
Kini March dan Julya sudah sampai di supermarket terdekat.
"Sini ku gendong." Ucap March.
"Tidak usah March, malu dilihat orang!" Tolak Julya.
"Kenapa harus malu? Harusnya kau bangga karena suami mu memperlakukan mu seperti ratu." Balas March.
"Ta..."
"Sudah diam! Jangan banyak protes!" Potong March dan langsung menggendong Julya.
Dengan menggendong Julya ala bridal style, March pun berjalan memasuki gedung supermarket.
"Apa kau mau aku masukkan dalam troli seperti anak kecil itu?" Tanya March saat melihat anak kecil yang di masukkan troli oleh ibunya.
"Ish! Kau pikir aku anak kecil, hah!" Protes Julya sambil memukul dada March pelan.
March hanya terkekeh kecil mendengar protes Julya.
March terus berjalan mencari bangku untuk mendudukkan Julya.
"Kau duduk disini dulu yah, biar ku cari bakso, udang dan sawi." Ucap March sambil mendudukkan Julya di bangku.
Julya menganggukkan kepalanya.
"Sekalian keripik kentang dan cemilan yang lain." Ucap Julya.
"Baik Nyonya Alfian!" Jawab March sambil mencubit gemas pipi Julya.
__ADS_1
March pun mulai berbelanja bahan-bahan yang akan ia pakai untuk membuatkan mie instant dan sekalian berbelanja bahan makanan yang sudah hampir habis di dalam kulkas dan tak lupa keripik kentang dan cemilan untuk Julya.
Setelah semua bahan yang di butuhkan sudah masuk ke dalam troli, March pun kembali menghampiri Julya.
"Sudah selesai belanjanya?" Tanya Julya saat melihat suaminya berjalan mendekatinya.
March menganggukkan kepalanya.
"Ayo." Ucap March sambil berjongkok di hadapan Julya.
"Sedang apa kau?" Tanya Julya heran.
"Cepatlah naik ke punggung ku." Suruh March.
"Tidak usah, aku jalan saja kali ini. Aku tidak tega melihat mu menggendong ku sambil membawa troli."
"Aku tidak pa-pa Julya, aku kuat! Ayo cepat naik!" Pinta March lagi.
Setelah Julya naik ke punggungnya, perlahan March pun berdiri dan berjalan dengan satu tangannya menahan bokong Julya dan tangannya yang lain mendorong troli menuju kasir.
"Kalau kau tidak mengizinkan aku jalan, lebih baik kau belikan saja aku kursi roda." Ucap Julya.
"Enak saja!! Terus apa gunanya aku sebagai suami mu!" Protes March.
"Terserah kau lah! Makin hari kau makin posesif saja!" Dumel Julya.
"Itu karena aku makin mencintai mu Baby." Balas March.
Kini March sedang mengantri di kasir.
__ADS_1
"Tante-tante." Seorang anak kecil menepuk kaki Julya.
Sontak Julya menoleh ke arah anak kecil itu.
"Iya sayang, kenapa?"
"Apa Tante tidak bisa berjalan? Kenapa Tante di gendong sama Om bule ini?" Tanya anak kecil itu polos.
"Hei.. kenapa kau bertanya seperti itu, itu tidak baik, oke." Timpal Mama si anak kecil itu.
"Maafkan kelancangan anak saya." Ucap Mama si anak itu merasa tidak enak hati.
"Tidak pa-pa Bu, nama-nya juga anak kecil, jiwa ingin tahu-nya sangat tinggi." Balas Julya.
"Tante bisa jalan kok sayang, hanya untuk saat ini Tante lagi gak enak badan makanya Om bule ini gendong Tante." Ucap Julya menjawab pertanyaan si anak kecil itu.
"Apa Om bule tidak keberatan terus menggendong Tante?" Tanya anak kecil itu lagi.
"Tidak. Kan Om bule kuat. Lagipula ini salah satu bentuk rasa cinta Om bule sama Tante ini. Makanya nanti kalau kau sudah besar, jadi lah lelaki kuat dan tidak perlu malu menunjukkan rasa cinta mu untuk wanita yang kau cintai, karena kalau kau hanya memendamnya dalam hati, yakinlah wanita yang kau cintai pasti akan pergi meninggalkan mu." Malah March yang menjawab.
"Hish kau ini, kenapa bicara seperti itu dengan anak kecil!" Omel Julya.
"Maafkan suami saya yah Bu." Kini gantian Julya lah yang merasa tidak enak hati pada Mama si anak kecil karena March bicara soal cinta dengan anak kecil itu.
Untungnya Mama si anak kecil hanya menanggapi dengan senyuman.
Bersambung...
*** PROMOSI NOVEL BARU ***
__ADS_1
Kakak-kakak... singgah juga yah ke novel kedua aku. Judulnya Bukan Sekedar Obsesi. Terimakasih 🙏🙏🙏