
Apartemen March.
Tadi siang setelah mereka selesai mengisi perut mereka di rumah makan khas Makassar, Nenek Julya berpamitan ingin pulang ke Pulau X. Sebenarnya Nenek Julya masih ingin bersama-sama dengan Julya, apalagi kini Julya sedang mengandung. Tapi dengan berat hati Nenek Julya harus segera kembali ke Pulau X karena rumah makan miliknya mendapat orderan katering untuk acara resepsi pernikahan yang akan diadakan lusa.
Julya yang juga belum puas bersama dengan sang Nenek, mau tak mau harus mengizinkan Neneknya pulang ke Pulau X.
Setelah mengantar Nenek Julya, March dan Julya pulang ke apartemen, namun sebelum pulang ke apartemen, mereka singgah ke minimarket untuk membeli susu ibu hamil dan cemilan khusus ibu hamil untuk Julya.
Dan disini lah March dan Julya sekarang, di apartemen March.
"Kau sudah mengganti password pintu-nya?" Tanya Julya.
March menggelengkan kepalanya.
"Kok belum? Nanti kalau mantan mu itu masuk lagi ke sini bagaimana? Apa memang kau sengaja tidak menggantinya agar mantan istri mu bisa leluasa keluar masuk kesini?!" Layaknya penyanyi rap, Julya terus mengomel.
Cup. Tak ingin menjawab istrinya yang sedang mengomel, March langsung mengecup bibir Julya. Menurutnya itu cara paling ampuh untuk mengatasi istri yang terus mengomel.
Dan benar saja Julya pun langsung berhenti mengomel.
"Aku kan tidak sempat baby. Dari pagi kan kita keluar dan ini baru kembali lagi ke apartemen." Balas March sambil berjalan menuju dapur dengan dua kantong plastik yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau begitu cepat panggil pihak apartemen untuk mengganti kode passwordnya." Perintah Julya sambil mengikuti March dari belakang.
"Iya Baby." Jawab March bersabar.
Semenjak mengetahui Julya hamil, March berusaha menahan mulutnya untuk tidak berdebat dengan Julya dan merendahkan suaranya saat berbicara dengan Julya.
March pun merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. Ia pun menghubungi pihak keamanan apartemen.
Panggilan pun tersambung, March langsung memberitahu pihak keamanan untuk mengganti password pintu unit apartemennya.
"Sudah." Ucap March saat panggilannya dengan pihak keamanan apartemen berakhir.
Melihat itu March hanya menghela nafasnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
March pun mengeluarkan susu ibu hamil dan cemilan dari dalam plastik lalu memasukkannya kedalam lemari penyimpanan makanan kering.
Setelah semua tersusun di dalam lemari, March pun keluar dari dalam dapur dan hendak naik kelantai atas. Namun baru saja kakinya berada di anak tangga pertama, tiba-tiba bel berbunyi.
March pun mengurungkan niatnya untuk naik ke lantai atas dan berjalan menuju pintu.
March yakin kalau yang datang itu adalah pihak keamanan apartemen yang akan mengganti kode password unit apartemennya. Dan benar saja, memang yang datang adalah pihak keamanan apartemen.
__ADS_1
March pun membuka pintu unit apartemennya.
Pihak keamanan pun mulai mereset ulang kode password.
"Silahkan dimasukkan kode yang baru, Pak." Ucap pihak keamanan.
March pun menekan beberapa angka tanggal pernikahannya dengan Julya.
"Oke, selesai." Ucap pihak keamanan itu.
March pun memberikan tips untuk pihak keamanan itu.
Setelah urusan mengganti password, March pun kembali masuk kedalam.
Senyum sumringah melengkung indah di wajah March.
"Akhirnya, malam ini aku bisa mewujudkan fantasi liar ku disemua ruangan tanpa harus takut ada yang tiba-tiba membuka pintu apartemen." Gumam March.
Dengan senyum yang terus mengembang, March pun menyusul Julya yang dari tadi sudah berada di kamar mereka.
Bersambung...
__ADS_1