
"Bukan aku yang ingin tidur!!! Tapi 'adik kecil' ku ini yang ingin tidur!!" Satria sudah tidak bisa lagi merahasiakan pada Mishella.
Mata Mishella membulat lalu melihat ke arah celana Satria. Tidak kelihatan memang 'adik kecil' Satria yang sedang bangun karena 'adik kecil' Satria itu masih tertutupi celana.
"Aku memukuli teman Hansara karena aku melihat laki-laki breng*sek itu memasukkan obat perangsang dalam minuman yang di berikan untuk Hansara. Dan dengan bodohnya aku malah meminum minuman itu, padahal harusnya aku membuangnya!!" Akhirnya Satria jujur.
"Jadi sekarang kamu..." Lirih Mishella ia tak sanggup melanjutkan kata-katanya.
Satria menganggukkan kepalanya
"Hasrat kelaki-lakian ku sedang sangat tinggi sekarang, aku pikir dengan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi aku bisa mengalihkan hasrat ku tapi ternyata tidak berhasil." Ucap Satria.
Mishella hanya ternganga mendengar pengakuan Satria.
Satria pun kembali melajukan mobilnya lalu memarkirkan mobilnya.
"Kamu tunggu disini, biar aku urus ini dulu." Ucap Satria.
Satria pun keluar dari dalam mobil.
Di dalam mobil, Mishella nampak sedang berpikir. Berpikir apa dirinya harus membantu Satria atau membiarkan Satria menderita karena hasratnya yang tidak tersalurkan.
Setelah memikirkan singkat keputusan yang harus ia ambil, Mishella pun mantap dengan keputusannya.
Mishella pun keluar dari dalam mobil lalu berlari memasuki penginapan.
Sesampainya di dalam penginapan, ternyata Satria sudah mendapat kamar. Bermodal informasi dari penjaga penginapan yang memberitahu nomor kamar penginapan Satria, Mishella pun berjalan dengan tergesa-gesa mencari kamar Satria.
__ADS_1
"Ini dia kamarnya." Lirih Mishella saat melihat nomor kamar yang di beritahu penjaga penginapan.
Mishella pun mengetuk pintu kamar.
Di dalam kamar, Satria yang baru membuka pakaiannya dan hendak berjalan ke kamar mandi terpaksa memakai kembali boxernya setelah mendengar pintu kamar terketuk. Ia pikir yang mengetuk pintu kamar itu adalah petugas penginapan yang ingin memberi pelayanan kamar.
Tapi ternyata...
Ceklek. Dengan bertelanjang dada dan hanya memakai boxer-nya, Satria membuka pintu.
"Shella..." Pekik Satria saat melihat Mishella yang ternyata mengetuk pintu.
"Satria..." Lirih Mishella saat melihat penampakan tubuh Satria.
Sepolos-polosnya Mishella jika di suguhkan dengan pemandangan dada bidang, otot kekar dan perut sixpack pasti akan ngences-ngences juga.
Bukannya menjawab, Mishella malah menyerobot masuk ke dalam kamar Satria lalu mendorong tubuh Satria untuk menjauhi pintu lalu mengunci pintu kamar itu dan mencabut kunci yang menempel di handle pintu.
"Hei.. apa yang kamu lakukan Shella!! Bawa kemari kunci itu!!" Bentak Satria saat Mishella malah memasukkan kunci ke dalam kantong celana-nya.
"No!!!" Jawab Mishella lalu berjalan memasuki ruang tidur.
"Shell, kamu mau apa sih? Kamu sadar gak sih kalau lagi ada dalam kandang buaya yang sedang kelaparan sekarang!!" Ucap Satria seraya mengikuti Mishella dari belakang.
"Aku akan membantu mu melampiaskan hasrat mu." Jawab Mishella seraya membuka kaos yang ia kenakan.
Mata Satria membulat lebar mendengar kata-kata Mishella dan melihat penampakan tubuh Mishella.
__ADS_1
"Jangan ngaco kamu!! Ayo keluar!!!" Balas Satria. Meski gejolak hasratnya sudah makin tak menentu karena penampakan tubuh Mishella tapi ia masih berusaha menggunakan kewarasannya untuk tidak melampiaskan hasratnya pada Mishella.
Satria menarik tangan Mishella namun Mishella menarik kembali tangan Satria hingga tubuh mereka berdempetan.
"Aku dengan senang hati mengorbankan tubuh ku untuk menjadi pelampiasan mu Sat. Pakailah tubuh ku!" Ucap Mishella seraya menciumi leher Satria.
"Shell, kamu sadar apa yang barusan kamu bicarakan?" Tanya Satria sambil memejamkan matanya antara menikmati ciuman Mishella di lehernya tapi juga sedang berusaha keras menahan hasratnya dan tetap menjaga kewarasannya.
"Aku sadar Sat. Pakailah tubuhku, aku tidak akan meminta pertanggung jawaban dari mu." Jawab Mishella, tangannya kini sudah mengelus otot-otot perut Satria.
Satria mendorong tubuh Mishella.
"Tidak!! Aku tidak akan melakukan itu pada mu!! Sekarang keluarlah!!" Usir Satria.
Mendapat penolakan dari Satria, Mishella tak langsung putus asa. Malah sekarang Mishella membuka hotpants-nya dan penutup dua gundukan dagingnya. Kini yang tersisa ditubuh Mishella hanya lah tirai segitiga berenda yang menutupi Eneng Tembem-nya.
Melihat itu Satria langsung membalikkan tubuhnya.
"Tahan Satria.. tahan. Kamu harus tetap waras, kamu harus tetap waras." Gumam Satria dalam hati untuk memberi sugesti pada tubuhnya untuk menahan godaan yang Mishella suguhkan.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1