
Apartemen Twin Mi.
Ceklek. Mishella membuka pintu apartemennya.
"Kak.. Kak Shea. Ini nasi Padang-nya." Teriak Mishella sambil berjalan memasuki dapur.
Mishea yang ada di kamar pun keluar dari dalam kamar.
"Kok lama banget sih?" Tanya Shea sambil berjalan menuju dapur.
"Tadi ada orang Indonesia yang tidak sengaja menabrak ku sewaktu aku ingin keluar dari restoran. Orang itu pun ngotot ingin mengganti makanan yang tumpah." Jawab Shella sambil mengeluarkan makanan-makanan yang ada di dalam bungkusan ke meja makan.
"Oh." Shea hanya membulatkan mulutnya. Tak ada terlintas di pikiran Shea kalau orang Indonesia yang menabrak Shella masih berkaitan atau tidak dengan Rai, karena restoran yang di datangi Shella, memang restoran yang pasti di kunjungi orang-orang Indonesia yang sedang berlibur ke London dan tidak cocok dengan makanan barat.
Shea dan Shella pun duduk di kursi makan lalu mulai menikmati makanan khas Indonesia yang ada di hadapan mereka.
"Shell.." panggil Shea pada kembarannya yang duduk di sebelah kirinya.
"Mmm.." jawab Shella dengan mulut penuh makanan.
"Kau ingat Rai tidak?" Tanya Shea.
Uhukk... Uhukkkk...
__ADS_1
Mendengar nama Rai, Shella sampai tersedak.
Melihat adik-nya tersedak, cepat-cepat Shea memberikan air minum untuk Shella. Shella pun mengambil air minum dari tangan Kakak-nya dan menenggaknya.
"Aah.." des*ah Shella lega.
"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan tentang Rai?"
"Mmmm... Tadi dia kesini." Jawab Shea ragu-ragu.
"Kok bisa? Darimana dia tahu alamat ini? Apa jangan-jangan kau yang mencari dia lewat sosial media, lalu mengirim pesan, dan kalian pun berbalasan pesan, lalu dia mengajak ketemuan, lalu kau baper dan ujung-ujungnya kau memberitahu alamat ini pada-nya?!" Tuduh Shella.
"Enak saja, aku tidak begitu yah! Aku tidak pernah mencari tahu tentangnya sama sekali. Aku terlalu sibuk untuk mengingat dia apalagi sampai mencari tahu tentang dia di sosial media." Jawab Shea dengan wajah yang tidak suka dengan tuduhan Shella.
"Lalu darimana dia tahu kau tinggal disini?"
"Kalau aku mau memberitahu-nya, sudah dari dulu aku beritahu! Tapi sekarang, kenapa dia kesini setelah kau pindah kesini!"
Shea menghela nafasnya kasar.
"Aku berani sumpah, bukan aku yang memberitahunya." Balas Shea.
"Apa jangan-jangan selama ini dia menguntit kita?" Tanya Shella curiga.
__ADS_1
"Aku rasa tidak. Kalau memang dia menguntit kita, sudah pasti bodyguard bayangan kita sudah memberitahu kita."
"Iya juga yah, kau benar." Balas Shella.
"Ya sudah lah tidak usah di pikirkan lagi. Walau kejadiannya sudah belasan tahun yang lalu, tapi hati ku masih sakit sekali kala mengingat tragedi menyakitkan itu. Gara-gara kejadian itu, kau sampai trauma dan tidak mau sekolah lagi. Bahkan sampai kita pindah ke sekolah lain pun, kau tetap tidak mau sekolah. Dan terpaksa kita home schooling sampai lulus SD." Kata Shella lagi.
"Ya kau benar, tidak seharusnya kita memikirkan dia lagi. Kejadian itu sangat melukai hati ku." Balas Shea lirih.
"Untung saja tadi aku pura-pura tidak mengenali dirinya. Dan aku bilang, mungkin dia salah orang. Aku yakin besok-besok dia tidak akan mendatangi apartemen ini." Kata Shea lagi.
"Bagaimana kalau dia tidak mau menyerah? Dan terus mengintimidasi mu agar kau mengaku mengenal dirinya?"
"Tenang saja, kita kan punya bodyguard bayangan. Kalau dia berani mendatangi ku lagi, akan ku suruh bodyguard bayangan membuang dia ke gurun sahara!"
"Lalu melemparnya lagi ke sungai amazone dan habislah dia dimakan piranha." Timpal Shella dan diakhiri dengan tawa yang menggelegar.
"Ya aku setuju." Balas Shea, dia pun ikut tertawa.
Dan Twin Mi pun tertawa bahagia membayangkan nasib Rai di tangan para bodyguard bayangan mereka.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...