
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore.
Kini Neon dan Novi sudah berada tepat di depan rumah ibu tiri Novi.
"Ayo." Neon mengajak Novi turun.
Tapi Novi diam, wajahnya memucat, tangannya juga sudah gemetaran dan berkeringat dingin.
Melihat itu, Neon tahu saat ini pasti Novi sedang ketakutan, pasti ingatan tentang gagang rotan yang dimasukkan kedalam alat vitalnya sedang berputar-putar dalam ingatan Novi.
Neon pun mengambil tangan Novi dan menggenggam tangan itu erat.
"Tenanglah, tidak ada yang perlu ditakuti. Ada aku, suami mu! Tidak akan ku biarkan satu orang pun menyakiti mu. Jangankan menyakiti mu, menyentuh sehelai rambut mu saja, harus melalui ijinku terlebih dahulu." Ucap Neon menenangkan Novi. Lalu melepaskan tangannya dari tangan Novi.
Neon keluar lebih dulu dari dalam mobil, lalu memutar langkahnya menuju pintu mobil tempat Novi duduk.
"Ayo." Ucap Neon sambil menyodorkan tangannya untuk Novi genggam.
Novi pun menyambut tangan Neon dan keluar dari dalam mobil lalu berjalan menuju rumah ibu tiri Novi. Sekarang ia mempercayakan nasibnya pada Neon.
Ibu tiri Novi yang sedari tadi memperhatikan mobil Neon yang berhenti di depan rumahnya pun keluar dari dalam rumah saat melihat ternyata anak tirinya lah yang datang bersama seorang pria.
__ADS_1
Dengan wajah garangnya dan tangan yang terlipat didepan dada, Ibu tiri Novi berdiri di teras rumah.
Melihat ibu tirinya sudah berdiri di teras rumah dengan tatapan bengis, Novi mengeratkan genggaman tangannya di tangan Neon, seolah ingin memberitahu pada Neon kalau saat ini dirinya ketakutan.
"Apa itu ibu tiri mu?" Tanya Neon.
Novi menganggukkan kepalanya.
"Jangan pasang wajah takut. Terlihatlah biasa saja." Balas Neon.
"Darimana kau, hah!! Semalaman tidak pulang!! Kau habis menjajakkan diri diluar sana, hah!!!" Bentak Ibu tiri Novi.
"Jaga ucapan Anda pada istri saya! Atau kurobek mulut Anda!" Balas Neon dengan tatapan mengintimidasi. Meski sudah sangat geram, Neon masih mencoba mengontrol emosinya.
"Kau jadikan istri mu yang keberapa Novi, hah? Tiga? Empat? Lima?" Tanya ibu tiri Novi lagi.
"Dasar pedofil!!!" Ejek ibu tiri Novi dengan tatapan remeh.
"Novi, masuk!" Perintah ibu tiri Novi.
Novi tak bergerak dan malah mundur dan bersembunyi di belakang Neon.
__ADS_1
Melihat anak tirinya tidak mematuhi perintahnya, jelas saja ibu tiri Novi menjadi berang.
"Dasar ja*lang kecil!! Sudah berani kau melawan ku yah!!!" Bentak Ibu tiri Novi.
Ibu tiri Novi pun melangkah hendak mendekati Novi dan ingin menarik rambut Novi. Tapi belum juga tangannya sampai menyentuh rambut Novi, Neon sudah lebih dulu menangkap tangan ibu tiri Novi.
"Sudah ku bilang, jaga ucapan Anda pada istri saya!!!" Teriak Neon. Emosinya sudah tak bisa lagi di bendung.
Neon yang sudah sangat emosi itupun menarik tangan ibu tiri Novi masuk kedalam rumah.
"Aarrkh...lepas!!!" Teriak ibu tiri Novi kesakitan karena Neon menyeretnya kasar.
"Kunci pintunya!" Perintah Neon pada Novi. Cepat-cepat Novi mengerjakan apa yang Neon perintahkan padanya.
Neon menyeret ibu tiri Novi sampai di ruang tengah. Ruangan dimana ibu tiri Novi melakukan perbuatan kejamnya pada Novi.
Sesampainya diruang tengah, Neon pun melempar ibu tiri Novi ke atas sofa lalu membuka ikat pinggang yang melingkar di pinggang Neon.
"Apa yang mau kau lakukan?" Tanya ibu tiri Novi takut. Yang ada di kepala ibu tiri Novi sekarang, Neon hendak memperkosa dirinya.
"Apa yang mau kau lakukan, Sayang?" Tanya Novi. Tidak sama dengan apa yang di pikiran ibu tirinya, Novi malah berpikir Neon akan mencambuk ibu tirinya dengan ikat pinggang yang Neon kenakan.
__ADS_1
"Apa kau masih ingat bagaimana iblis ini memukuli mu, Sayang?" Neon malah bertanya balik pada Novi sambil mendekati ibu tiri Novi yang masih duduk diatas sofa dengan ikat pinggang ditangannya dan dengan tatapan membunuhnya.
Bersambung...