Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda

Mencari Teman Ranjang Si Hot Duda
S-2 # 62


__ADS_3

Rai melakukan pemanasan dengan sangat lembut agar membuat Mishea nyaman dan menikmati sentuhan-sentuhan yang ia berikan.


Sentuhan-sentuhan lembut yang Rai berikan di tubuh Mishea berhasil membuat Mishea melupakan kejadian nahas yang menimpa Mishea terbukti dengan suara-suara indah yang keluar dari mulut Mishea.


Setelah beberapa menit memberi sentuhan kelembutan di tubuh Mishea, barulah Rai membenamkan Abang jago-nya ke dalam lubang kenikmatan Mishea.


Dengan lembut dan penuh cinta serta gairah, Rai memompa tubuh Mishea.


Suara des*ahan, erangan dan racauan tak henti-hentinya keluar dari mulut keduanya di setiap gerakan Rai.


*


*


*


Keesokan paginya.


Pukul 09.00


"Eugh..." Lenguh Mishea seraya mengerjapkan matanya.


"Selamat pagi istri ku Sayang." Sapa Rai yang sudah bangun lebih awal dari Mishea.


"Iikh... Jangan ngeliatin aku gitu dong. Aku kan malu." Rengek Mishea karena Rai menatapnya dengan sangat intens.


"Kenapa harus malu sih Sayang, kita semalam kan udah..."


"Stop!! Jangan di terusin, aku malu." Potong Mishea yang tahu apa yang ingin Rai katakan.


Rai hanya terkekeh kecil melihat Mishea yang masih malu-malu seperti anak perawan. Padahal dia sudah tidak perawan lagi.


"Mandi yuk." Ajak Rai.

__ADS_1


"Gak." Tolak Mishea mentah-mentah seraya membulatkan matanya lebar.


"Kenapa? Kan kamu yang bilang semalam kalau suami istri itu harus saling berbagi, saling membantu, saling memahami."


"Ya tapi aku kan bisa mandi sendiri."


"Yakin? Aku rasa bangun dari tempat tidur pun sekarang kamu gak bisa."


"Sok tahu."


"Ya udah kalau gak percaya, coba aja bangun kalau gitu."


Mishea pun mencoba bangun dari tempat tidur.


Mula-mula ia membalikkan tubuhnya untuk membelakangi Rai.


"Ssh... Au.." ringis Mishea karena merasakan pinggangnya serasa mau patah.


"Kenapa?" Tanya Rai sambil tersenyum mengejek karena ia yakin saat ini pasti badan Mishea remuk semua.


"Kalau butuh bantuan bilang aja."


"Apaan sih, bangun dari tempat tidur aja harus di bantu, emangnya aku lumpuh."


"Ya udah. Terserah."


Dengan selimut yang ia lilitkan di tubuhnya, Mishea pun mulai mengubah posisinya menjadi duduk.


"Auw..." Ringis Mishea lagi. Kini selain pinggang yang serasa mau patah, ada rasa nyeri yang ia rasakan di bagian intinya.


Rai mengeluarkan kata-kata untuk menawarkan bantuan, ia hanya menggelembungkan pipinya menahan tawa mendengar rintihan Mishea.


Mishea mengatur nafasnya terlebih dahulu untuk melawan rasa nyeri di bagian intinya lalu setelah itu barulah ia mencoba berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Ssh.. auw.." bukan lagi meringis, kali ini Mishea menjerit kesakitan. Sangking sakitnya ia sampai terduduk lagi di pinggiran ranjang.


"Tuh kan, di bilang ngeyel sih." Omel Rai seraya turun dari ranjang lalu berdiri di depan Mishea.


Tubuh Rai yang masih dalam keadaan polos membuat Mishea mengalihkan pandangannya dari Rai. Lebih tepatnya dari Abang jago karena saat ini Abang jago yang sedang tidur lah yang berhadapan dengan Mishea.


"Sini aku bantu kamu. Suami-istri itu kan harus saling membantu. Tadi malam kamu udah bantu aku, sekarang giliran aku yang bantu kamu." Kata Rai lagi.


"Gak us-"


Tak ingin mendengar penolakan Mishea, Rai langsung menarik selimut yang melilit di tubuh Mishea lalu menggendong Mishea ala bridal style dan berjalan menuju kamar mandi.


"Turunin aku Rai, turunin!!" Teriak Mishea.


"Ssst... Diam. Kalau gak mau diam, nanti aku minta lagi nih." Ancam Rai.


Mishea pun langsung diam seribu bahasa mendengar ancaman Rai.


Sesampainya di dalam kamar mandi, Rai mendudukkan Mishea di wastafel terlebih dahulu lalu mengisi bathub dengan air hangat lalu menyalakan aroma terapi elektronik.


Setelah air di bathub penuh, Rai pun menuangkan sabun cair ke dalam bathub yang sudah berisi air lalu kembali menghampiri Mishea.


Saat Rai menghampirinya, cepat-cepat Mishea mengalihkan pandangannya karena malu melihat tubuh Rai yang polos.


"Gak usah malu-malu gitu Sayang. Mulai sekarang kamu harus membiasakan melihat tubuh ku yang polos ini dan harus membiasakan diri berpenampilan polos di hadapan ku. Karena setiap hari pasti si Pedro akan bertapa di dalam goa kramat mu." Ucap Rai lalu menggendong Mishea dan membawa Mishea menuju bathub.


Mereka pun berendam dalam bathub untuk meregangkan otot-otot yang semalam mereka pakai olahraga ranjang sambil mengobrol dan bercanda. Momen seperti ini di yakini dapat memperdalam rasa cinta yang tumbuh dalam hati pasangan.


Tapi bagi yang dirumahnya tidak punya bathub, jangan memaksakan diri kalian untuk bathub talk dengan mengganti bathub dengan bak mandi yah. Kalian bisa mengganti bathub talk dengan pillow talk atau pembicaraan sebelum tidur.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2