukai wanita cantik dan seksi tapi saya bukanlah laki-laki yang suka memanfaatkan kepolosan wanita apalagi memanfaatkan keadaan." Balas Rai.
"Baiklah, kalau memang kau mendekati Shea hanya untuk kesembuhan Shea. Saya mengizinkan mu mendekati Shea. Tapi kalau untuk maksud lain, lebih baik kau mundur sekarang sebelum saya yang memukul kau mundur!"
"Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, saya keluar, saya ingin melihat keadaan Mishea dulu." Ucap Rai lalu berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan menuju pintu.
Namun sesampainya di pintu, Rai menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuhnya.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong Paman, apa Anda sudah memikirkan bagaimana jika Mishea jatuh cinta pada saya? Dan mengharapkan hubungan yang lebih dengan saya. Kira-kira jawaban apa yang harus saya berikan jika Mishea kembali menyatakan perasaannya pada saya seperti waktu SD? Apa saya harus menolaknya? Kalau memang saya harus menolaknya, Paman harus berjanji tidak akan menuntut apa-apa pada saya jika terjadi sesuatu pada Mishea." Ucap Rai dengan senyum menyeringai lalu kembali membalikkan tubuhnya menghadap pintu kemudian membuka pintu ruang kerja Daddy Bratt lalu keluar dari dalam ruang kerja Daddy Bratt meninggalkan Daddy Bratt yang sepertinya sedang kesal karena ucapannya.
"Breng*sek!!!!!" Geram Daddy Bratt sambil mengepalkan tangannya.
Dilema, itulah yang Daddy Bratt rasakan saat ini setelah mendengar kata-kata Rai.
Satu sisi ia tidak menyukai Rai dan ingin mencarikan laki-laki yang menurutnya cocok untuk Mishea, tapi disisi lain ia tidak mau kejadian hari ini terulang lagi jika memang Mishea jatuh cinta pada Rai. Tapi ingin melarang Rai bertemu Mishea juga Daddy Bratt tidak bisa, karena saat ini kesembuhan Mishea bergantung pada Rai.
Benar-benar dilema yang besar untuk Daddy Bratt sebagai seorang Ayah.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...