Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
# 39


__ADS_3

Kini March dan Julya sudah sampai di ibukota. Dan sedang dalam perjalanan menuju apartemen March.


"Kita mau kemana?" Tanya Julya sambil matanya melihat ke jalanan.


"Ke apartemen ku." Jawab March santai.


Tapi tidak dengan Julya, mendengar March hendak membawanya ke apartemennya, Julya pun menoleh ke arah March dan memberikan tatapan tajam pada March.


"Apa kau gila, hah!!! Jadi maksud mu kita akan tinggal seatap begitu?" Tanya Julya dengan nada meninggi.


"Kenapa memangnya? Toh kita juga akan menikah dalam Minggu ini." Balas March lagi.


Dan mata Julya makin membulat.


"Apa kau bilang? Kita akan menikah dalam Minggu ini? Kenapa kau tidak bilang pada ku!! Kalau begitu kan kita bisa membawa Nenek sekalian!!"


"Tidak perlu khawatir, nanti saat hari pernikahan kita tiba, aku akan menyuruh orang untuk menjemput Nenek." Balas March masih dalam sikap santainya.


"Kau benar-benar yah!! Harusnya kau tanya dulu pada ku!" Geram Julya. Julya kembali mengalihkan pandangannya ke jalanan.


"Bukan kah kau juga ingin cepat-cepat menikah dengan ku? Jadi kenapa kau marah-marah?!"


"Cih. Percaya diri sekali kau, aku mau cepat-cepat menikah dengan mu!" Decih Julya.


"Jangan munafik sayang." Goda March sambil menoel dagu Julya.


"Ish.. apaan sih toel-toel!!!" Ketus Julya sambil mengibas tangan March.


Melihat wajah ketus Julya, March tersenyum tipis. Di mata March, Julya makin menggemaskan. March mendekatkan wajahnya ke telinga Julya.


"Kau masih ingat kan dengan yang kau janjikan pada ku waktu itu?" Bisik March.


Julya mengernyitkan keningnya.


"Memangnya apa yang aku janjikan?" Tanya Julya. Ia benar-benar lupa.

__ADS_1


"Jangan pura-pura lupa!"


"Aku memang lupa!"


"Kau berjanji akan memuaskan ku setelah kita sah menjadi suami-istri baby!!" Bisik March.


Mata Julya membulat, mulutnya pun menganga.


"Astaga, kok aku lupa yah!! Dan laki-laki ini, kenapa dia ingat di bagian itu!!" Gerutu Julya dalam hati.


"Mati lah aku, bisa-bisa aku tinggal tulang!" Gumam Julya lagi. Ia membayangkan March yang meminta dirinya melayani March sepanjang malam.


"Kenapa ekspresi mu itu?" Tanya March.


"Tidak pa-pa!!"


"Jangan membayangkan yang aneh-aneh baby. Aku bukan pria maniak. Aku tidak akan memintamu melayani keperluan ranjang ku sepanjang malam. Yah paling sehari dua atau tiga kali saja. Sebelum kita tidur dan disaat subuh-subuh." Ucap March.


"Kau tau kan alasan aku meminta subuh-subuh?" Tanya March.


Julya menganggukkan kepalanya.


"Pintar." Puji March sambil mengelus rambut Julya.


*****


Setelah hampir dua puluh menit, akhirnya mobil yang membawa March dan Julya pun tiba di gedung apartemen March.


March membantu membawa koper Julya. Dan mereka pun berjalan beriringan menuju lift.


Ting. Pintu lift terbuka tepat di lantai dimana unit apartemen March berada.


Mereka pun keluar dari dalam lift dan berjalan menyusuri koridor menuju unit apartemen March.


Kini mereka sudah tepat berada di depan pintu unit apartemen March. March pun menekan beberapa digit password unit apartemennya.

__ADS_1


Ceklek. Pintu pun terbuka.


March membuka lebar-lebar pintu unit apartemennya lalu meminta Julya masuk terlebih dulu. Setelah Julya masuk, March pun menyusul dari belakang.


"Kau lihat tadi kan kode password-nya?" Tanya March sambil mereka berjalan ke ruang tengah.


Julya menganggukkan kepalanya.


"Apa itu tanggal pernikahan mu dengan mantan istri mu?" Tebak Julya.


Sontak March pun menoleh. Karena tebakan Julya tepat sekali dan bodohnya March baru menyadari akan hal itu.


"Bagaimana kau bisa tau?" Tanya March kaget.


"Jadi benar?" Julya malah bertanya balik.


"Wah, padahal aku tadi hanya menebaknya." Ucap Julya lagi.


"Aku lupa menggantinya. Nanti akan ku suruh petugas apartemen untuk mengganti dengan tanggal pernikahan kita." Ucap March.


"Memangnya kapan tanggal pernikahan kita?" Tanya Julya penasaran.


"Yang jelas dalam Minggu ini. Tepatnya tanggal berapa, nanti aku tanya asisten ku dulu, karena dia yang aku suruh untuk mengurusnya. Jadi kau bersabarlah sedikit." Balas March sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Cih, kau yang tidak sabaran malah kau tuduh aku!"


"Kau tidak cemburu kan kalau untuk sementara waktu password-nya belum diganti?" Tanya March, yah barangkali saja Julya cemburu.


"Tidak! Aku sama sekali tidak peduli!" Balas Julya.


"Sekarang tunjuk dimana kamar ku!!" Ucap Julya ketus.


March pun berjalan terlebih dulu untuk menunjukkan kamar Julya dan Julya mengikuti March dari belakang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2