
"Ada apa ini? Kenapa kalian ribut sekali?" Tanya Rai setelah sampai di lantai bawah.
Melihat Rai, Hansara pun berlari mendekati Rai.
"Ini Kak Satria ngerusak acara aku sama temen-temen aku. Dia mukulin salah satu temen aku." Adi Hansara.
Mata Rai beralih pada Satria.
"Apa kau mabuk, hah? Kenapa kau memukuli teman Hansara?"
Satria tetap pada pendiriannya yang tidak ingin memberitahu pada Rai atau siapapun alasan kenapa ia memukuli teman Hansara.
"Satria!! Apa kau bisu sekarang!!!!!" Bentak Rai dengan suara yang menggelegar.
"Haish!!!! Berisik!!" Balas Satria kesal sambil berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan keluar dari vila dari pintu depan.
Melihat Satria keluar, Mishella pun menyusul Satria.
"Satria.. Satria!!! Kembali kau, jelaskan dulu pada kami kenapa kau memukuli orang!!" Teriak Rai.
"Kau urus saja Hansara dan jangan biarkan dia kembali ke pesta itu!!!" Balas Satria.
"Pasti ada sesuatu yang sangat fatal makanya Satria sampai memukuli teman Hansara." Gumam Rai dalam hati.
"Kak Rai...." Rengek Hansara.
"Kau dengar kata Satria kan? Kau tidak boleh kembali ke pesta itu. Sekarang masuk ke kamar dan jangan kemana-mana!! Kalau sampai kau melanggar aku tidak bisa membela mu!!" Ucap Rai.
"Sana masuk kamar!!" Perintah Rai tegas.
Mau tak mau Hansara pun mengikuti perintah Rai, ia berjalan mencari kamar yang masih kosong yang ada di vila itu.
*
*
__ADS_1
*
Sedangkan di luar vila.
"Satria tunggu!!" Teriak Mishella yang mengikuti Satria sampai ke parkiran mobil.
"Mau apa kamu? Sana masuk!" Tanya Satria pada Mishella dengan nada ketus. Ketus bukan karena Satria marah dengan Mishella melainkan karena sedang menahan hasrat yang sudah sampai ke ubun-ubun.
"Kamu sendiri mau apa?" Mishella malah balik bertanya.
"Bukan urusan mu!" Jawab Satria lalu membuka mobilnya.
Tak ingin sampai Satria meninggalkannya, cepat-cepat Mishella pun masuk ke dalam mobil Satria.
"Kenapa disini? Sana turun!!" Perintah Satria.
"Tidak mau! Aku mau ikut bersama mu kemana kamu pergi. Aku tidak tenang meninggalkan mu dalam keadaan emosi seperti ini." Balas Mishella.
"Shell, turun sekarang, jangan mengikuti ku! Aku sedang tidak baik-baik saja sekarang." Ucap Satria dengan suara yang berat.
"Justru karena kamu sedang tidak baik-baik saja sekarang makanya aku ingin ada disamping mu. Aku takut kamu memukuli orang lagi di luar sana."
"Tidak mau, pokoknya aku ingin ikut!!" Balas Mishella.
"Astaga Mishella.." Satria menggeram.
"Baiklah, tapi jangan salahkan aku kalau sampai aku tidak bisa mengontrol diri ku pada mu!!" Ucap Satria lalu menyalakan mesin mobilnya dan melajukan-nya dengan sangat kencang.
Sedangkan Mishella ia mengernyitkan keningnya mencoba mencerna kata-kata Satria.
Sudah lima belas menit Satria mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh tanpa arah tujuan.
Ia sengaja mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh untuk mamacu adrenalin-nya, berharap efek obat perangsang itu hilang dengan sendirinya jika ia memacu adrenalinnya.
Karena mau pergi mencari wanita yang bisa ia pakai untuk memuaskan hasratnya, daerah tempat mereka berada sekarang jauh dari kota dan tidak ada club malam disana. Yang ada hanya lah kedai tuak, dan sekalipun ada wanita bisa pakai disana, pastinya itu bukan selera Satria.
__ADS_1
Sangking kencangnya Satria mengendarai mobil, Mishella sampai menahan nafas dan berdoa dalam hati.
"Sat, kita mau kemana sih?" Tanya Mishella dengan raut wajah tegangnya.
"Aku juga tidak tahu. Aku hanya ingin berputar-putar." Balas Satria dengan suara yang berat dan nafas yang memburu.
"Sat, sebenarnya kamu kenapa sih? Ngomong sama aku Sat, jangan di pendam sendiri."
Satria diam.
"Sepertinya cara ini tidak berhasil." Gumam Satria dalam hati.
Tiba-tiba Satria melihat ada tulisan Penginapan.
Satria langsung menginjak rem mendadak.
"Aaakh.." pekik Mishella karena Satria menginjak rem mendadak.
"Kamu apa-apaan sih Sat!! Bahaya tau!!Untung aku pake sabuk pengaman!" Omel Mishella.
Tapi lagi dan lagi Satria tidak memperdulikan omelan Mishella dan malah memutar setir mobilnya dan memasuki area penginapan.
"Kita ngapain ke sini Sat?" Tanya Mishella.
"Ada yang harus aku selesaikan."
"Menyelesaikan apa? Kamu mau tidur? Kalau mau tidur, kita kembali saja ke vila, biar aku yang menyetir mobilnya."
Satria kembali menginjak rem.
"Bukan aku yang ingin tidur!!! Tapi 'adik kecil' ku ini yang ingin tidur!!"
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...