
Setelah dua gundukan daging sudah terpampang nyata, tangan Neon dengan tidak sabarannya memainkan salah satu gundukan daging itu. Dan itu berhasil membuat tubuh Novi menggelinjang karena sengatan kenikmatan yang dihasilkan oleh permainan tangan Neon. Maklum ini pertama kalinya Novi merasakan sensasi nikmat seperti ini.
Merasakan pergerakan tubuh Novi yang menggeliat-geliat dibawah kungkungannya, Neon pun melepaskan tautan bibir mereka agar Novi bisa bebas mengeluarkan suara des*ahannya.
Neon pun mengalihkan bibirnya keleher Novi.
"Kau suka sayang?" Tanya Neon dengan suara serak dan beratnya di telinga Novi.
"Uh.. ah.." Novi tak menjawab dan malah terus mende*sah. Dan bagi Neon des*ahan Novi sudah cukup jelas menjawab pertanyaannya.
Puas memainkan gundukan kembar dengan satu tangannya, sekarang giliran mulut Neon yang memainkan dua gundukan daging yang menantang itu secara bergantian, menyesap, menghi*sap, mengu*lum, serta memainkan puncak dua gundukan daging dengan lidahnya.
"Ouwh... Ssh.. uh.." desau Novi, gerakan tubuhnya semakin tak beraturan.
Merasakan pergerakan Novi yang sudah tidak beraturan serta mendengar suara desauan Novi yang semakin berat dan seksi, membuat Mas Perkasa semakin meronta-ronta.
Neon pun berhenti dari aktivitasnya dan melepaskan gundukan daging dari mulutnya. Dengan gerakan cepat Neon membuka pakaian yang menempel di tubuhnya hingga membuat dirinya polos.
Melihat suaminya sudah dalam keadaan polos, Novi mengalihkan pandangannya.
"Jangan mengalihkan pandangan mu Sayang, semua yang ada di tubuhku ini adalah milik mu sekarang. Kau bebas bereksplorasi disini." Ucap Neon sambil menarik wajah Novi agar menatapnya kembali.
__ADS_1
"Aku malu Sayang, aku belum terbiasa." Ucap Novi lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Neon tersenyum tipis melihat ekspresi Novi yang malu-malu.
Neon pun menarik paksa tangan Novi dari wajahnya.
"Mulai sekarang kau harus membiasakan diri mu Sayang, karena mungkin setiap hari kita akan berada diatas ranjang dalam keadaan polos." Ucap Neon.
Blush. Wajah Novi kembali memerah.
Neon kembali mendaratkan bibirnya di bibir Novi dan mereka pun kembali berciuman panas. Puas berciuman panas, Neon pun menurunkan mulutnya ke leher dan kembali memberi sengatannya dan tanda kepemilikannya disana sambil dua tangannya bermain dengan dua gundukan daging milik Novi.
Dirasa cukup memberikan sengatan dileher, mulut Neon pun pindah ke dua gundukan daging dan melahap dua gundukan daging itu secara bergantian. Sambil mulutnya melahap dua gundukan daging, jari jemari Neon merambat masuk ke balik rok yang Novi kenakan.
Sontak Neon pun melepaskan dua gundukan daging dari dalam mulutnya.
"Kenapa?" Tanya Neon dengan suara yang serat dan berat, raut wajahnya Neon pun juga sudah sendu, tanda hasratnya sudah menggebu-gebu.
"A-aku.." lirih Novi. Ingin dirinya mengatakan belum siap, tapi ia tahu kalau laki-laki yang sedang mengukungnya itu adalah suaminya dan suaminya berhak atas dirinya dan dirinya tidak boleh menolak memberikan hak untuk suaminya jika suaminya memintanya.
Cup. Neon mengecup bibir Novi sekilas.
__ADS_1
"Tenang saja, aku akan melakukannya dengan sangat lembut sampai kau terbuai dan menikmati permainan ku." Ucap Neon.
"Aku lanjutkan yah." Izin Neon.
Novi pun menganggukkan kepalanya, ia mempercayakan semua pada Neon.
Melihat anggukan Novi, Neon pun kembali melanjutkan laju jari jemarinya sampai ke depan rumah Mbak Nikmat yang masih ditutupi pagar kain.
Novi memejamkan matanya, bibirnya ia lipat rapat-rapat, dadanya pun membusur merasakan kenikmatan yang di hasilkan dari permainan jari jemari Neon yang berputar-putar di depan pintu rumah Mbak Nikmat yang masih ditutupi pagar kain.
"Keluarkan suara mu Sayang, ayo keluarkan, jangan ditahan." Ucap Neon.
"Ssh.. ah.." tak tahan membendung suara yang meronta minta di keluarkan, akhirnya Novi melepaskan suara des*ahannya dengan sangat seksi.
"Sebut nama ku Sayang, ayo sebut." Pinta Neon lagi.
"Ooh.. Neon..." Racau Novi memenuhi permintaan suaminya itu.
"Mau merasakan lebih dari ini sayang?" Tanya Neon sambil terus memainkan jari jemarinya di bawah sana.
Novi pun menganggukkan kepalanya, ia tidak ingin berbohong. Hasratnya yang sudah di ubun-ubun membuat ia ingin merasakan lebih dari sekedar permainan jari Neon.
__ADS_1
Bersambung...