
Acara pun usai, tamu-tamu juga sudah berpulangan. March dan Julya pun bersiap pergi dari tempat itu menyusul kerumah sakit.
"Julya..." Panggil seseorang saat mereka baru saja keluar dari ruang acara.
Sontak Julya dan March pun menoleh ke arah orang yang memanggil Julya itu.
"Desi.." lirih Julya saat melihat sosok Desi, wanita selingkuhan Agus.
Desi berjalan mendekati Julya dan langsung berlutut didepan Julya.
"Julya aku minta maaf atas semua perbuatan ku dulu padamu. Aku mohon, maafkan aku Julya." Mohon Desi sambil menangis.
"Jangan seperti ini Desi, berdirilah." Balas Julya sambil menarik tangan Desi agar berdiri.
"Julya, aku tahu kata maaf sama sekali tidak cukup untuk menebus dosa-dosa ku pada mu. Tapi hanya kata itu sekarang yang bisa ku ucapkan padamu. Aku mohon maafkan aku." Mohon Desi sekali lagi.
"Aku sudah memaafkan mu Des, jauh sebelum kau datang meminta maaf pada ku. Lagi pula, harusnya aku yang berterimakasih padamu karena sudah mengambil Agus dari ku, karena kalau kau tidak masuk kedalam rumah tangga ku dan merusaknya, aku tidak akan bertemu dengan pria hebat ini." Balas Julya sambil menggenggam tangan March.
Desi tak bisa berkata apa-apa, ia tertunduk malu karena kata-kata Julya.
"Pulanglah, aku sudah tidak menyimpan dendam padamu. Ucap Julya tapi Desi tak merespon dan masih menunduk.
"Ya sudah, kami pulang dulu, ada urusan yang masih harus kami urus." Ucap Julya lagi.
"Julya, tunggu!" Panggil Desi saat Julya dan March hendak memutar tubuh mereka meninggalkan dirinya.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Aku hamil." Ucap Desi.
Tak ada respon terkejut dari Julya maupun March.
"Lalu?" Tanya Julya datar.
Desi diam, ia malu mengutarakan niatnya mendatangi Julya.
"Apa kau mendatangi kami untuk memohon agar kami melepaskan Agus?" March yang sejak tadi diam dan hanya menyimak pembicaraan Julya dan Desi akhirnya membuka suara.
Desi menggelengkan kepalanya.
"Lalu?" Tanya March lagi dengan nada tegas.
Julya dan March saling bertatapan.
"Baiklah, akan ku bantu. Tapi kau harus janji untuk tidak muncul lagi di kota ini dan mengganggu kehidupan kami! Kau paham?" Jawab March.
Desi menganggukkan kepalanya.
"Berapa yang kau butuhkan?" Tanya March.
Desi diam, ia pun bingung berapa uang yang ia butuhkan untuk pergi dari kota itu dan untuk biaya hidupnya sampai ia mendapatkan pekerjaan.
__ADS_1
"Apa lima puluh juta cukup?" Tanya March.
Mendengar kata-kata March, sontak Julya dan Desi menatap March.
"Apa kau serius March?"
March menganggukkan kepalanya.
"Uang itu juga untuk kau membuka usaha. Terserah kau mau usaha apa." Ucap March pada Desi.
"Terimakasih Tuan. Anda sangat baik, Julya sangat beruntung mendapatkan Anda." Ucap Desi sambil menangis terharu.
"Kau salah! Bukan Julya yang beruntung mendapatkan aku, tapi aku lah yang beruntung mendapatkan Julya." Balas March.
"Datanglah besok kerumah lama Julya, aku akan menuliskan surat perjanjian terlebih dulu baru akan mentransfer uang mu. Jadi kalau kau macam-macam dan menyalah gunakan uang pemberian ku, maka habis lah kau!" Ancam March.
"Iya Tuan, saya mengerti."
"Bagus lah! Kami pergi dulu!" Balas March.
"Ayo Sayang, kita pergi." Ajak March sambil menarik tangan Julya dan mereka pun pergi dari hadapan Desi.
"Kita buka lembaran baru yah Nak, Mama janji akan membesarkan mu dengan uang halal, karena hidup dengan uang haram hanya akan berakhir dengan penderitaan." Ucap Desi sambil mengelus perutnya yang masih datar karena usia kandungannya masih sekitar dua bulan.
Bersambung...
__ADS_1
*** Hai kakak-kakak, sekalian follow fb dan ig aku yah, fb : Nameera Thalita, ig : nameera_thalita. Terimakasih 🙏🙏 ***