
Tak lama setelah Elisa keluar dari kamarnya, Rai pun keluar dari kamar dan berlari menuju lift. Ia melewati Elisa begitu saja tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.
"Menyebalkan!!" Gerutu Elisa saat Rai melewatinya begitu saja.
*
*
*
Kini Rai sudah kembali ke tempat pesta. Alasan ia kembali ke tempat pesta adalah untuk mencari sosok Mishea.
Rai ingat sekarang pemilik nama Mishea yang sangat tidak asing ditelinga Rai. Dia adalah si kembar cupu, adik kelas Rai.
Hal terakhir yang Rai ingat tentang sosok Mishea adalah saat gadis yang usianya tiga tahun lebih muda dari Rai itu memberikan cokelat untuk Rai di hari kasih sayang yang Mishea masukkan ke dalam laci meja Rai. Bukan hanya cokelat yang Mishea berikan, Mishea juga menuliskan surat yang berisi ungkapan rasa kagum Mishea akan sosok Rai yang saat itu adalah kakak kelas Mishea.
Tapi sayangnya, sebelum cokelat dan surat itu sampai ke tangan Rai, teman-teman Rai sudah membaca terlebih dahulu surat dari Mishea.
Dan jadilah cokelat dan surat dari Mishea itu bahan teman-teman Rai mengolok-olok Mishea.
Rai berkeliling dalam ruang resepsi untuk mencari sosok Mishea yang tadi ia jumpai di lift. Rai yakin sosok Mishea yang tadi berjumpa dengannya di lift adalah sosok Mishea si kembar cupu yang ia kenal waktu di bangku sekolah dasar dulu.
"Shiiit!!" Umpat Rai saat dirinya tak berhasil menemukan sosok Mishea dewasa.
"Apa aku tanyakan saja pada Tuan Jordhie yah?" Gumam Rai.
Merasa memerlukan bantuan Tuan Jordhie, Rai pun mencari Tuan Jordhie.
Puk. Rai menepuk pundak Tuan Jordhie yang sedang asyik mengobrol dengan tamu.
Tuan Jordhie pun menoleh.
__ADS_1
"Hai Rai, apa kau menikmati pesta malam ini?" Tanya Tuan Jordhie.
"Ya, saya sangat menikmatinya." Jawab Rai.
"Tapi bukan itu tujuan saya ingin berbicara dengan Anda." Lanjut Rai.
"Apa ada hal yang serius?" Selidik Tuan Jordhie.
"Mungkin ini tidak terlalu serius untuk Anda, tapi bagi saya, ini serius."
"Katakan, ada apa?"
"Tadi saya melihat ada seorang wanita yang sepertinya saya kenal datang ke pesta ini, apa Anda bisa menyuruh orang Anda untuk mencarinya sekarang?"
"Siapa nama wanita itu?"
"Mishea. Dan kalau dugaan ku benar, dia juga memiliki kembaran bernama Mishella."
"Shiit!!" Umpat Rai.
"Ada apa? Kenapa kau nampak kesal sekali? Kalau kau mau, aku bisa memberikan alamat mereka di London."
"Benarkah?"
Tuan Jordhie menganggukkan kepalanya.
"Apa kau menyukai gadis itu?" Selidik Tuan Jordhie.
"Hah? Tidak! Aku hanya penasaran, kenapa dulu mereka tiba-tiba menghilang." Jawab Rai.
"Oh..." Tuan Rai membulatkan mulutnya.
__ADS_1
"Kau bisa tanyakan asisten ku dimana alamat mereka di London." Ucap Tuan Jordhie.
"Baik Tuan. Kalau begitu, aku permisi dulu." Pamit Rai. Rai pun mencari asisten Tuan Jordhie.
Setelah alamat twins Mi berhasil Rai dapatkan, Rai pun keluar dari tempat resepsi dan kembali ke gedung sebelah.
Sesampainya Rai di gedung hotel tempatnya menginap, ia singgah di kamar hotel Satria terlebih dahulu karena sejak tadi Satria tidak menjawab panggilannya.
Selain untuk memastikan Satria sudah kembali ke kamar hotelnya, Rai juga ingin meminta Satria mengurus keberangkatan mereka ke London besok.
Ting.. Tong.. Ting.. Tong.
Rai menekan tombol kamar hotel Satria.
Dan setelah hampir lima menit menunggu pintu terbuka, akhirnya Satria membukakan pintu kamar hotelnya.
Ceklek.
Dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan boxer, Satria membuka pintu kamar hotelnya. Rai pun langsung menyerobot masuk ke dalam.
"Shiiit!!!" Umpat Rai saat melihat wanita yang masih dalam keadaan polos diatas ranjang Satria.
Melihat Rai, wanita yang sedang terkulai lemas diatas ranjang pun langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1