
Sadar kalau Neon bukan ingin memperkosa dirinya dan ingin mencambuknya dengan ikat pinggang, ibu tiri Novi pun berdiri dari sofa dan hendak melarikan diri.
Melihat ibu tiri Novi yang ingin kabur, Neon langsung menyambar rambut ibu tiri Novi dan melempar ibu tiri Novi ke atas sofa.
PLAAAK. Satu sabetan ikat pinggang Neon berikan ke tubuh ibu tiri Novi.
"Aaaakh..." Jerit ibu tiri Novi.
"Apa begini iblis ini memukul mu, Sayang?" Tanya Neon pada Novi tapi tatapannya masih tertuju pada ibu tiri Novi.
Mata Novi membulat saat Neon mencambuk ibu tirinya.
"Novi, katakan pada psikopat ini untuk berhenti. Aku ini ibu mu Novi!!" Ibu tiri Novi meminta pertolongan pada Novi.
PLAAAK. Sabetan kedua pun Neon daratkan ke tubuh ibu tiri Novi.
"Aaakkh.." jerit kesakitan ibu tiri Novi lagi.
"Sayang.. sudah, jangan lakukan itu!" Pinta Novi yang merasa tidak tega melihat ibu tirinya kesakitan.
"Jangan menyuruh ku berhenti Sayang. Aku hanya ingin iblis ini merasakan sakit yang kau rasakan!! Mata ganti mata, gigi ganti gigi, bukankah seharusnya begitu cara balas dendam yang setimpal?!" Balas Neon.
"Tapi..."
"Kalau kau tidak tega, masuk lah ke kamar mu!! Siapkan saja barang-barang mu, biar ibu tiri mu ini aku yang urus!!" Potong Neon.
__ADS_1
"Ta.."
"Novi, lakukan saja apa yang suami mu ini perintahkan!" Potong Neon sekali lagi dengan nada tegasnya.
Mau tak mau Novi pun meninggalkan Neon dan ibu tirinya di ruang tengah itu, lalu berjalan menuju kamarnya yang ada di paling belakang rumah itu, sebuah gudang lembab dan apek yang ibu tiri Novi berikan pada Novi sebagai kamarnya.
PLAAAK. Sekali lagi Neon menyabetkan ikat pinggang ke tubuh ibu tiri Novi.
"Aaargh.." jerit kesakitan ibu tiri Novi lagi.
"Bagaimana, sakit bukan?" Tanya Neon.
"Itu lah Novi rasakan saat kau memukulinya dengan tidak berperasaan!" Teriak Neon.
"Aku hanya mendidik ja*lang kecil itu!" Balas ibu tiri Novi tak kalah berteriak.
PLAAK. PLAAK. Tamparan bolak-balik Neon berikan.
Ibu tiri Novi hanya bisa menjerit kesakitan, kekuatan Neon yang seperti orang kesurupan membuat ibu tiri Novi tidak bisa melawan.
Seperti belum cukup membalas hanya dengan sabetan dan tamparan, Neon pun berhenti menampar ibu tiri Novi dan mencari rotan yang ibu tiri Novi pakai untuk mengambil keperawanan Novi.
Dapat. Rotan yang ada diatas bufet ruang tengah itu pun berhasil Neon temukan. Neon mengambil rotan itu dan kembali berjalan mendekati ibu tiri Novi.
Melihat Neon mengambil rotan, ibu tiri Novi pun berusaha lari dari tempat itu, tapi sayang gerakan ibu tiri Novi tak kalah cepat dari gerakan Neon.
__ADS_1
Melihat ibu tiri Novi hendak kabur, cepat-cepat Neon menangkap ibu tiri Novi dan kembali membuang tubuh ibu tiri Novi ke sofa.
Neon pun menarik celana dan penutup bagian bawah ibu tiri Novi dengan paksa.
"Aakh... Lepas!!! Apa yang mau kau lakukan!! Lepas!!! Novi.. tolong Mama, Novi.." teriak ibu tiri Novi.
Novi yang sedari tadi belum masuk ke kamarnya dan sedang mengintip dari balik dinding, menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar tidak bersuara melihat kebrutalan Neon pada ibu tirinya.
Kini bagian bawah ibu tiri Novi sudah polos. Melihat itu sama sekali Neon tidak berhasrat. Malah Neon semakin menggebu-gebu untuk memasukkan gagang rotan itu ke 'milik' ibu tiri Novi.
Neon pun mengarahkan gagang rotan itu ke arah 'milik' ibu tiri Novi dan dengan kasar Neon memasukkan gagang rotan ke dalam 'milik' ibu tiri Novi.
"Aaargh..." Bukan teriakan nikmat saat gagang rotan itu masuk ke dalam 'miliknya' melainkan teriakan kesakitan.
"Sa-kit.." ringis ibu tiri Novi.
"Sakit kan? Itu lah yang Novi rasakan saat kau memasukkan gagang rotan ini ke dalam 'miliknya'!!!! Apalagi Novi masih perawan, kau bisa bayangkan sakit yang Novi rasakan saat itu!!" Teriak Neon.
Neon pun mulai memainkan gagang rotan itu dengan tidak berperasaan.
Lagi dan lagi, ibu tiri Novi hanya bisa menjerit kesakitan.
Mendengar jerit kesakitan ibu tirinya yang sangat pilu, Novi pun keluar dari persembunyiannya.
"Neon hentikan!!!!" Teriak Novi.
__ADS_1
Bersambung...